Rabu, Oktober 27, 2021
BerandaBerita TerbaruPenampakan Bintik Matahari Mengarah Ke Bumi, Simak Apa yang Terjadi!

Penampakan Bintik Matahari Mengarah Ke Bumi, Simak Apa yang Terjadi!

Penampakan bintik matahari berhasil tertangkap teleskop paling besar dari Eropa meskipun jarak matahari dengan Bumi mencapai kurang lebih 93 mil atau 149 kilometer.

Sebuah foto penampakan tersebut merupakan kenampakan yang paling lengkap, detail, serta belum pernah para peneliti lihat sebelumnya. Bintik matahari adalah sebuah bagian permukaan matahari yang terpengaruh akibat aktivitas magnetis yang besar.

Bintik matahari masif telah para peneliti amati tengah mengarah menuju Bumi serta memperkirakan akan semakin besar dalam beberapa hari berikutnya.

Penampakan Bintik Matahari

Daerah yang menjadi bintik pada matahari tersebut mendapat julukan AR2770, yang mana mempunyai inti primer yang gelap dan sebesar planet Mars. Kemudian, beberapa bercak memiliki ukuran sebesar kawah pada permukaannya.

Selain itu, bintik pada matahari tersebut adalah anggota dari siklus matahari 25, yakni periode aktivitas dari elektromagnetik yang baru selama 11 tahun serta terdeteksi berderak dengan suara yang kecil.

Walaupun bintik pada matahari tersebut belum mengeluarkan atau menghasilkan suar matahari pembunuh, namun para ilmuwan pun tetap mengawasinya.

Langkah mereka tersebut sebagai langkah persiapan. Karena, fenomena penampakan bintik matahari seperti itu bisa saja melumpuhkan operasi dan juga listrik yang ada di permukaan Bumi.

Baca Juga: Penampakan Mars Paling Terang, Begini Cara Melihatnya!

Pengamatan Bintik Matahari

Melansir Daily Mail, jika bintik baru diamati oleh Martin Wise, seorang ahli astronom yang mengambil foto tersebut dari Trenton, Florida.

“Bintik matahari ini merupakan sasaran empuk untuk teleskop surya saya,” ucap Wise yang mana ia menggunakan teleskop 8 inchi dengan filter matahari.

Menurut laporan dari Space Weather, jika bintik AR2770 tersebut sudah memancarkan beberapa suar yang kecil yakni kelas B. Suar tersebut merupakan suar paling rendah, yang mana mengirimkan gelombang kecil ionisasi atmosfer Bumi.

Akan tetapi, daerah dari penampakan bintik matahari itu terus tumbuh, berkembang, serta mengalami peningkatan aktivitas. Kemungkinannya terjadi sepanjang beberapa hari ke depan dan akan menghasilkan beberapa suar matahari yang lebih intens.

Kemudian, NASA juga melaporkan jika suar tersebut merupakan sebuah ledakan yang sangat besar pada atmosfer matahari. Hal tersebut akan menghasilkan atau melepaskan energi yang sangat besar.

Suar dari matahari tersebut akan mempengaruhi seluruh lapisan atmosfer yang ada pada matahari, dan paling banyak terjadi pada area aktif dari sekeliling bintik matahari.

Baca Juga: Fenomena Gerhana Matahari Total, Proses Terjadi dan Dampaknya

Manfaat Prediksi Aktivitas AR2770

Dengan melakukan prediksi terhadap penampakan bintik matahari dan kapan aktivitas AR2770 tersebut akan meningkat, maka akan berpotensi terhadap perlindungan para astronot yang ada pada orbit dan juga mencegah teknologi satelit hancur.

Pada bulan Juni lalu, para ahli dari Universitas Warwick telah meluncurkan jam matahari yang baru. Yang mana akan dapat menghitung waktu aktif serta nonaktif dari matahari secara lebih baik.

“Kemampuan dalam memperkirakan atas resiko terjadinya badai paling besar matahari ke waktu atau masa depan. Hal ini sangat penting untuk teknologi dengan basis luar angkasa dan Bumi yang sangat sensitif akan cuaca di luar angkasa. Misalkan satelit, distribusi daya, sistem komunikasi, serta penerbangan,” kata penulis utama study, Profesor Sandra Chapman.

Pengamatan Siklus Matahari

Kemudian, para tim ahli memakai pengamatan bintik matahari sejak 200 tahun terakhir. Mereka juga memetakan mengenai aktivitas matahari sepanjang 18 siklus matahari menjadi siklus 11 tahun yang standar.

Yang mana matahari mengawali siklus barunya tiap 11 tahun. Kemudian, pada tengah siklus, aktivitas dari matahari akan meningkat serta menghasilkan lebih banyak sinar atau radiasi. Sedangkan, semuanya akan mampu mereka ukur dengan menggunakan penampakan bintik matahari.

Sementara itu, para ahli dan peneliti ini memakai catatan nomor bintik matahari harian yang mana telah tersedia pada tahun 1818. Hal tersebut berguna sebagai dasar pemetakan untuk aktivitas matahari.

Sehingga, hal tersebut akan memungkinkan para tim peneliti dapat melihat waktu aktif dan juga waktu non aktif dari aktivitas matahari dengan tepat.

Setelah pembuatan jam dari pengamatan penampakan bintik matahari, maka jam akan bisa mereka pakai dalam melakukan pengamatan aktivitas dari matahari. Selain itu, juga dapat mengetahui tentang cuaca yang ada di luar angkasa. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -

Berita Terbaru