Jumat, Mei 20, 2022
BerandaBerita TerbaruPengertian Daur Lisogenik dan Tahapan yang Berbeda dari Daur Litik

Pengertian Daur Lisogenik dan Tahapan yang Berbeda dari Daur Litik

Pengertian daur lisogenik sangat penting untuk anda pelajari. Mengingat dari pengertian bisa mengkaji tuntas mengenai daur lisogenik. Penemu dari daur lisogenik adalah Andrew Lwoff.

Siklus lisogenik merupakan reproduksi virus. Sebenarnya, tahapan ini hampir sama dengan siklus litik. Perbedaannya berada pada sel inangnya tidak hancur, tetapi terselip asam nukleat dari virus.

Virus nantinya akan menghancurkan DNA yang ada pada sel inang tersebut. Dalam hal ini, tidak ada proses lisis terhadap sel inang pada virus.

Baca Juga: Pengertian Sistem Saraf Tepi dan Fungsinya dalam Pergerakan Tubuh

Pengertian Daur Lisogenik dan Tahapannya

Virus merupakan sebuah partikel yang memiliki ukuran sangat kecil. Bahkan ukuran virus lebih kecil dari bakteri. Virus termasuk organisme non seluler yang tidak memiliki struktur organ pada umumnya.

Untuk bereproduksi, tentu saja virus perlu menginfeksi sel inangnya. Setelah itu, akan mengendalikan materi genetik agar bisa sintesis komponen pembentuk virus yang baru.

Siklus lisogenik merupakan penggandaan materi genetik virus dengan cara menyisipkan DNA atau RNA ke DNA sel inangnya. Tujuan dari siklus ini untuk menciptakan sel inang yang memiliki kandungan profage. Nantinya sel inang tersebut akan membelah bersama DNA virus yang bereplikasi.

Siklus tersebut tetap akan berlangsung walaupun tidak ada penerjemahan DNA menjadi protein. Berikut adalah tahapan dari daur lisogenik:

Adsorbsi (Penempelan)

Tahapan yang pertama adalah adsorbsi atau penempelan. Sesuai dengan pengertian daur lisogenik pada ujung akar dari virus akan menempel pada permukaan sel inang. Struktur permukaannya yang seperti pili, flagella, atau karbohidrat berguna untuk menerima phage.

Receptor yang satu ini akan bekerja pada bakteri dan dikenal dengan istilah lipopolisakarida. Ketika benang-benang ekor sudah terbentuk, maka jarum ekor juga akan mengalami tahapan penempelan.

Baca Juga: Sifat Asam Amino dan Pengertiannya Lengkap dengan Klasifikasi

Penetrasi

Tahap kedua yaitu penetrasi yang mana phage akan menginfeksi asam nukleat pada sel inang. Dalam hal ini, mampu mengeluarkan enzim lisozim. Enzim inilah yang bisa menguraikan bagian-bagian dinding sel bakteri.

Selama tahapan ini, pembungkus ekor virus akan mengalami kontraksi. Sehingga ekor akan tertarik menuju ke dalam sel inang. Ketika inti ekor mengais membran plasma, DNA akan masuk ke sel, tetapi bagian kapsid tetap berada pada luar sel inang.

Penggabungan

Tahapan yang ketiga adalah penggabungan yang mulai ada perbedaan dengan siklus litik. Dari pengertian daur lisogenik sudah terlihat apa saja perbedaannya. Tahapan ini melalui sel inang yang mampu mempertahankan keberadaannya.

Virus tidak mampu mengambil alih kendali karena sel inang bisa bertahan. Benang ganda berpilin akan putus setelah terinfeksi DNA virus.

Pembelahan (Replikasi)

Tahapan berikutnya adalah pembelahan atau replikasi. Ketika DNA sel inang menggandakan diri, profage juga akan melakukan replikasi. Sehingga hasilnya nanti setiap sel inang akan mengandung profage.

Jumlah profage yang terbentuk mengikuti jumlah sel inangnya. Selama sel inang dalam keadaan yang kuat dan menguntungkan, virus tetap dalam profage. Jika tidak, maka virus akan memisah dan terlepas dari proses replikasi.

Dalam hal ini, virus akan menghancurkan materi genetik sel inangnya. Sehingga virus bisa mengambil alih kendali. Pengertian daur lisogenik ini juga menjelaskan bahwa fase pembelahan akan berlangsung saat sel bakteri sudah siap membelah.

Baca Juga: Pengertian Jaringan Adiposa, Fungsi, dan Klasifikasinya

Sintesis

Jika profage terpapar oleh zat kimia atau zat tertentu, DNA virus akan lebih aktif. Nantinya mampu menghentikan sintesis pada DNA sel inang. Caranya sangat mudah hanya dengan menghancurkannya, lalu DNA akan menggantikan DNA sel inang yang hancur.

Perakitan

Pada tahapan yang satu ini komponen terbentuk pada setiap tahap sebelumnya akan mengalami perakitan. Hasilnya adalah sebuah virus yang utuh. Kapsid pada virus ini akan terisi dengan DNA atau RNA yang mereplikasi virus baru.

Litik

Tahapan terakhir adalah litik atau puncak dari proses siklus lisogenik dengan bantuan sebuah enzim. Pada proses ini menggunakan enzim lisozim yang akan bekerja dengan melubangi bagian dinding sel inang. Hal ini untuk membuat sebuah perpecahan yang bisa mengeluarkan virus baru untuk replikasi ulang.

Itulah pengertian daur lisogenik dan beberapa tahapannya. Jika memperhatikan dengan seksama, anda pasti akan menemukan perbedaan dengan siklus litik. Kenali siklus ini agar bisa memperdalam pengetahuan mengenai penyakit HIV yang berkembang. (R10/HR Online/Editor: Jujang)

- Advertisment -