Rabu, Desember 7, 2022
BerandaBerita TerbaruPenyebab Pemanasan Global yang Semakin Meningkat

Penyebab Pemanasan Global yang Semakin Meningkat

Penyebab pemanasan global yang semakin meningkat dari hari ke hari penyebab terbesarnya ternyata aktivitas manusia. Pemanasan global ini telah mengancam kelangsungan bumi.

Seperti dalam hasil penelitian iklim nasional Amerika Serikat telah menemukan bahwa dalam kurun waktu 1951 – 2010 terjadi global worming sebesar 93% – 123% karena aktivitas manusia.

Oleh karena itu, Dr Gavin Schmidt dari Nasa menunjukan kalau manusia bertanggung jawab sebanyak 110% atas pemanasan global di seluruh dunia.

Berbagai hal di bumi dari mulai peternakan sampai Industri yang mengelola fosil atau batu bara memberikan sumbangan yang sangat besar.

Baca juga: Penyebab Kepunahan Hewan Liar yang Terjadi Semakin Cepat

Penyebab Pemanasan Global

Berikut ini kami akan membahas berbagai kegiatan di bumi yang memberikan sumbangan terbesar terhadap pemanasan global.

Peternakan dalam Skala Besar

Gas rumah kaca merupakan salah satu faktor global warming, banyak aktivitas manusia yang menghasilkan gas ini.

Metana adalah salah satunya, gas rumah kaca ini antara lain berasal dari kotoran sapi atau kambing yang naik ke udara.

Sapi atau kambing dalam skala besar tentu akan menghasilkan kotoran yang banyak pula dan gas metana pun naik dalam jumlah besar.

Peternakan besar di Australia contohnya yang telah menjadi penyebab pemanasan global dan menyumbang 16% emisi gas rumah kaca.

Pertanian Skala Besar

Pengolahan pupuk dengan jumlah besar juga berujung pada peningkatan produksi gas rumah kaca berupa metana dan CO2.

Hal ini sedikit membuat dilema dunia pertanian, adanya Karbondioksida atau CO2 dalam beberapa percobaan berdampak baik terhadap tanaman.

Begitupun pupuk organik yang sebelumnya disebutkan telah menghasilkan gas metana juga bagian penting pertanian.

Tetapi di sisi lain, dua hal di atas telah menjadi salah satu penyebab pemanasan global dengan sumbangan banyak.

Penebangan Hutan

Kebutuhan atas ruang hidup dan Industri bertambah seiring waktu dan semakin besarnya populasi manusia, oleh karena itu tidak jarang eksploitasi hutan berlangsung dalam skala besar.

Sedikit orang menyadari kalau hal ini telah menjadi bagian dari sebab global warming karena bumi mulai kehilangan pengatur iklimnya.

Pohon dan tumbuh-tumbuhan memiliki peran penting untuk mengatur iklim dengan menyerap karbondioksida.

Melalui hutan dan semak belukar karbondioksida berubah kembali menjadi oksigen dan mampu menjaga suhu secara global sebesar 1,5 Derajat celsius.

Emisi Pabrik dan Kendaraan

Penyebab pemanasan global yang selanjutnya adalah asap hasil pembakaran bahan bakar kendaraan, pabrik dan batubara.

Asap yang lepas ke udara telah berpengaruh besar terhadap atmosfer, polusi gas CO2 bagian dari sumbangan besar manusia terhadap pemanasan global.

Kendaraan semakin hari semakin banyak, semakin malas orang berjalan kaki dan semakin panas bumi karena emisi.

Kemudian pembangkit listrik di Indonesia Hampir seluruhnya menggunakan tenaga batu bara, dan sedikit sekali pembangkit listrik dengan energi terbarukan seperti air dan angin.

Pertambangan batu bara telah mengambil jutaan hektar hutan dan pembakarannya menghasilkan polusi CO2 ke atmosfir.

Global Warming Akibat Bencana

Selain aktivitas manusia, penyebab pemanasan global juga bisa berasal dari bencana, baik berupa bencana alam atau bencana dari keteledoran manusia.

Bencana itu antara lain Gunung Meletus, Badai Matahari dan kebakaran hutan yang selain menyumbang CO2 ke atmosfer juga merusak hutan.

Namun, sumbangan global warming akibat bencana hanya sedikit daripada yang Manusia berikan karena tentu bencana tidak terus menerus.

Badai matahari misalnya, berdasarkan Nasa sejak tahun 1750 hingga sekarang energi panas yang datang dari matahari hanya mengalami sedikit peningkatan.

Bahkan para ilmuwan tidak menemukan kenaikan suhu pada bagian atas atmosfer, sebaliknya suhu bagian atas lebih dingin daripada bagian bawahnya.

Baca juga: Lubang Hitam Raksasa Hilang, Ilmuwan Berusaha Mencari Keberadaannya

Upaya dan Dampak Global Warming

Berbagai upaya dari berbagai negara untuk mengurangi penyebab pemanasan global telah dilakukan namun perubahan iklim terus saja berlanjut.

Salah satu perjanjian penting dari paris perihal iklim global pada tahu 2015 ternyata tidak berdampak banyak, bahkan pada 2018 justru mendapatkan rekor tertinggi.

Perhatian para ilmuwan terhadap kenaikan suhu di seluruh dunia adalah karena dampaknya yang terlalu besar.

Selain suhu rata-rata bumi yang memanas, hal ini juga berpengaruh terhadap cuaca yang semakin hari semakin ekstrim.

Populasi serta habitat satwa liar juga ikut terganggu, permukaan laut mulai naik serta masih banyak dampak buruk lainnya.

Penyebab pemanasan global tampaknya tidak bisa berhenti karena pran sebagian orang, namun kesadaran secara menyeluruh terhadap Kesehatan bumi kita-lah solusi terbaiknya. (Muhafid/R6/HR-Online)