Penyebab Penyakit Gondok, Gejala dan Cara Mengatasinya

penyebab penyakit gondok
Kenali penyebab penyakit gondok. Foto: Ist/Net

Penyebab penyakit gondok terutama karena terjadinya peradangan pada kelenjar tiroid. Karena peradangan inilah yang membuat leher penderita biasanya akan membesar sebagai gejala penyakit gondok.

Gondok (struma), menurut Wikipedia, merupakan jenis penyakit yang menyerang kelenjar tiroid. Karena itu gangguan ini juga populer dengan sebutan penyakit kelenjar tiroid.

Kelenjar tiroid yang terletak pada bawah jakun atau laring ini bertugas menghasilkan hormon tiroid, yang terdiri dari hormon tiroksin dan triiodotironin. Hormon ini berfungsi melancarkan sirkulasi darah maupun menstimulasi metabolisme dari sel-sel dalam tubuh.

Penyakit gondok umumnya lebih sering menyerang laki-laki ketimbang wanita. Namun dalam kondisi yang parah dan sulit untuk sembuh, dokter mungkin harus mengangkat tiroidnya.

Jika ini terjadi maka penderita harus minum obat selama hidupnya untuk memenuhi kebutuhan tubuh terhadap hormon tiroid. Sebab setelah terangkat tak ada lagi organ tubuh yang bisa memproduksinya.

Jenis dan Penyebab Penyakit Gondok

Banyak orang yang sering salah dalam mengenali gejala gondok dan menyamakannya dengan gondongan. Meskipun tanda atau gejala yang muncul memang mirip namun keduanya sangat berbeda. Penyebab penyakit gondok dan gondongan juga berlainan.

Secara umum kedua penyakit ini akan menyebabkan terjadinya pembengkakan pada sekitar leher. Selain kedua penyakit ini sebenarnya ada banyak jenis peradangan yang juga akan menyebabkan leher membengkak. Seperti kista, tumor, atau kelenjar getah bening.

Memang tidak mudah membedakan kedua penyakit ini karena harus ada pemeriksaan medis. Selain itu pengobatan maupun cara mengatasi berbagai gangguan leher ini juga berlainan.

Sebelum membahas tentang penyebab penyakit gondok ada baiknya kita mengenal beberapa jenis gangguan ini. Kalangan media biasanya membedakan beberapa jenis penyakit gondok berikut ini.

Hipertiroid

Jenis penyakit ini terjadi akibat produksi hormon yang berlebihan dari kelenjar tiroid. Kondisi ini menyebabkan darah kelebihan kadar hormon ini.

Hipotiroid

Kebalikan dengan yang pertama, gondok jenis hipotiroid terjadi akibat rendahnya hormon dari kelenjar tiroid. Kedua jenis gondok ini terjadi dengan faktor penyebab yang berlainan. Untuk lebih jelas tentang penyebab penyakit gondok yuk simak saja ulasan selengkapnya berikut ini.

Kekurangan Yodium

Yodium merupakan zat yang paling berperan dalam proses produksi hormon tiroid. Kekurangan yodium merupakan faktor yang paling banyak menimbulkan terjadinya penyakit gondok.

Karena itu sangat penting setiap orang mencukupi kebutuhan tubuh terhadap zat yang satu ini. Kasus penyakit gondok banyak terjadi karena pola makan yang kurang memperhatikan variasi nutrisi dari menu makanannya.

Selain yodium, makanan sumber yodium lainnya adalah ikan laut, rumput laut, daging, telur, susu dan produk olahannya, serta sayuran dan buah-buahan. Sebaliknya, hindari makan banyak selada dan kembang kol karena menghambat produksi tiroid.

Peradangan

Faktor penyebab penyakit gondok lainnya adalah peradangan pada kelenjar tiroid. Kondisi ini akan menyebabkan timbulnya pembengkakan dan rasa nyeri. Gangguan ini juga akan menyebabkan terjadinya abnormalitas produksi tiroksin.

Gondok Multinodular

Faktor yang satu ini memang kalah populer sehingga kurang terkena. Jenis penyakit gondok ini terjadi karena pada sekitar kelenjar tiroid timbul benjolan. Benjolan yang mengandung nanah ini akan mengganggu tugas kelenjar tiroid.

Penyakit Graves

Faktor lainnya yang juga bisa menjadi penyebab penyakit gondok adalah karena serangan penyakit graves. Penyakit ini terjadi akibat lemahnya sistem imunitas tubuh. Antibodi tubuh yang tidak berfungsi optimal justru bisa menyerang kelenjar tiroid.

Penyakit Hashimoto

Penyakit gondok ternyata juga dipicu oleh penyakit hashimoto. Penjelasannya adalah, jika penyakit ini menyerang, autoimun akan rusak. Dia malah menyerang tiroid sehingga produksi tiroksin menjadi menurun. Jika tidak diatasi, kelenjar pituitary akan membengkak.

Gejala Penyakit Gondok

Setelah mengenai berbagai faktor yang menjadi penyebab penyakit gondok, selanjutnya adalah mengenal tanda yang muncul. Mengenali adanya gejala gondok sejak dini berguna untuk bisa melakukan penanganan yang cepat.

Berikut ini berbagai gejala penyakit gondok yang sebaiknya Anda tahu. Tanda ini biasanya muncul sebelum leher membengkak menjadi besar dan sakit. Mengenal ciri serangan gondok awal akan memudahkan dalam penanganannya.

Nyeri Persendian dan Otot

Salah satu tanda yang sering terjadi pada awal serangan penyakit gondok adalah timbulnya rasa nyeri sendi dan otot. Bahkan jika Anda tak melakukan aktivitas fisik pun rasa nyeri ini akan muncul dan cukup mengganggu.

Gangguan pada bagian persendian ini merupakan reaksi tubuh saat ada gangguan pada kelenjar tiroid. Namun tanda ini tak sama pada setiap orang. Ada yang sangat terasa tajam namun ada juga yang nyeri ringan.

Muncul Benjolan pada Leher

Jika Anda merasakan adanya tonjolan pada sekitar leher bisa jadi juga merupakan gejala gondok yang sebaiknya Anda waspadai. Tonjolan ini merupakan benjolan dalam bentuk kecil yang biasanya mengalami pembengkakan.

Peradangan pada kelenjar tiroid ada yang masih ringan maupun yang lebih parah. Penanganan sejak dini terhadap penyebab penyakit gondok sangat penting untuk mencegah peradangan berkembang semakin parah.

Kelelahan Kronis

Gejala penyakit gondok selanjutnya yang juga sering terjadi adalah rasa kelelahan tubuh yang sangat. Tubuh lelah ini bukan karena aktivitas melainkan justru sering muncul setelah kita bangun tidur.

Tak jarang juga orang yang akan menderita gangguan ini juga mengalami gangguan tidur alias insomnia. Karena itu kita sering menganggapnya lumrah setelah sulit tidur pada paginya tubuh seperti terasa lelah.

Pencernaan Terganggu

Kebanyakan penderita gondok juga akan mengalami gangguan pada sistem pencernaannya. Karena itu gejala gondok yang juga banyak terlihat adalah terjadinya konstipasi yang parah.

Gangguan ini terjadi akibat tidak seimbangnya hormon tubuh karena terganggunya kelenjar tiroid. Selain mengalami buang air besar dengan asa nyeri tak jarang juga terjadi wasir.

Berat Badan Berubah Mendadak

Jika Anda merasakan perubahan tubuh tanpa ada peningkatan frekuensi makan sebaiknya waspadai sebagai gejala penyakit gondok. Penyebab penyakit gondok ini juga akan menyebabkan metabolisme tubuh ikut terganggu.

Kondisi ini akan menyebabkan lemak dan glukosa dari makanan yang kita konsumsi tak bisa terolah menjadi energi. Akibatnya lemak akan menumpuk dan tubuh, khususnya bagian perut akan cepat mengembang menjadi gemuk.

Namun perubahan berat badan juga bisa sebaliknya. Terutama produksi tiroid justru berlebihan. Metabolisme justru akan bekerja ekstra keras yang akan menyebabkan berat badan justru turun signifikan. Meskipun Anda makan dalam jumlah banyak.

Rambut dan Kulit Berubah

Tak sedikit juga penderita penyakit gondok yang mengalami perubahan pada kulit dan rambutnya. Terganggunya kelenjar tiroid juga mempengaruhi keseimbangan hormon tubuh. Perubahan pada kulit dan rambut yang biasanya terdampak lebih awal.

Menstruasi Terganggu

Terganggunya kelenjar tiroid juga akan menyebabkan terganggunya siklus menstruasi. Untuk penyakit gondok jenis hipotiroid akan menyebabkan siklus haid menjadi terlambat. Sebaliknya akan lebih cepat pada kasus hipertiroid.

Gejala gondok biasanya akan lebih berat pada penderita hipertiroid. Beberapa tandanya adalah darah yang keluar saat haid jauh lebih banyak daripada biasanya. Karena itu segera konsultasikan ke dokter saat ada beberapa tanda ini.

Cara Mengatasi Penyakit Gondok

Mengenal gejala gondok sangat penting juga membantu dalam penanganannya. Penting juga mengenal jenis maupun penyebab penyakit gondok yang sesuai dengan gejala yang ada.

Alam cara mengatasi penyakit gondok kita mengenal istilah tata laksana penanganan penyakit untuk membantu penderita mengatasi kondisinya. Namun untuk memastikan kondisinya sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Pengobatan saat penting saat penyakit gondok masih awal. Sebab jika terlambat dan kondisinya sangat parah, bisa saja dokter akan memutuskan untuk mengangkatnya. Ini akan bisa menyebabkan tubuh kehilangan kelenjar tiroid.

Jika hal ini terjadi, maka selama hidup Anda harus selalu minum obat. Hal ini karena tubuh tak mampu lagi menghasilkan hormon tiroid  yang menjadi kebutuhan tubuh. Sehingga Anda harus mengonsumsi obat untuk menyuplainya.

Karena itu penting menjaga kesehatan kelenjar tiroid. Penanganan yang cepat juga bisa mencegah dampak yang lebih parah. Pemeriksaan dan diagnosis dokter mungkin mengharuskan Anda mengikuti berbagai pengobatan medis.

Selain dengan pengobatan medis, cara mengatasi penyakit gondok secara alami mungkin juga perlu Anda lakukan. Berikut ini beberapa cara mencegah maupun mengatasi gondok sebagai langkah darurat.

Makanan Beryodium

Penyebab penyakit gondok yang utama adalah karena tubuh kekurangan asupan yodium. Karena itu cara mengatasinya adalah dengan mencukupi konsumsi yodium yang cukup.

Bawang Putih

Selain itu Anda juga bisa mencoba menggunakan bawang putih. Bumbu dapur ini kaya dengan fitokimia yang bersifat antibiotik dan virus yang baik untuk mengatasi penyakit gondok.

Akar Daruju

Alternatif ara mengatasi penyakit gondok secara amai lainnya adalah dengan menggunakan akar daruju. Herbal ini juga kaya asam amino dan mengandung zat flavone yang efektif untuk mengatasi peradangan dan bengkak.

Itulah berbagai penyebab penyakit gondok yang wajib Anda tahu. Mengenal jenis maupun gejala sejak dini juga penting untuk mencegah kondisi semakin parah. Periksakan ke dokter saat Anda merasakan tanda awal penyakit ini. (R11/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara