Minggu, Mei 22, 2022
BerandaBerita TerbaruPenyebab Penyakit Stroke, Gejala, Jenis, Pencegahan dan Terapinya

Penyebab Penyakit Stroke, Gejala, Jenis, Pencegahan dan Terapinya

Penyebab penyakit stroke tidak terjadi secara mendadak melainkan telah berlangsung lama akibat gaya hidup tak sehat. Mengenal jenis penyakit stroke dan gejalanya membantu upaya pencegahan dan terapinya agar tidak menjadi parah.

Stroke, menurut Wikipedia, merupakan hambatan aliran darah yang menuju ke otak sehingga menyebabkan terjadinya kematian sel. Kondisi inilah yang menyebabkan organ tubuh yang terserang stroke tak bisa berfungsi normal.

Penyakit ini termasuk penyebab kematian terbesar ketiga setelah jantung dan hipertensi. Bahkan stroke menjadi penyakit utama yang menjadi pemicu kecacatan pada banyak orang dewasa Eropa dan Amerika Serikat.

Sedangkan di Indonesia penyakit stroke juga menduduki 5 besar penyakit yang paling mematikan. Penyakit ini banyak terjadi dengan perbandingan 12 orang dari setiap 1.000 orang. Bahkan satu dari 7 penderita stroke berakhir dengan kematian.

Penyakit stroke membutuhkan tindakan darurat secara medis yang cepat. Memberikan pertolongan pertama pada gejala stroke ringan terutama untuk mencegah kondisi menjadi parah, timbulnya kerusakan permanen, hingga kematian.

Penyebab Penyakit Stroke yang Wajib Diwaspadai

Stroke bukan jenis penyakit yang muncul tiba-tiba meskipun serangannya bisa datang secara mendadak. Ada banyak faktor yang menyebabkan maupun memicu penyakit ini. Berikut ini beragam penyebab penyakit stroke yang wajib kita waspadai.

Sering Konsumsi Kolesterol dan Lemak

Gaya hidup tak sehat biasanya tercermin dari pola makannya. Terutama pilihan jenis makanan yang tidak sehat, seperti yang banyak mengandung lemak dan kolesterol. Pola makan yang berlangsung lama inilah yang bisa menyebabkan stroke.

Menumpuknya lemak dan kolesterol dalam tubuh ini akan masuk ke dalam darah. Nah, darah dengan kadar lemak yang tinggi dan mengalir ke otak maupun organ tubuh lainnya bisa menjadi tidak lancar atau bahkan terhambat.

Banyak Konsumsi Gula

Buat Anda yang senang dengan makanan atau minuman manis sebaiknya segera batasi atau kurangi konsumsinya. Sebab kebiasaan buruk ini juga menjadi penyebab penyakit stroke yang wajib Anda waspadai.

Kadar gula yang masuk ke dalam tubuh memang penting sebagai sumber energi dan akan terbakar. Namun jika kadarnya berlebihan akan mengganggu metabolisme tubuh. Kondisi ini juga bisa memicu berbagai penyakit, termasuk diabetes dan stroke.

Berlebihannya kadar gula darah akan membuat kandungan oksigennya menurun. Kondisi inilah yang bisa mengganggu aliran pembuluh darah, terutama yang menuju ke otak. Otak pun akan kekurangan oksigen.

Obesitas

Berat badan yang berlebih atau obesitas juga bisa menjadi penyebab penyakit stroke. Obesitas terjadi kebanyakan karena menjalani pola hidup yang tidak sehat. Selain makanan yang tak sehat, tubuh juga jarang bergerak sehingga menjadi gemuk.

Obesitas selain menyebabkan stroke juga bisa memicu berbagai penyakit kardiovaskuler, seperti penyakit jantung dan hipertensi. Berat badan yang berlebihan selain memicu stroke juga akan menyebabkan kerja jantung tidak optimal.

Banyak Konsumsi Garam

Selain konsumsi gula, terlalu banyak mengonsumsi garam juga berbahaya dan bisa mengakibatkan penyakit stroke. Tingginya kadar garam dalam darah akan meningkatkan tekanan darah yang bisa menjadi penyebab hipertensi.

Tak sedikit kasus stroke iskemik terjadi pada penderita hipertensi. Kondisi ini juga akan menyebabkan terganggunya keseimbangan cairan dalam tubuh. Bila kadar garam berlebihan bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah.

Kebiasaan Merokok

Kebiasaan buruk yang juga bisa menjadi penyebab penyakit stroke adalah merokok. Kandungan tar dan nikotin dalam asap rokok buruk untuk kesehatan. Selain merusak paru-paru, nikotin yang terserap darah juga bisa menumpuk.

Penumpukan zat beracun bisa menyebabkan terjadinya plak dan akhirnya akan mengganggu dan menghambat aliran darah. Jika otak tak mendapat suplai darah yang cukup bisa menyebabkan terjadinya stroke.

Faktor Usia

Usia bukanlah pemicu utama melainkan faktor yang meningkatkan risiko terserang penyakit stroke. Orang dengan usia lanjut sangat rentan terserang stroke, khususnya jika kondisi kesehatannya juga tidak baik.

Stres

Kebanyakan stroke terjadi berawal dari stres yang berlangsung lama. Tekanan psikologis ini akan memicu terganggunya fungsi organ tubuh, baik kerja jantung maupun tekanan darah. Kondisi inilah yang bisa menjadi penyebab penyakit stroke.

Malas Berolahraga

Asupan makanan sangat penting untuk menyuplai kebutuhan tubuh terhadap berbagai nutrisi. Namun agar proses metabolisme tubuh berjalan optimal, maka tubuh juga harus sering bergerak, termasuk dengan melakukan olahraga.

Malam berolahraga akan menyebabkan tubuh tidak bergerak. Akibatnya nutrisi dan zat makanan lainnya akan banyak yang menumpuk. Ini juga bisa menyebabkan terganggunya aliran darah sehingga memicu terjadinya stroke.

Komplikasi Penyakit

Faktor lainnya yang juga bisa menjadi penyebab penyakit stroke adalah karena komplikasi dari penyakit lainnya. Beberapa penyakit yang bisa memicu terjadinya stroke antara lain diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung.

Karena itu orang yang telah menderita penyakit-penyakit ini agar lebih waspada dan menjaga kondisinya agar tidak semakin parah. Stroke yang terjadi karena komplikasi penyakit termasuk berbahaya dan bisa berakibat kematian.

Beragam Jenis Penyakit Stroke

Stroke termasuk jenis penyakit kardiovaskular yang terjadi karena kadar lemak dalam darah yang kelewat tinggi. Hal inilah yang menjadi penyebab penyakit stroke akibat terganggunya aliran darah yang menuju ke otak.

Secara garis besar, penyakit stroke ada dua macam yang terbagi pada kelompok yang ringan dan berat. Untuk mengenal lebih jauh tentang gangguan ini, berikut ini beberapa jenis penyakit stroke yang wajib Anda tahu.

Stroke Iskemik

Jenis penyakit ini termasuk stroke ringan yang terjadi karena tersumbatnya aliran darah. Penyumbatan ini terutama karena kadar lemak dan kolesterol dalam darah yang terlalu tinggi sehingga suplai darah ke otak terhambat.

Kasus stroke yang terjadi lebih dominan karena jenis yang ringan ini. Tak hanya orang tua saja yang mengalami penyakit ini namun tak sedikit pula anak muda yang mulai banyak yang mengalaminya.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, kondisi ini karena terjadinya iskemia atau berkurangnya suplai atau aliran darah karena adanya penyumbatan dari trombosis maupun embolisme arteri. Karena itu jenis stroke iskemik ada dua jenis pula, yaitu:

Stroke Trombotik – Gumpalan darah yang terjadi akan menyebabkan tersumbatnya suplai darah yang menuju ke otak.

Stroke Emboli – Gumpalan darah yang terjadi bisa dari bagian tubuh lain dan penyumbatan darah terjadi pada aliran darah ke bagian tubuh yang lain pula.

Kebanyakan penyebab penyakit stroke iskemik, menurut Wikipedia, terjadi karena penyakit diabetes, yaitu sekitar 85 persen. Penyebab lainnya adalah karena pendarahan sebanyak 15 persen. Namun 40 persen kasus stroke pendarahan berakhir dengan kematian.

Gejala stroke ringan yang biasanya terjadi secara mendadak juga akan bisa segera hilang dengan sendirinya. Serangan  stroke ringan yang disebut juga transient ischemic attacks (TIA) umumnya berlangsung 24 jam saja.

Meskipun penyumbatan yang terjadi pada pembuluh darah bersifat sementara namun penderita perlu segera ditolong. Pertolongan pertama pada gejala stroke ringan sangat penting karena potensi serangan susulannya bisa lebih berat.

Stroke Hemoragik

Jenis penyakit stroke ini termasuk yang berat karena pembuluh darah pada jaringan otak mengalami pecah. Kondisi ini yang bisa menyebabkan terjadinya kelumpuhan tubuh. Penyebab penyakit stroke ini juga karena lemak yang menyumbat pembuluh darah.

Selain menyebabkan pecahnya pembuluh darah, tingginya kadar lemak darah juga bisa menyebabkan sel saraf otak mengalami tekanan. Selain dampaknya yang berbahaya, stroke hemoragik juga bisa memicu banyak komplikasi.

Pecahnya pembuluh darah bisa menyebabkan terjadinya pendarahan pada otak. Sebagian besar atau sekitar 70 persen kasus stroke hemoragik terjadi pada orang yang menderita hipertensi.

Gejala Stroke Ringan dan Berat

Ada banyak ciri dari penyakit ini. Selain penyebab penyakit stroke, penting juga mengenal berbagai gejala stroke untuk mencegah dan penanganan yang tepat. Berikut ini berbagai gejala stroke ringan dan berat yang wajib Anda kenali.

  1. Sering mengalami kesemutan maupun rasa kebas. Jika tanda ini terjadi berulang-ulang sebaiknya segera periksakan ke dokter.
  2. Fungsi mata terganggu dengan penglihatan yang sering kabur.
  3. Daya ingat mulai menurun dan sering mengalami gangguan fokus.
  4. Kemampuan koordinasi berbagai anggota tubuh mengalami penurunan. Tak jarang juga sering tidak sinkron.
  5. Sering mengalami sakit kepala maupun migrain yang berulang.
  6. Bagian tengkuk terasa pegal secara berlebihan.
  7. Mengalami kesulitan dalam berbicara. Bahkan untuk mengeluarkan kata-kata atau kalimat saja terasa sulit.
  8. Sebagian atau beberapa bagian tubuh terasa lemah dan mengalami kesulitan untuk berfungsi.

Cara Pencegahan dan Terapi Stroke

Serangan stroke sering terjadi secara mendadak. Mengenal penyebab penyakit stroke maupun gejalanya sejak dini sangat penting agar dapat mencegah kondisi menjadi semakin parah. Karena itu segera konsultasikan dengan dokter jika merasakan gejala stroke ringan.

Dokter biasanya akan melakukan sejumlah diagnosis untuk menentukan apakah memang telah terjadi gangguan pada pembuluh darah. Termasuk melakukan sejumlah pemeriksaan.

Ada berbagai jenis terapi stroke yang biasanya dilakukan untuk penanganan penyakit ini. Selain secara medis, Anda juga bisa melakukan pengobatan secara tradisional. Berikut ini beberapa alternatif pencegahan dan terapi stroke.

Terapi Tusuk Jarum

Ini merupakan pengobatan alternatif dan terapi stroke yang bisa Anda pilih. Cara ini terutama berguna untuk melancarkan aliran darah yang tersumbat atau terhambat dengan menghancurkan kandungan lemak darah.

Terapi Pijat Refleksi

Pengobatan alternatif ini juga berguna untuk membantu penderita stroke dalam meringankan penyakitnya. Terapi ini akan melakukan pijatan pada titik-titik saraf yang berguna untuk peredaran darah dan mengembalikan fungsi saraf.

Fisioterapi

Dokter atau petugas medis biasanya akan memberikan fisioterapi untuk mengembalikan kemampuan organ tubuh yang mengalami kemunduran fungsi. Latihan semacam ini perlu dijalankan secara berulang dalam waktu lama hingga fungsi tubuh kembali.

Demikianlah berbagai penyebab penyakit stroke yang sebaiknya Anda waspadai. Penting juga mengenal gejala penyakit stroke ringan maupun berdasarkan jenisnya seperti stroke iskemik dan hemoragik. Sehingga pencegahan maupun terapi stroke bisa lebih efektif. (R11/HR-Online)

- Advertisment -