Perbedaan Kelenjar Tiroid dan Paratiroid pada Manusia

Perbedaan Kelenjar Tiroid dan Paratiroid pada Manusia
Ilustrasi Perbedaan Kelenjar Tiroid dan Paratiroid. Foto: Ist/Net

Perbedaan kelenjar tiroid dan paratiroid memang sangat signifikan. Tetapi kedua kelenjar tersebut terdapat pada hewan vertebrata dan juga manusia. Keduanya merupakan kelenjar endokrin yang berfungsi dalam sekresi hormon yang hampir sama.

Ada beberapa kelenjar utama yaitu hipofisis, pituitari, endokrin, dan masih banyak lagi. Kelenjar tersebut secara khusus masuk pada kelenjar endokrin. Semuanya memiliki peran masing-masing bagi organ tubuh manusia.

Perbedaan mendasar dari tiroid dan paratiroid adalah pada bentuknya. Pada dasarnya, masih banyak lagi perbedaan antara dua kelenjar tersebut.

Perbedaan Kelenjar Tiroid dan Paratiroid

Meskipun tidak memiliki hubungan yang begitu fungsional, kelenjar paratiroid secara fisik melekat pada kelenjar tiroid. Tepatnya berada pada kapsul kelenjar di sisi posteriornya. Mereka adalah kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon yang termasuk dalam sistem endokrin pada tubuh.

Perbedaan utama bahwa tiroid hasilkan hormon yang mampu mengatur metabolisme tubuh. Sementara paratiroid menghasilkan hormon yang bisa mengontrol kadar ion kalsium pada darah. Walaupun sama-sama kelenjar endokrin, keduanya tidak bekerja secara bersamaan.

Baca Juga: Anatomi Kelenjar Saliva Berdasarkan Histologi yang Perlu Diketahui

Pengertian Tiroid

Kelenjar tiroid merupakan kelenjar besar tanpa duktus. Mampu memproduksi sekaligus mengeluarkan hormon yang bisa mengatur pertumbuhan serta perkembangan dengan mengendalikan laju metabolisme. Bentuk dari kelenjar ini adalah kupu-kupu.

Letak dari kelenjar tiroid berada pada pangkal leher. Memiliki panjang 2 inci dan dua lobus yang berada di sisi trakea. Fungsi utama kelenjar ini adalah mengatur metabolisme tubuh manusia.

Pengertian Paratiroid

Perbedaan kelenjar tiroid dan paratiroid berikutnya terletak pada fungsinya yang mengatur kadar kalsium dalam tubuh. Ukuran dari kelenjar ini hanya sebutir biji beras. Biasanya kelenjar paratiroid memiliki warna mustard-yellow.

Kelenjar paratiroid mensekresikan hormon PTH. Jika kekurangan kalsium dalam darah, PTH akan melepaskan ion kalsium yang berasal dari tulang. Ketika konsentrasi ion kalsium yang dimiliki darah tinggi, maka kelebihannya akan tersimpan pada tulang.

Struktur Tiroid

Kelenjar tiroid memiliki dua lobus, yaitu kiri dan kanan. Lobus ini melekat oleh daerah jaringan yang bernama genting. Kelenjar ini tersusun atas struktur bernama folikel yang mengandung sebuah zat lengket sebagai koloid.

Tempat itulah sebagai produksi hormon tiroid. Produksinya menggunakan molekul yodium yang membantu pembuatan hormon. Terdapat lapisan sel epitel yang mengelilingi folikel.

Baca Juga: Anatomi Telapak Kaki Manusia dan Jenis Pronasi pada Kaki

Struktur Paratiroid

Perbedaan kelenjar tiroid dan paratiroid berikutnya terletak pada strukturnya. Struktur dari kelenjar paratiroid berupa sel oxyphil. Sel utama ini terpisah dari tiroid melalui jaringan ikat.

Fungsi Tiroid

Enzim pada kelenjar tiroid berupa peroksida yang bekerja pada tirosin dan yodium. Mampu membentuk hormon tiroid dengan berbagai jenis. Ada dua jenis, yaitu Tri-iodotironina (T3) dan tiroksin (T4).

Fungsi Paratiroid

Kelenjar paratiroid memiliki fungsi untuk menghasilkan PTH. Memiliki fungsi untuk mengatur kadar kalsium dalam tubuh. Hal ini sangat penting karena sistem saraf manusia bergantung pada ion kalsium.

PTH memicu adanya pelepasan ion kalsium dari jaringan tulang. Caranya dengan mengaktifkan sel osteoklas yang mampu memecah tulang. Inilah yang menghentikan aktivitas osteoblas yang merupakan sel tulang.

Baca Juga: Struktur dan Fungsi Pankreas pada Pencernaan Tubuh Manusia

Regulasi Tiroid

Perbedaan kelenjar tiroid dan paratiroid juga terletak pada regulasinya. Sekresi pada hormon endokrin dari kelenjar tiroid berasal dari mekanisme umpan balik negatif. Dalam hal ini, melibatkan hipotalamus dan kelenjar hipofisis anterior otak.

Jika ada penurunan tri-iodotironina dan tiroksin, maka hipotalamus ini akan mengeluarkan hormon pelepas tirotropin. Hormon ini sebagai perangsang tiroid yang masuk ke kelenjar tiroid. TSH akan mengaktifkan produksi hormon pada tubuh.

Ketika sadar akan membuat hormon dalam darah tinggi. Selanjutnya akan memberi makan kembali ke otak yang telah berhenti melepaskan TRH. Hal ini juga akan menghentikan TSH dan melepaskan banyak hormon.

Regulasi Paratiroid

Nah, perbedaan kedua kelenjar ini yang sekresi hormonnya sebagian besar terkendali oleh kadar kalsium. Perubahan konsentrasi kalsium akan dirasakan oleh reseptor G-protein.

Mekanisme umpan balik negatif terlaksana pada regulasi ini. Tentunya dengan kalsium yang rendah sehingga memicu PTH yang lebih banyak untuk melepaskannya.

Kadar kalsium dalam plasma darah ini akan meningkat. Sehingga memicu PTH untuk berhenti melepaskan hormon. Itulah perbedaan kelenjar tiroid dan paratiroid dari berbagai sudut. Masing-masing mampu bekerja dalam menambah dan menghentikan hormon. (R10/HR Online)

Editor: Jujang