Mengenal Power Thresher Minimalis Karya Kader GP Ansor Ciamis

Power Thresher Minimalis
Pemkab Ciamis saat bersama GP Ansor membagikan Power Thresher Minimalis untuk Gapoktan di wilayah Lakbok. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Ciamis membagikan sebanyak 100 unit power thresher minimalis atau mesin perontok padi kepada Gapoktan.

Bantuan mesin ini bersal dari Pemerintah Ciamis yang bekerjasama dengan GP Ansor dalam rangka mempermudah proses panen dan meningkatkan produktivitas para petani.

Ketua PAC GP Ansor Lakbok, Nawawi, menjelaskan, pembagian yang berlangsung sejak 28-30 Desember 2020 di lima titik ini, yakni di Lakbok, Lumbung, Cihaurbeuti, Jatinagara dan PCNU Ciamis, untuk 100 Gapoktan.

“Ini dari pemerintah yang bekerjasama degan Ansor Ciamis. Kebetulan Ansor Lakbok yang membuat mesin perontok padi minimalis ini,” tuturnya kepada HR Online, Rabu (30/12/2020).

Menurutnya, saat membagikan mesin yang berbobot 40 kilogram itu antusias masyarakat yang tergabung dalam Gapoktan begitu luar biasa.

Pasalnya, power thresher minimalis ini bisa untuk semua medan, baik sawah di pegunungan maupun di daratan.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, kata Nawawi, karena banyak petani yang menggunakan alat semacam itu terkendala bobot yang berat dan ukurannya lebih besar.

Bahkan, mesin tersebut pun bisa digendong oleh satu orang saja ke sawah yang sedang panen.

“Ternyata banyak yang bilang harusnya memang bantuan seperti ini dari pemerintah, karena tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi medan petani. Di Ciamis banyak juga areal pegunungan, makanya mereka respon sekali,” imbuhnya.

Baca juga: Wabup Ciamis Serahkan Bantuan Hibah Mesin Perontok Padi untuk Gapoktan

Hasil Report Power Thresher Minimalis Balai Mektan

Sesuai hasil test report Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (Mektan), Nawawi merinci mesin yang terdiri dari boks itu bobotnya mencapai 25 kilogram dan mesinnya 15 kilogram dengan total keseluruhan 40 kilogram.

Untuk penggunaan, dalam waktu 1 jam rata-rata bisa merontokkan bulir padi dari tangkainya seberat 246 kilogram dengan tingkat kebersihan mencapai 89,75 persen.

Sedangkan dalam waktu 1 jam mesin tersebut hanya membutuhkan sekitar 0,52 liter bahan bakar. Sehingga, dari beberapa poin uji yang ada tingkat efektivitasnya mencapai angka 99,93 persen dan penyusutan hasil perontokan ini hanya 0,77 persen.   

“Penggunaan dan penyetelannya mudah, begitu juga untuk menyalakan serta operatornya tidak banyak. Itu hasil ujinya dari Balai Mektan,” imbuhnya.

Meski sudah melalui tahap uji, Nawawi menyebut pihaknya masih memproses hak paten power thresher minimalis kreasi kader Ansor ini.

Beruntung, Dinas Pertanian setempat berjanji akan membantu memasukkan ke e-katalog agar bisa diakses secara nasional.

“Hak paten masih proses. Alhamdulillah kita sudah mencapai 300 unit yang terjual ke wilayah sendiri maupun luar kota, seperti Padang, Bali, Sukabumi, Cirebon, Madura, Majalengka dan lainnya,” ujarnya.

Sedangkan untuk harga jual per unitnya ia patok Rp 4 juta dan ongkos kirimnya menjadi tanggungan pembeli.

baca juga: Lulus Jurusan Pendidikan, Pemuda Ciamis Ini Sukses Jadi Pembuat Mesin Perontok Padi

Rencana Pengembangan Teknologi

Sebagaimana arahan dari PW Ansor Jabar, Nawawi mengatakan pihaknya saat ini tengah merencanakan pengambangan alsistan tersebut.

Ia pun membocorkan rencana modifikasi mesin perontok minimalis ini akan kolaborasi dengan pengeringnya langsung. Sehingga, ketika padi keluar sudah dalam keadaan kering.

“Kebetulan ada kader yang bisa buat alat pengeringnya. Nah ini kan bagus kalau kita kombinasikan. Hanya saja ini perlu waktu agar penggunaannya pun bisa lebih mudah oleh petani dengan harga yang terjangkau,” terangnya.

Dari inovasi power thresher minimalis ini, ia harap dapat membantu meringankan petani dalam produksi pertanian dan menjadi motivasi bagi pemuda untuk lebih kreatif dan inovatif.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Ciamis, Maulana Sidik, menambahkan, kreativitas dari kadernya ini tiada lain bentuk kepedulian di bidang pertanian.

Menurutnya, alat ini berdasarkan hasil uji Balai Mektan sudah jelas sangat membantu karena mudah penggunaan dan perawatannya.

Karena itu, pengembangan teknologi pertanian saat ini sangat perlu agar generasi penerus bisa lebih peduli terhadap petani.

“Ini motivasi bagi para pemuda insan pertanian. Tinggal karya-karya generasi penerus seperti power thresher minimalis ini juga perlu dorongan dari pemerintah dengan adanya kolaborasi seperti ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam pembagian mesin ke Gapoktan di wilayah Lakbok, Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra, mengatakan, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan ekonomi, salah satunya bidang pertanian.

Baginya, GP Ansor memberikan jawaban dari beragam tantangan itu, khususnya untuk sektor pertanian.

“Sekarang bidang ini kurang peminatnya, tapi Ansor bisa menjawabnya. Ini harapan besar untuk Ciamis agar ke depan bisa semakin lebih maju. Insya Alloh kami dari pemerintah berkomitmen untuk hadir di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Yana mengharapkan dari pembagian power thresher minimalis untuk gapoktan ini bisa lebih bermanfaat dan Ansor bisa terus berinovasi dalam teknologi tepat guna ini. (Muhafid/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid