Saat di Banjar, Wagub Jabar Ingatkan Bahaya Penyakit Tidak Menular

Penyakit Tidak menular
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum didampingi Walikota Banjar Ade Uu Sukaesih serta jajaran Forkopimda saat diwawancarai awak media. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengingatkan kepada semua pihak khususnya pemerintah daerah untuk mewaspadai serta tidak abai penyakit tidak menular (PTM) sebagai penyakit penyerta (komorbid) yang turut memperparah kondisi kesehatan pasien terinfeksi Covid-19.

Hal itu ia sampaikan saat apel inspeksi penindakan disiplin protokol kesehatan Pemprov Jabar di halaman Pendopo Kota Banjar, Senin (28/12/20).

Penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, hipertensi, gula darah dan semacamnya, ujar Uu, juga perlu menjadi prioritas kewaspadaan di samping upaya pencegahan dan penanganan virus Corona itu sendiri.

Menurutnya, penyakit penyerta menjadi faktor penyebab tingginya jumlah angka kematian pasien Covid-19 serta menjadi pemicu melemahnya imunitas.

Sehingga, mereka yang memiliki riwayat komorbid tersebut masuk dalam kategori orang berisiko tinggi dan mudah terpapar virus Corona.

“Harus waspada dan dicatat oleh pemerintah masing-masing. Jangan sampai penyakit tidak menular ini terabaikan karena cukup bahaya,” ujar Uu kepada awak media, Senin (28/12/20).

Baca juga: Positif Covid-19, Anggota DPRD Kota Banjar Ini Ajak Masyarakat Patuhi Prokes

Jabar Butuh 30,4 Juta Vaksin

Selain itu, Uu menyebut jumlah kebutuhan vaksin yang dibutuhkan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat sebanyak 30,4 juta vaksin.

Namun, dari jumlah kebutuhan tersebut baru sekitar 15,5 juta vaksin yang tersedia dan akan didistribusikan untuk warga Jabar melalui pemerintah Kab/Kota.

Jika dalam pelaksanaannya nanti jumlah vaksin yang diajukan tersebut masih kurang mencukupi, pihaknya akan mengajukan lagi ke pemerintah pusat.

Ia juga meminta Pemda masing-masing supaya ikut berpartisipasi membuat anggaran untuk pengadaan vaksin itu.

“Rencananya nanti tanggal 22 Januari sudah mulai. Apabila masih perlu banyak tambahan silakan Pemkot dan Pemda bisa menganggarkan,” ujar orang nomor dua di Jawa Barat tersebut.

Jangan Lelah Tingkatkan Prokes

Semua pihak, lanjutnya, agar tidak lelah dan jenuh meningkatkan kesadaran warga menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Selain itu, ia harap masyarakat mau mengikuti vaksinasi supaya proses percepatan pengendalian pandemi ini bisa segera terkendali dan sektor perekonomian kembali pulih.

“Semuanya harus ikut mendukung pelaksanaan vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan agar penyebaran virus Corona ini bisa kita kendalikan,” katanya.

Baca juga: Kasus Konfirmasi Aktif Covid-19 di Kota Banjar Hari Ini Kembali Bertambah

25 Desa di Banjar Zona Merah

Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih mengatakan, sebanyak 21 dari jumlah 25 Desa/Kelurahan yang ada saat ini berstatus zona merah.

Namun demikian, untuk status Kota Banjar sendiri masih termasuk masuk dalam kategori zona orange dari sebelumnya zona merah.

“Untuk saat ini Kota Banjar termasuk dalam status zona orange,” kata Ade Uu Sukaesih.

Untuk menekan jumlah penyebaran corona, lanjutnya, pemerintah terus melakukan upaya pencegahan melalui penindakan, edukasi dan pemeriksaan spesimen melalui tes uji usap serta upaya lainnya.

“Tentunya pemerintah bersama tim Satgas akan bersinergi melakukan berbagai upaya pencegahan untuk memutus penyebaran covid-19 ini agar jumlahnya tidak terus meningkat,” ujarnya. (Muhlisin/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid