Saluran Irigasi Terputus, Petani di Pangandaran Ini Tak Bisa Garap Lahan

Para petani tengah bergotong-royong memperbaiki saluran irigasi terputus akibat longsor. Foto: Enceng/HR.
Para petani tengah bergotong-royong memperbaiki saluran irigasi terputus akibat longsor. Foto: Enceng/HR.

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Saluran irigasi terputus mengakibatkan petani penggarap sawah di Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tidak bisa menggarap lahan pertaniannya.

Lahan sawah yang belum bisa digarap itu berada di Blok Cigadog, Sawah Lega, dan Sawah Peuteuy, Dusun Citarunggang, Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran.

Penyebab saluran irigasi terputus akibat longsor yang terjadi beberapa waktu lalu. Para petani sebelumnya telah bergotong-royong menyambungkan kembali saluran air tersebut. Namun belum membuahkan hasil.

Penyuluh Pertanian Swadaya Desa Pangkalan, Taryana, mengatakan, keinginan para petani untuk menanam padi saat musim tanam tahun ini terkendala oleh putusnya saluran irigasi.

“Usaha mereka agar tetap bisa menggarap dan menanam padi terlihat dari kekompakan saat kerja bakti memperbaiki saluran irigasi itu. Tiap hari puluhan petani melakukan kerja bakti memperbaiki saluran irigasi dengan alat seadanya,” katanya, kepada HR Online, Kamis (03/12/2020).

Baca Juga : Petani Padi Beralih Tanam Jahe di Pangandaran

Saluran irigasi yang terbawa longsor itu panjangnya sekitar 250 meter. Sedangkan, lahan sawah yang terdampak luasnya sekitar 60 hektar.

Jika tidak secepatnya diperbaiki, maka dipastikan banyak petani yang tidak bisa menggarap dan menanam padi. Sebenarnya, kata Taryana, saluran irigasi bisa cepat berfungsi kembali apabila menyambungkannya menggunakan pipa. Namun, tidak semua petani punya uang untuk membeli pipa tersebut.

“Kalau disambung dengan pipa, mungkin dalam waktu satu minggu juga air bisa kembali mengairi sawah. Tapi butuh biaya yang cukup besar, sedangkan tidak semua petani siap mengeluarkan anggaran,” terangnya.

Menurut Taryana, sebagai solusinya harus membuat saluran air baru. Walaupun mungkin membutuhkan waktu cukup lama.

“Saya berharap pemerintah memberikan bantuan agar para petani secepatnya bisa menggarap dan menanam padi seperti yang mereka harapkan. Karena seharusnya saat ini sudah memasuki musim tanam,” tukasnya. (Cenk/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah

Aegis Boost Pro