Jumat, Januari 28, 2022
BerandaBerita CiamisSempat Jalani Isolasi, 15 Warga Desa Kalijaya Ciamis Negatif Corona

Sempat Jalani Isolasi, 15 Warga Desa Kalijaya Ciamis Negatif Corona

Berita Ciamis (Harapanrakyat.com),- 15 warga Desa Kalijaya, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang sempat menjalani isolasi mandiri negatif virus corona. Hal itu disampaikan saat Satgas Covid-19 Kecamatan Banjaranyar menggelar sosialisasi Desa ODF, Jumat (25/12/2020).

Kepala UPTD Kesehatan Puskesmas Cigayam Ari Angga Rianto menyatakan hasil negatif berdasarkan hasil tes swab terakhir terhadap 15 orang warga Kalijaya.

“Hasil tes terakhir itu keluar pada Tanggal 18 kemarin. hasilnya Alhamdulillah semuanya negatif. Hasil ini tak lepas dari semua pihak yang ketat mengawasi isolasi mandiri terhadap ke 15 warga yang kontak erat dengan pasien positif,” katanya.

Ari juga mengajak kepada seluruh warga Desa Kalijaya dan sekitarnya agar tetap mentaati anjuran pemerintah dan melaksanakan protokol kesehatan (prokes).

“Saat ini bukan 3M lagi tapi masyarakat harus menjalankan 4M ya. Yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta menghindari kerumunan. Nah yang saat ini paling perlu warga lakukan adalah hindari kerumunan,” ujarnya.

Ari menjelaskan kerumunan menjadi salah satu penyebaran virus yang paling cepat. Saat ada pertemuan pun harus menjaga jarak minimal 1,5 meter.

“Pokoknya, masyarakat jika ingin sehat dan terbebas dari virus corona adalah hindari dulu kerumunan,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Desa Kalijaya sempat merasa khawatir saat 15 warga harus menjalani isolasi mandiri setelah menjalani tes Swab oleh petugas kesehatan.

“Terus terang kami merasa bingung saat 15 warga harus menjalani isolasi. Terutama soal biaya kebutuhan mereka. Sedangkan anggaran desa sudah menipis. Terlebih hasil swab itu lambat keluarnya,” ujar Yosep Kepala Desa Kalijaya.

Yosep pun mengaku tidak bisa berbuat banyak ketika warga yang menjalani isolasi menuntut bantuan. Namun pihaknya tetap memberikan pengertian dan pengawasan terhadap warga yang menjalani isolasi itu.

“Agak sulit juga mengarahkan agar yang isolasi itu bisa patuh untuk tetap diam di rumah. Kebanyakan yang membandel. Ketika memberikan teguran, mereka malik bertanya, dan meminta tanggung jawab biaya,” Jelas Yosep. (Suherman/R9/HR-Online)

Editor: Dadang

- Advertisment -