Sinopsis Film Kemarin, Kisah Pilu Kepergian Personil Seventeen

Sinopsis FIlm Kemarin Kisah Pilu Kepergian Personil Seventeen
Sinopsis Film Kemarin. Foto: Ist/Net

Sinopsis film Kemarin merupakan kisah tewasnya personil Seventeen akibat tsunami tahun 2018. Sebenarnya Kemarin adalah film dokumenter untuk mengenang kepergian personil Seventeen kala itu. Siapa sangka bahwa akan ada korban orang-orang yang mempunyai nama dalam dunia musik Indonesia.

Film ini tayang pada tanggal 3 Desember 2020 sekaligus sebagai tanda rilis pertama kalinya. Memang dalam perilisan film ini sempat ada kendala dan penundaan. Tetapi setelah melewati beberapa langkah dan rintangan, akhirnya berhasil juga.

Kemarin merupakan film dokumenter dengan arahan sutradara Upie Guava. Seseorang yang sangat terkenal sebagai sutradara musik papan atas. Produser dari film ini adalah Mahakarya Pictures dan Mahaka Radio Integral.

Baca Juga: Sinopsis Samjin Company English Class, Film Box Office Korea Selatan

Film dengan durasi kurang dari 55 menit ini merupakan kisah nyata. Bahkan pada beberapa potongan film tampak bagian-bagian real dari dokumentasi milik manajemen Seventeen. Lebih tepatnya, film ini bercerita tentang metamorfosis band Seventeen dari awal hingga harus banyak nyawa yang menghilang akibat tsunami.

Sinopsis Film Kemarin

Sinopsis film Kemarin ini merupakan salah satu film yang memberikan kisah pilu dan haru. Sebab mengisahkan sesuatu yang nyata pada tahun 2018. Banyak orang yang mengira bahwa film ini akan memberikan sajian yang dramatis.

Justru hal ini tak terduga, film Kemarin rilis dengan kisah yang runtut dan jelas. Tak hanya itu, film ini juga menampilkan kebersamaan band terkenal yang harus berpisah dengan cara pilu. Tetapi film ini mendapatkan sambutan baik dari para penonton.

Kisah awal film ini adalah sebuah perjalanan panjang yang telah ditempuh oleh personil band Seventeen. Tentunya mereka masih menggunakan formasi lama. Sebab ini benar-benar masih hangat dan baru.

Vokalis band ini dulunya masih bernama Doni. Lalu mereka masih belum mengenal dunia entertainment seperti saat ini. Bahkan mereka masih tahap mengenal karakter satu sama lain.

Bercerita Awal Mula Membentuk Band

Dalam sinopsis film Kemarin ini, mereka membentuk sebuah band pada tahun 1990an. Seventeen merupakan band yang berasal dari Yogyakarta. Tentu sulit membangun band sehingga bisa memiliki nama yang besar dan terkenal.

Baca Juga: Sinopsis True Mothers, Film Perwakilan Jepang dalam Oscar 2021

Grup band ini berawal dari hobi saat masih SMA. Beranggotakan empat orang yang masih lugu dan belum tahu apa-apa. Karir mereka berempat melonjak pada album pertamanya.

Lagunya berjudul Bintang Terpilih yang rilis pada 17 Juli 2003. Tentu dalam menempuh semua ini, banyak lika-liku rintangan yang mereka hadapi. Setiap personil tentu akan mengalami perubahan setiap waktunya.

Karir yang Semakin Naik Daun

Sampai akhirnya dalam sinopsis film Kemarin, nama Riefian Fajarsyah terkenal dengan sebutan Ifan. Sosok ini merupakan vokalis Seventeen hingga saat ini.

Bahkan tampak awal mula Ifan bergabung dengan band Seventeen. Ifan lolos dalam ajang pencarian personil baru sebagai vokalis. Inilah awal karir yang hingga adanya musibah tsunami Selat Sunda pada tahun 2018.

Tidak ada yang menyangka bahwa panggung megah itu akan menjadi akhir dari kepergian beberapa personil Seventeen. Berat rasanya harus kehilangan orang-orang yang sudah berjuang bersama dalam satu cita-cita.

Saat itu ada tiga personil Seventeen yang sedang menghibur para penonton. Kebetulan Ifan sedang tidak ada diatas panggung. Namun, nasib buruk menimpa mereka semua.

Tsunami

Dalam sinopsis film Kemarin, tsunami tiba-tiba datang dari arah belakang panggung. Semua orang tersapu oleh air yang menerjang dengan sangat keras. Semuanya porak-poranda dalam hitungan menit.

Termasuk para personil dan panggung serta orang-orang yang ikut dalam acara tersebut. Air tsunami itu merenggut banyak nyawa. M Awal Purbani, Windu Andi, dan Herman Sikumbang adalah personil Seventeen yang meninggal akibat tsunami itu.

Saat evakuasi korban, ternyata Ifan satu-satunya personil yang selamat. Ketiganya meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan sehingga tak berdaya untuk menahan desakan demi desakan puing bangunan. Mereka tidak sempat menyelamatkan diri karena air menghantam begitu dahsyat.

Sebelum acara konser tersebut, mereka sudah ada plan untuk membuat video sebagai peringatan 20 tahun mereka bersama. Belum sampai mereka membuat video, sudah harus terpisah dengan cara yang pilu. Sungguh ini adalah kehendak Tuhan yang tidak bisa terelakkan.

Bagaimana, penasaran bukan dengan kisah dari sinopsis film Kemarin? Ifan sampai menangis melihat kisah dari film ini. Saksikan kisah pilu dan haru dari film ini untuk mengenang mereka yang sudah memberikan kenangan indah bagi musisi Indonesia. (R10/HR-Online)

Editor: Ndu

Aegis Boost Pro