Selasa, Januari 18, 2022
BerandaBerita TerbaruStunting pada Anak, Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya

Stunting pada Anak, Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya

Stunting pada anak harus kita waspadai. Ada dampak buruk akibat kurangnya asupan protein. Mengenal dan memahami tentang gejala dan penyebab stunting juga penting untuk mencegah dampaknya dan cara penanganannya.

Stunting, mengutip dari Wikipedia, merupakan keadaan atau kondisi terhambatnya pertumbuhan pada si kecil. Kondisi ini berhubungan dengan kurangnya asupan gizi yang seharusnya anak-anak butuhkan karena sedang dalam masa pertumbuhan.

Saat ini pemerintah sedang gencar mengampanyekan pentingnya gizi untuk anak-anak dalam rangka untuk mencegah terjadinya stunting. Selain akan mempengaruhi pertumbuhannya, ada beragam dampak buruk kondisi ini.

Secara umum penyebab stunting pada anak karena kekurangan gizi, khususnya asupan proteinnya. Kurang gizi yang berlangsung lama ini akan menyebabkan pertumbuhan anak mengalami perlambatan pertumbuhan atau bahkan terhenti.

Baca juga: Waspadai, Ini Penyebab Stunting yang Harus Anda Ketahui

Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 oleh Kementerian Kesehatan menemukan prevalensi balita stunting di Indonesia ternyata masih cukup tinggi. Jumlah kasus itu mencapai 29,6 persen, jauh di atas batasan WHO sebesar 20 persen.

Anak-anak yang mengalami stunting, mengutip hasil penelitian Ricardo (Bhutta, 2013), berdampak terhadap 15 persen kasus kematian balita di seluruh dunia. Kelainan ini juga menyebabkan 55 juta anak kehilangan periode hidup sehat dan berkualitas setiap tahunnya.

Problem gizi tentunya berkaitan dengan kemampuan ekonomi dari orang tuanya. Karena itu kasus stunting pada anak di Indonesia banyak terjadi pada keluarga yang miskin. Baik yang terdapat pada perkotaan maupun daerah pelosok.

Namun yang menarik, selain keluarga yang kurang mampu, penelitian juga menemukan banyaknya kasus stunting pada keluarga yang dalam kategori berkecukupan. Tampaknya informasi dan pengetahuan yang kurang juga bisa memicu kasus ini.

Ciri-ciri dan Gejala Stunting pada Anak

Gangguan pertumbuhan anak ini tak hanya pada fisik tubuhnya namun juga menyangkut perkembangan otaknya. Gejala stunting yang paling terlihat adalah tinggi tubuhnya yang jauh lebih rendah ketimbang bocah seusianya.

Dampak langsung dari kondisi kekurangan gizi kronis bisa kita cermati sejak dini. Para orang tua bisa mengamati perkembangan anak-anaknya khususnya sejak kelahiran hingga 1000 hari dalam pertumbuhannya.

Ciri-ciri stunting pada anak secara umum akan terlihat sejak kelahiran hingga berumur 3 tahun. Periode pertumbuhan emas atau yang terpenting dari seorang anak ini justru tidak optimal. Dampaknya juga akan terlihat setelahnya.

Untuk mengenal lebih jauh tentang gangguan ini, ada baiknya Anda memperhatikan ciri-ciri dan gejala stunting sejak dini. Jika Anda menemukannya sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk penanganannya.

Ukuran Tubuh Lebih Pendek

Orang yang mengalami stunting akan mempunyai bentuk dan ukuran tubuh yang lebih pendek. Ciri ini akan terlihat jelas saat membandingkan anak Anda dengan anak seusia lainnya.

Namun ukuran tubuh yang lebih pendek tidak selalu merupakan gejala stunting pada anak. Apalagi jika perbedaan dengan teman lainnya tidak terlalu mencolok.

Wajah Lebih Muda

Selain pertumbuhan fisik yang berlangsung lambat, wajahnya juga umumnya terlihat lebih muda dari usianya. Sebagai orang tua Anda juga perlu mengenal perkembangan dan ciri pertumbuhan normal anak.

Selan itu karena kurangnya gizi bocah yang mengalami stunting biasanya juga akan mengalami keterlambatan dalam sejumlah hal. Termasuk terlambat menyangkut pertumbuhan giginya maupun saat pubertasnya.

Kemampuan Kognitif yang Rendah

Ciri-ciri stunting pada anak lainnya adalah kemampuan kognitifnya yang rendah. Gejala ini termasuk yang mengkhawatirkan karena telah menyebabkan perkembangan fungsi otaknya kurang optimal.

Daya kognisi yang rendah bisa kita tahu dari angka IQ yang rendah. Begitu juga saat tes perhatian dan memori belajar juga rendah. Anak-anak balita juga terlihat pada perkembangan kemampuannya dalam mengucapkan kata-kata yang terlambat.

Anak Sering Sakit

Ciri stunting pada anak lainnya adalah kondisi anak yang mudah sakit. Tak sedikit anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhannya sering mengalami sakit-sakitan. Kondisi ini terutama berhubungan dengan sistem imunitasnya yang rendah.

Kekebalan tubuh yang rendah juga berkaitan dengan asupan makanan nutrisi yang kurang. Jika anak yang kekurangan gizi berlangsung lama dan kurang tercukupi asupannya, wajar saja jika anak mudah terserang penyakit.

Sayangnya, tak sedikit masyarakat mengaitkan kondisi semacam ini dengan hal yang bersifat mistik. Karena itu kita sering menjumpai orang tua yang segera mengubah nama anaknya yang sering sakit. Padahal Anda mestinya berkonsultasi dengan dokter.

Anak Lebih Pendiam

Ciri-ciri stunting pada anak yang juga sering terlihat adalah sifatnya yang cenderung lebih pendiam atau menyendiri. Tak sedikit anak merasa rendah diri sehingga lebih senang menjauh dari teman-temannya.

Bahkan bocah yang memiliki kelainan ini juga jarang melakukan kontak mata dan lebih senang menunduk saat berbicara pada teman atau orang lain. Tanda ini juga mencerminkan rasa kurang percaya diri anak.

Cenderung Mudah Gemuk

Gejala stunting juga akan terlihat pada fisiknya yang cenderung lebih mudah menjadi gemuk. Namun gemuk anak dengan gangguan ini bukan gemuk sehat. Terganggunya sistem endokrin pada tubuh akan berpengaruh terhadap metabolisme lemak.

Baca juga: 3.780 Bayi di Ciamis Alami Stunting

Metabolisme lemak yang mengalami gangguan inilah yang akan menyebabkan anak lebih gampang gemuk. Bahkan meskipun porsi makannya sedikit, namun tubuh cepat melar. Namun untuk memastikannya sebaiknya konsultasikan dengan ahlinya.

Penyebab Stunting pada Bayi dan Anak

Stunting merupakan problem gizi kronis yang telah berlangsung sejak dalam kandungan. Kurangnya asupan yang bernutrisi menyebabkan anak tumbuh kurang optimal.

UNICEF menetapkan masalah stunting pada rentang anak-anak dari sejak usia 0 hingga 59 bulan atau 6 tahun. Berikut ini berbagai faktor yang menjadi penyebab stunting pada anak yang wajib orang tua tahu.

Kekurangan Gizi

Stunting merupakan kondisi pertumbuhan si kecil yang mengalami kegagalan. Kondisi ini terjadi karena anak kekurangan asupan gizi dalam rentang waktu lama. Gagal tumbuh tak hanya pada fisik namun juga pada kemampuan otaknya.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, kurangnya asupan gizi berlangsung dari sejak dalam kandungan hingga 1000 hari pertama kelahiran. Penyebab stunting karena anak tidak mendapatkan asupan gizi yang anak butuhkan.

Faktor penyebab ini setidaknya mencakup beberapa aspek. Seperti rendahnya asupan vitamin dan mineral, kurang beragamnya asupan pangan protein hewani, serta rendahnya akses terhadap makanan yang bergizi.

Pola Asuh yang Buruk

Penyebab stunting pada anak juga berkaitan dengan pola asuh yang buruk dari orang tuanya. Faktor ini bisa terjadi karena sang ibu juga kurang nutrisi saat mudanya. Hal ini berlanjut hingga saat kehamilan dan kelahiran.

Kondisi ibu yang kekurangan nutrisi juga akan menyebabkan laktasi untuk bayinya akan kekurangan gizi pula. Hal inilah yang akan berpengaruh pada pertumbuhan anak selanjutnya, baik fisik tubuhnya maupun pada otak anak.

Bahkan hasil penelitian dari Riskesdas 2013 Kemenkes menemukan kondisi ibu hamil pada tahun 2016-2017. Setiap 1 dari 5 ibu hamil mengalami kurang gizi, dan 7 dari 10 ibu hamil mengalami kurang kalori dan protein.

Kondisi yang tak jauh berbeda terjadi pada anak-anak balita. Malah ada 7 dari setiap 10 anak balita yang mengalami kurang kalori. Selain itu sebanyak 5 dari 10 anak balita juga kekurangan protein.

Faktor Lingkungan

Aspek kebersihan lingkungan juga ikut berpengaruh terhadap tingginya kasus stunting yang terjadi. Khususnya akses terhadap sanitasi dan air bersih ikut menentukan pertumbuhan optimal anak-anak balita.

Faktor Penyebab Stunting Lainnya

Selain itu faktor penyebab stunting pada anak lainnya juga menyangkut penyakit yang terjadi pada ibu. Ibu yang menderita penyakit infeksi, hipertensi, maupun gangguan mental bisa menyebabkan stunting.

Kemenkes juga mensinyalir kehamilan remaja akibat pernikahan dini juga bisa memicu terjadinya stunting. Begitu juga dengan jarak kelahiran anak yang terlalu pendek juga bisa menyebabkan stunting.

Cara Mencegah dan Mengatasi Stunting pada Anak

Langkah pencegahan stunting sangat penting agar pertumbuhan anak tidak terganggu. Kalaupun anak mengalami stunting orang tua perlu melakukan penanganan yang tepat. Berikut ini cara mencegah dan mengatasi stunting.

Cara Mencegah Stunting

Perhatian harus kita berikan pada 1000 hari pertama setelah kelahiran. Dalam umur dari 0 hingga 2 tahun ini anak harus mendapatkan asupan makanan dengan kandungan nutrisi yang cukup dan bervariasi. Ini penting untuk mencegah stunting.

Asupan Nutrisi yang Cukup dan Seimbang

Jika orang tua menemukan adanya gejala stunting pada anak, Anda bisa memberikan penanganan saat anak belum berumur lebih dari 3 tahun. Anda bisa segera memberikan asupan nutrisi yang cukup pada anak.

Namun asupan makanan yang Anda berikan tak hanya cukup gizi. Sangat penting juga untuk membuat variasi menu. Hal ini agar tubuh anak menyerap beragam jenis gizi yang memang sangat dibutuhkan anak.

Ajak Anak Aktif dan Rajin Berolahraga

Periode anak stunting yang juga penting adalah sebelum anak memasuki masa pubertas. Jika anak mengalami kelainan ini dan belum puber, Anda masih bisa mengatasi kondisi anak dengan berbagai cara.

Antara lain Anda bisa mengajak anak menjalani pola hidup sehat. Baik dengan banyak mengonsumsi makanan yang bergizi. Termasuk dengan menu dari buah dan sayuran.

Anak juga perlu Anda ajak agar rajin berolahraga. Tak perlu dengan jenis olahraga yang berat. Cukup dengan senam atau jogging setiap pagi akan memberikan manfaat yang besar untuk pertumbuhan anak.

Selama mengatasi kondisi stunting ini Anda juga bisa memberikan asupan suplemen makanan sebagai pelengkap. Namun sebaiknya konsultasikan dengan ahli gizi menyangkut suplemen yang baik untuk anak.

Menjaga Lingkungan Sehat

Faktor lingkungan yang buruk merupakan penyebab stunting pada anak yang sering terjadi. Karena itu penting menjaga kondisi lingkungan yang bersih dan sehat untuk mendukung pertumbuhan anak. (R11/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara

- Advertisment -