Rabu, Oktober 20, 2021
BerandaBerita TerbaruTahapan Siklus Krebs dan Fungsinya pada Jaringan Organisme

Tahapan Siklus Krebs dan Fungsinya pada Jaringan Organisme

Tahapan siklus krebs merupakan ilustrasi rangkaian kimia yang terjadi pada organisme aerobik. Siklus ini menggunakan oksigen agar bisa memperlancar metabolisme. Memang proses siklus ini sangat rumit dan banyak langkahnya.

Fungsi terpenting dari siklus ini adalah untuk menghasilkan energi dari Asetil ko-A. Hasil ini berasal dari perubahan asam piruvat dari proses glikolisi. Siklus krebs disebut juga sebagai proses respirasi aerob.

Karakteristik siklus ini adalah terjadi dalam kompartemen dari suatu matriks mitokondria. Hal ini mengharuskan asam piruvat pada proses glikolisis masuk ke mitokondria untuk melangsungkan tahapan berikutnya. Tentu berbeda dengan tahapan glikolisis yang berlangsung pada sitoplasma.

Tahapan Siklus Krebs

Semua makhluk hidup memerlukan energi yang berasal dari proses katabolisme atau pemecahan glukosa dalam sel. Sebelumnya, melalui proses glikolisis yang akan mengubah dalam bentuk asam piruvat. Tentu saja dalam hal ini membutuhkan oksigen, jika tidak ada bisa melalui respirasi aerob.

Tetapi jika ada oksigen, asam piruvat ini akan mengalami proses respirasi aerob. Nantinya mengalami perubahan wujud menjadi energi, air, dan CO2.

Siklus krebs memiliki dua proses yang sangat penting. Kedua proses itu adalah dekarboksilasi oksidatif dan siklus krebs. Dekarboksilasi oksidatif merujuk pada tahapan perubahan asam piruvat ke asetil ko-A yang akan menuju ke matriks mitokondria.

Baca Juga: Tahapan Respirasi Aerob Terdiri 4 Proses yang Penting untuk Diketahui

Dekarboksilasi Oksidatif

Ini merupakan tahapan siklus krebs yang mengubah asam piruvat ke dalam bentuk asetil ko-A. Tahapan ini melalui beberapa reaksi dikatalisis oleh kompleks enzim piruvat dehidrogenase. Enzim ini berada pada mitokondria sel eukariotik dan sel prokariotik pada sitoplasma.

Proses ini berawal dari lepasnya gugus karboksilat dari asam piruvat ke CO2. Lalu, sisa dua atom dari asam piruvat ini akan mentransfer kelebihan elektron pada molekul NAD+ membentuk NADH. Kedua molekul atom karbon ini akan berubah menjadi asetat dan mengikat koenzim-A membentuk asetil ko-A.

Siklus Krebs

Proses yang kedua adalah siklus krebs. Asetil ko-A akan memasuki siklus krebs, lalu menghasilkan ATP, NADH, FADH2, dan CO2. Tahapan ini akan membentuk sebuah lingkaran atau siklus.

Tahapan siklus krebs ini dimulai dengan asetil ko-A yang berikatan dengan oksaloasetat yang membentuk sitrat. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim yang bernama sitrat sintase. Lalu akan berbau membantu isositrat dengan menggunakan enzim akonitase.

Nantinya, isotret akan mengalami sebuah proses dan membentuk alfa-ketoglutarat oleh enzim isotrat dehidrogenase. Reaksi ini akan melepas CO2 yang selanjutnya menghasilkan NADH.

Selanjutnya, alfa ketoglutarat akan berbuah membentuk suksinil ko-A oleh enzim ketoglutarat dehidrogenase. Setelah itu, akan menghasilkan NADH dengan melepaskan CO2. Suksinil ko-A akan melalui pemrosesan dengan enzim suksinil ko-A sintetase yang menghasilkan GTP dan membentuk ATP.

Langkah berikutnya adalah suksinat dari proses sebelumnya akan membentuk fumarat oleh enzim suksinil dehidrogenase. Proses ini akan menghasilkan FADH2. Fumarat tersebut akan berubah membentuk malat oleh enzim fumarase yang memberikan hasil akhir berupa NADH.

Baca Juga: Kromosom Haploid dan Diploid, Simak Beberapa Perbedaannya!

Fungsi Siklus Krebs

Setelah mempelajari tahapan siklus krebs, kini saatnya mengetahui fungsinya. Sebab siklus ini sangat berperan pada keberadaan ATP oleh jaringan. Siklus krebs berfungsi sebagai jalur oksidasi karbohidrat, protein, dan lipid.

Nantinya akan melalui proses metabolisme dan menghasilkan asetil koenzim-A. Setelah itu, juga akan menghasilkan CO2. Hal ini akan membantu dalam proses oksidasi glukosa.

Siklus ini mampu menghasilkan sejumlah koenzim yang bisa menggerakkan suatu rantai pernapasan. Sehingga mampu memberikan bahan untuk kebutuhan sintesis protein serta asam nukleat. Hal ini tentunya dalam rangka memproduksi ATP.

Tahapan siklus krebs juga akan mengkonversi sejumlah energi yang berguna untuk sintesis lemak. Hal ini berlaku sebelum pembentukan trigliserida untuk penimbunan lemak.

Tak hanya itu, siklus ini juga sebagai pengendali sistem enzim melalui komponen siklus. Siklus ini juga mampu menyuplai dan memasok prekursor. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan proses asam nukleat.

Selain itu, juga sebagai sumber enzim yang mendorong adanya rantai respirasi. Lalu juga sebagai alat untuk mempertahankan kadar glukosa dalam keadaan normal.

Itulah tahapan siklus krebs dan fungsinya. Ternyata, banyak sekali perannya dalam kebutuhan organisme atau makhluk hidup. Sehingga mereka mampu mempertahankan semua kebutuhan hidupnya. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img