Terdampak Pandemi, Bengkel Motor di Ciamis Alami Penurunan Omzet

Terdampak Pandemi, Bengkel Motor di Ciamis Alami Penurunan Omzet
Bengkel dan cuci motor milik Engkus Kuswaya, warga Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan/Kabupaten Ciamis, sepi pelanggan selama pandemi. Foto: Ferry/HR

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Pandemi Covid-19 ternyata berdampak besar kepada pelaku usaha bengkel dan cuci motor di Kabupaten Ciamis.

Pemilik bengkel mengaku mengalami penurunan omzet sangat drastis, karena sepinya pelanggan.

Seperti yang dialami oleh salah satu bengkel dan cuci motor milik Engkus Kuswaya, warga Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan/Kabupaten Ciamis.

Menurutnya, selama pandemi Covid-19 bengkel motornya menjadi sepi. Pendapatan yang harusnya jadi modal, habis karena untuk makan sehari-hari.

“Ya begini, dampak Covid-19 semua usaha jadi sepi. Termasuk bengkel motor, tadinya saya punya karyawan tapi sekarang tidak ada, karena tidak mampu untuk bayar gaji nya kasihan,” tuturnya, Minggu (13/12/2020).

Engkus yang biasa disapa Entuy mengatakan, saat ini dalam sehari dirinya hanya bisa melayani pelanggan paling banyak 5 sampai 6 motor, itu juga hanya tambal ban dan cuci motor saja.

Jadi, lanjutnya, dalam satu hari uia hanya bisa mendapatkan uang Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu. Sedangkan sebelum pandemi, bisa mendapatkan Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu seharinya.

“Bisa dapat Rp 100 ribu juga sudah alhamdulilah, memang saat ini menurun drastis sekitar 50 persen. Kalau pertama pandemi terus PSBB itu bahkan tidak mendapat uang sepeser pun. Jadi, segini juga udah bisa buat makan anak istri,” katanya.

Meskipun adanya bantuan usaha dari pemerintah, Entuy mengaku saat ini belum mendapatkan batuan apa-apa dari pemerintah. Padahal, pihaknya sudah mengajukan bantuan untuk modal usaha.

“Ada yang bilang bahwa ada bantuan untuk UMKM, saya langsung mengajukan ke kelurahan. Namun, saat ini belum dapat. Padahal, saya sangat berharap untuk mendaptkannya, karena untuk keperluan modal,” pungkas Engkus. (Ferry/R8/HR Online)

Editor: Jujang