Tim Satgas Kota Banjar Galakan Operasi Prokes 3M ke Perkampungan

Satgas Kota Banjar
Tim Satgas Penindakan Kota Banjar saat mendisplinkan warga tak bermasker. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar (Harapanrakyat.com),- Tim Satgas Penindakan Disiplin Protokol kesehatan Kota Banjar, Jawa Barat gencar Operasi Yustisi hingga ke perkampungan.

Seperti pada Kamis (3/12/2020), Tim gabungan dari TNI-Polri, Dishub dan Satpol PP melakukan operasi ke pertigaan Rawa Onom, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja.

Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny melalui Kapolsek Purwaharja, Iptu Moch. Taufik Mauludiana, mengatakan, pelaksanaan Operasi Yustisi ke perkampungan warga bukan untuk membuat resah dan khawatir masyarakat.

Namun, operasi penindakan dari Tim Satgas Kota Banjar ini untuk mengingatkan warga agar menyadari pentingnya mematuhi protokol kesehatan. Memakai masker saat beraktivitas, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun.

“Pasien terkonfirmasi positif masih bertambah. Kami bersama TNI membantu pemerintah daerah menekan angka penyebaran Virus Covid 19,” ujar Iptu Moch. Taufik.

Saat ini, Satgas Pusat memerintahkan seluruh jajaran untuk melakukan penegakan hukum terkait peraturan setiap daerah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Kami akan terus bersinergi membatu Satpol PP sebagai garda terdepan dalam penegakan Perda itu,” ungkap Iptu Moch Taufik.

Tak Ada Penambahan Kasus

Terpisa, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, Agus Nugraha, mengatakan, bahwa pada hari ini tidak ada penambahan kasus warga terkonfirmasi positif Covid-19.

Namun demikian, berdasarkan data pada tanggal 3 Desember jumlah warga positif aktif masih cukup tinggi yaitu 73 kasus.

Untuk itu, pihaknya mengingatkan kepada semua pihak agar tidak lengah serta menerapkan protokol kesehatan untuk memutus penyebaran virus Corona. Saat ini tingkat penyebarannya sudah meluas pada transmisi lokal.

“Jumlah akumulasi selama pandemi sudah mencapai 193 kasus. Kami harap semua tetap waspada serta membiasakan PHBS sebagai upaya meminimalisir terjadinya resiko penularan,” pungkas Agus (Muhlisin/R9/HR-Online)

Editor: Dadang