Usai Rapid Test, Pelajar di Kota Banjar Malah Pingsan

Usai Rapid Test, Pelajar di Kota Banjar Malah Pingsan
Tim Petugas saat membawa peserta rapid tes yang pingsan ke Posko Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Seorang pelajar di Kota Banjar, Jawa Barat, mendadak pingsan setelah mengikuti program rapid test gratis bagi pelaku perjalanan, pendidikan dan pencari kerja yang diselenggarakan rutin oleh Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar di halaman lapang tenis Pendopo Kota Banjar, Rabu (2/12/20).

Pelajar yang diketahui masih duduk di bangku salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMPN) di Kota Banjar tersebut mengalami pingsan tak berselang lama setelah mengikuti rapid tes.

Sontak, kejadian tersebut pun sempat menjadi perhatian petugas dan peserta rapid tes yang masih berlangsung itu.

Menurut keterangan orang tuanya, anaknya memang belum sempat sarapan pagi karena terburu-buru mengikuti rapid tes sehingga memungkinkan kondisi tubuh anaknya terasa lemas.

“Tadi belum sempat sarapan. Mungkin karena lemas dan kelelahan,” ujar orang tua remaja asal Kelurahan Banjar yang namanya enggan disebutkan.

Setelah hampir 15 menit mendapatkan penanganan di Posko tim Satgas, kesehatan remaja tersebut kembali pulih dan langsung pulang bersama keluarganya.

Sementara itu, Petugas Pelaksana Satgas Dinas Kesehatan Kota Banjar yang saat itu berada di lokasi rapid tes, Kholillurrohim, mengatakan, bahwa setiap proses pengambilan sampel darah dalam pemeriksaan rapid tes, darah yang diambil petugas itu tidak banyak.

Sehingga, tidak langsung menyebabkan kekurangan darah yang berakibat fatal sampai pada hilangnya kesadaran diri atau pingsan.

“Sampel darah yang petugas ambil itu cuma sedikit. Kemungkinan peserta tadi itu karena kelelahan,” ujar Kholilurrohim.

Lebih lanjut ia mengatakan, pada acara rapid tes gratis untuk warga masyarakat ini ada 28 orang peserta yang mengikuti pemeriksaan. Terdiri terdiri dari pelaku perjalanan, pencari kerja dan pendidikan.

Dari jumlah peserta tersebut ada satu peserta yang hasilnya reaktif. Kemudian petugas menindaklanjuti dengan pengambilan spesimen melalui tes uji usap.

“Jumlahnya ada 28 orang yang mengikuti pemeriksaan rapid tes. Untuk yang hasilnya reaktif kami langsung tindak lanjuti dengan swab tes,” katanya. (Muhlisin/R8/HR Online)

Editor: Jujang

Aegis Boost Pro