Vaksinasi Covid-19 Indonesia, Tenaga Medis dan Aparat yang Pertama Terima

vaksinasi covid-19 indonesia
Vaksinasi covid-19 indonesia. Foto: Ist/Net

Berita Nasional, (harapanrakyat.com),- Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia akan berlangsung secara bertahap. Namun para tenaga medis dan aparat TNI serta Polri merupakan pihak yang terdepan dan pertama mendapatkan vaksin Covid-19 tersebut.

“Para dokter, perawat maupun aparat Kepolisian dan TNI merupakan petugas paling depan dalam penanganan Covid-19. Karena itu mereka yang akan mendapat program vaksinasi terlebih dahulu,” kata Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Airlangga Hartarto yang juga bertindak selaku Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dan standar organisasi kesehatan dunia WHO.

Baca juga: Ketua IAKMI Berharap Vaksin Covid-19 Punya Peran Serupa Imunisasi

Para tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat maupun aparat keamanan harus mendapat prioritas dalam pemberian vaksinasi Covid-19 Indonesia. “Vaksin Corona datang secara bertahap sehingga kami harus membuat prioritas,” ujarnya.

Tahapan Vaksinasi Covid-19 Indonesia

Pemerintah Indonesia telah menyiapkan sekitar 107 juta dosis vaksin Covid-19. Jumlah ini akan bisa menjangkau sebanyak 65 persen dari total penduduk Indonesia.

Jumlah vaksin ini terbagi 32 juta dosis Vaksin Program dan 75 juta dosis untuk Vaksin Mandiri. Vaksin Program akan diberikan secara gratis melalui iuran BPJS sedangkan Vaksin Mandiri didistribusikan melalui sektor industri padat karya.

“Sebanyak 32 juta dosis diberikan untuk penerima bantuan iuran BPJS yang berusia 18 hingga 59 tahun dan tidak memiliki komorbit,” kata Airlangga.

Sedangkan untuk 75 juta dosis Vaksin Mandiri, menurut Ketua KPCPEN ini, pembagiannya melalui perusahaan untuk para karyawannya. Vaksin ini juga bisa diperoleh melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Airlangga, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 Indonesia harus dilakukan secara bertahap terutama untuk melihat efektivitasnya. “Nantinya penerima vaksin akan kita dorong lebih luas lagi. Kami memohon kesabaran seluruh warga Indonesia,” katanya.

Menurut rencana kedatangan vaksin Covid-19 berlangsung secara bertahap. Dari mulai akhir tahun 2020, awal 2021, hingga pada tahun 2022. Saat ini sebagian vaksin itu sudah tiba di tanah air.

Selan karena kehadiran vaksin yang bertahap, penetapan prioritas ini juga berdasarkan standar yang ditetapkan WHO. Apalagi ini juga meupakan masukan dari ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) maupun para ahli lainnya.

Pengadaan Vaksin Sinovak

Dalam keterangannya, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah Indonesia sudah merencanakan pengadaan vaksin untuk vaksinasi Covid-19 Indonesia sejak Maret 2020. Terutama sesudah mengadakan pertemuan dengan Sinovac dan beberapa produsen vaksin lainnya.

Baca juga: Vaksin Virus Covid-19, Pentingkah untuk Imunitas Tubuh?

Bersama Sinovak, Indonesia mendapatkan kesempatan mengikuti uji klinis fase ketiga yang berlangsung di Bandung. Indonesia bergabung bersama lima negara lain yang ikut dalam uji klinis fase ketiga sekaligus mendapatkan kesempatan untuk melakukan pembelian.

“Pengiriman pertama sesuai jadwal yang kemarin kita terima 1,2 juta pada Desember. Tahun depan ada 1,8 juta lagi dalam bentuk vaksin jadi (suntikan),” kata Airlangga.

Selain itu pada bulan Desember ini kita juga menerima 15 juta vaksin dalam bentuk bahan baku. Bahan untuk vaksinasi Covid-19 Indonesia ini, kata dia, akan dipelajari Bio Farma agar bisa melakukan produksi vaksin sendiri.

Baca juga: Biaya Pengobatan Pasien Covid-19 Bisa Capai Setengah Miliar

Terkait dengan persetujuan ijin edar dari BPOM dan fatwa MUI, menurut Airlangga, masih dalam proses. Namun kedua lembaga ini telah mengirimkan tim ke Cina untuk melihat langsung proses produksi vaksin.

“Mereka sudah melihat cara pembuatan vaksin langsung pada pabriknya di Cina. Sehingga diharapkan tinggal menunggu konfirmasi dan evaluasi dari fase uji klinis ketiga dan data yang diserahkan Sinovac ke BPOM,” ujarnya.

Selain dengan Sinovac, menurut Airlangga, pemerintah juga telah berbicara dengan sejumlah produser vaksin lainnya, Pfizer, Covax, AstraZeneca PLC, Gavi, maupun Novavax. 

Selain bekerja sama dengan berbagai perusahaan asing, pemerintah juga tengah mengembangkan vaksin Merah Putih. “Kita memang menyiapkan multi source dari vaksin. Ini untuk memastikan ketersediaan untuk vaksinasi Covid-19 Indonesia,” tambahnya. (R2/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara