Warga Korban Banjir di Pangandaran Masih Bertahan di Pengungsian

Warga korban banjir di Pangandaran masih bertahan di pengungsian. Foto: Entang SR/HR.
Warga korban banjir di Pangandaran masih bertahan di pengungsian. Foto: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Warga Korban Banjir di Desa Sukanagara, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, hingga hari ini, Rabu (16/12/2020), masih bertahan di pengungsian, tepatnya di bantaran tanggul Sungai Citanduy.

Meskipun debit air Sungai Citanduy saat ini menurun, namun puluhan warga tersebut belum berani kembali ke rumahnya, pasca banjir yang terjadi Selasa (15/12/2020) kemarin.

Kepala Desa Sukanagara, Tarso, mengatakan, untuk sementara warga saat ini menempati tenda-tenda darurat yang didirikan tim gabungan TNI, kepolisian, Muspika Kecamatan Padaherang, dan BPBD.

“Selain itu, untuk bantuan sembako dari Dinas Sosial bagi warga korban banjir yang mengungsi sudah tersalurkan sejak hari kemarin. Namun, warga juga sekarang membutuhkan air bersih untuk kebutuhan memasak dan minum,” terangnya, kepada HR Online.

Kemudian, lanjut Tarso, warga korban banjir juga membutuhkan pakaian. Karena, pada saat banjir terjadi, air datang begitu cepat sehingga warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya. Mengingat ketinggian air lebih dari satu meter.

Baca Juga : Banjir di Pangandaran Semakin Meluas, Jalan Utama Terendam

Ia juga menjelaskan, alasan bertahannya warga di tempat pengungsian karena melihat kondisi cuaca, yang mana curah hujan masih turun. Maka untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan, untuk sementara waktu warga lebih memilih bertahan.

“Warga korban banjir yang saat masih bertahan ada sebanyak 30 KK. Sebagian lagi sudah kembali ke rumahnya,” katanya.

Sementara itu, banjir yang melanda wilayah Kecamatan Padaherang dan Kalipucang juga merendam pasar, serta jalan nasional menuju ke arah Pangandaran. Namun, saat ini air mulai surut.

Uus, salah seorang warga Kecamatan Kalipucang, mengatakan, banjir kali ini cukup lama dan sempat meluas. Hal itu akibat curah hujan masih terjadi di berbagai wilayah, terutama di daerah pegunungan yang merupakan hulu sungai.

“Sebagian besar warga Kecamatan Kalipucang yang terdampak banjir kini mulai membersihkan rumahnya yang kotor akibat lumpur yang terbawa oleh air,” kata Uus. (Ntang/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah