Warga Perum di Tasikmalaya Saling Bantu Tetangga yang Isolasi Mandiri

Warga Perum di Tasikmalaya
Warga Perum di Tasikmalaya ini sedang menggantungkan makanan membantu pasien positif Covid-19 yang sedang isolasi. Foto : Apip/HR

Berita Tasikmalaya (Harapanrakyat.com),- Aksi inspiratif dilakukan warga Perum Kharisma Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Mereka saling membantu tetangga positif corona yang sedang melakukan isolasi mandiri dengan memberikan makanan dan kebutuhan lainnya.

Meningkatnya jumlah pasien Covid-19 membuat warga yang akan menjalani isolasi mandiri pun antre. Sampai akhirnya sejumlah pasien tanpa gejala memilih melakukan isolasi mandiri pada rumahnya.

Warga perum Tasikmalaya ini pun secara bergantian setiap hari memberikan bantuan makanan. Mereka memberikannya dengan cara menggantungkannya ke pagar rumah.

Adi Lukman,Pengurus RW 21 Perum Kharisma mengatakan, ada 4 orang warganya yang positif  dan menjalani isolasi mandiri pada masing-masing rumahnya.

“Kami warga perum memberikan perhatian dengan bantuan makanan dan vitamin. Sebelumnya ada 3 orang yang positif, tapi sudah sembuh dan sekarang ada 4 orang,” ungkapnya.

Sebagian warga Perum Kharisma Tasikmalaya ini pun awalnya merasa khawatir adanya pasien Covid-19. Namun rasa gotong royong dan kepedulian warga perum, begitu besar, meskipun ada rasa takut dan khawatir tertular.

“Mereka setiap harinya menyumbangkan makanan bagi  pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri. kami menempatkan makanan pada pintu pagar sambil memanggil berteriak menyebutkan nama pasien,” ucapnya.

Karena pasien tidak bisa ke luar rumah, warga membantu menyiapkan makanan ringan, nasi rames, buah, beras dan tabung gas. Juga vitamin dan madu agar imun pasien cepat meningkat dan sembuh.

“Warga Perum Kharisma Tasikmalaya berpikir ketika mendapat dukungan tetangganya imun mereka akan kuat dan segera sembuh. Berbeda ketika halnya dijauhi maka akan lama sembuhnya,” ucapnya.

Pasien positif berinisial ROD yang menjalani isolasi mandiri mengaku kondisinya bersama istrinya pun membaik. Meski masih ada gejala batuk-batuk.

“Kami memutuskan isolasi mandiri karena ruang isolasi dari  pemerintah sudah penuh. Kami berterima kasih kepada warga tetangga perum yang membantu makanan dan vitamin setiap hari selama isolasi,” terangnya. (Apip/R9/HR-Online)

Editor : Dadang