Adab dan Keutamaan Berdoa dalam Islam

Adab dan Keutamaan Berdoa
Ilustrasi Adab dan Keutamaan Berdoa. Foto: Frontiers USA

Adab dan keutamaan berdoa di dalam agama Islam penting kita ketahui supaya dapat beribadah dengan baik. Adab berdoa ini juga dapat membuat ibadah yang kita sempurna.

Kemudian dengan mengetahui keutamaan berdo’a kita akan lebih khusyu dan bersungguh-sungguh dalam memohon kepada Allah SWT.

Dengan khusuk dan sungguh-sungguh serta berusaha menerapkan adab dalam do’a juga bisa menjaga hati.

Ini merupakan bagian penting dalam setiap ibadah yang kita lakukan termasuk ketika melakukan ibadah yang satu ini.

Hati yang terjaga baik secara agama ataupun sains dapat berpengaruh baik terhadap psikologi seseorang dalam menyikapi berbagai hal dalam kehidupan.

Oleh karena itu, mengetahui serta terus berusaha mengamalkannya ketika beribadah merupakan anjuran yang bisa bermanfaat besar untuk kehidupan kita semua.

Baca juga: Doa Penenang Hati dan Pikiran, untuk Minta Pertolongan Allah SWT

Adab dan Keutamaan Berdoa dalam Agama Islam

Adab atau etika dalam melakukan do’a beserta keutamaan yang ada di dalamnya sudah banyak tertulis dalam literatur agama islam.

Salah satu di antaranya adalah dalam kitab yang populer bagi umat muslim yaitu Ihya Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali.

Selain dalam Ihya Ulumiddin, terdapat juga dalam kitab Al-Adzkarul Muntakhabah min Kalami Sayyidil Akbar karya Imam An-Nawawi.

Berikut 10 adab atau etika dalam berdo’a yang dijelaskan dalam kitab tersebut dan penting kita lakukan dalam melakukan do’a.

Bertaubat

Bertaubat dengan menyesali segala kesalahan yang kita lakukan baik dalam hubungannya dengan tuhan karena melanggar syari’ah.

Ataupun menyelesaikan urusan dengan sesama manusia seperti mengembalikan benda atau hak orang-orang yang teraniaya adalah hal penting sebelum memohon atau melakukan do’a.

Kemudian, sebagai bagian dari taubat juga adalah menghadap Allah SWT dengan penuh kesungguhan dan mematuhi segala aturan agama.

Dengan bertaubat sebagai adab dan keutamaan berdoa besar dari ini adalah meredam murka Allah SWT karena dosa yang kita lakukan.

Yakin atau Mantap Hati

Ketika kita memohon kepada tuhan tidak boleh ada sedikitpun keraguan dalam hati dan pikiran, memohon dengan sepenuh hati dan yakin adalah salah satu adab berdo’a.

Dalam hal ini, terkadang orang merasa tidak percaya diri dan tidak mantap hati karena merasa terlalu banyak melakukan kesalahan.

Padahal, hal ini tidak boleh  menjadi penghalang kita saat memohon kepada tuhan, karena tuhan tetap menerima permohonan siapapun.

Seperti disampaikan oleh Sufyan bin Uyaynah bahwa menyadari kesalahan atau kondisi diri tidak boleh mengganggu berdo’a.

“Kesadaran atas diri jangan sampai menghalangimu untuk berdo’a dan memohon kepada Allah SWT. Karena Ia menerima permohonan Iblis meski merupakan makhluknya yang paling buruk,”

Baca juga: Keutamaan Sholawat Nabi, Dapatkan Berbagai Manfaat di Dalamnya

Khusuk dan Sungguh-sungguh

Adab dan keutamaan berdoa sebagai dua sisi yang tidak terpisahkan, bahwa dengan adab yang baik kita bisa mendapat keutamaan yang lebih begitu pun sebaliknya.

Oleh karena itu, salah satu adab yang harus kita lakukan adalah memohon dengan khusyuk dan penuh dengan ketundukan terhadap tuhan.

Patuh atas segala hal yang menjadi perintahnya, berserah diri atas segala hal yang telah terjadi dalam kehidupan.

Kemudian penuh dengan ketakutan terhadapnya ketika melakukan dosa dan kesalahan-kesalahan dalam agama atau sesama manusia menjadi bagian penting sebagai adab dalam do’a.

Menghadap Kiblat dan Mengangkat Tangan

Selanjutnya, ketika berdoa usahakan menghadap ke arah kiblat seperti halnya ibadah wajib dan mengangkat kedua tangan mengarah ke langit.

Setelah selesai, usapkan kedua tangan ke muka, tiga hal ini adalah bagian dari adab dan keutamaan berdo’a.

Awali Do’a dengan Dzikir dan Shalawat

Sebelum berdo’a alangkah baiknya jika membuka atau mengawalinya dengan memuji kepada Allah SWT melalui berdzikir.

Kemudian, setelah dzikir kita dianjurkan untuk bersolawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan etika memohon kepada Allah SWT.

Adab dan keutamaan berdo’a dengan diawali dzikir beserta solawat juga meningkatkan kekhusyuan dan kecintaan kita terhadap Allah SWT dan Rasulnya.

Selain sebelum berdoa, Anjuran berdzikir dan sholawat juga baik kita lakukan setelah selesai melakukannya.

Mengatur Suara

Kita harus mengatur suara dalam ibadah yang satu ini supaya tidak terlalu keras tetapi juga tidak terlalu rendah.

Hal ini berpengaruh terhadap konsentrasi, di mana jika suaranya terlalu keras bisa saja membuat kita kurang khusyuk.

Begitupun ketika suara kita terlalu rendah atau sampai tidak terdengar sama sekali bisa saja kita tidak menyadari do’a yang sedang kita panjatkan.

Hindari Kalimat Berlebihan

Tidak menggunakan kalimat yang berlebihan adalah bagian dari adab dan keutamaan berdoa atau saat memohon kepada Allah SWT.

Hal ini bukan berarti tidak boleh kita lakukan, hanya saja dengan kalimat berlebihan ditakutkan akan melebihi batas, Dalam hal ini seperti penggunaan kata-kata bersajak atau sejenisnya.

Memohon Terus Menerus

Dalam memohon kepada tuhan kita harus lakukan secara terus menerus, karena do’a terbaik adalah yang sering kita pintakan.

Do’a yang sering kita panjatkan menunjukan kesungguhan kita dalam meminta dan Allah SWT menyukai orang yang bersungguh-sungguh.

baca juga: Doa untuk Orang Meninggal, Mampu Meringankan Beban Jenazah

Berdo’a di Waktu atau Kondisi Istimewa

Menurut Islam terdapat waktu-waktu istimewa dan merupakan waktu yang bagus untuk memohon kepada tuhan.

Waktu itu antara lain sepertiga malam terakhir, hari arafah, bulan Ramadhan, hari jum’at serta di waktu sahur.

Selain waktu, kondisi istimewa seperti saat bersujud, ketika turun hujan, saat iqamah waktu shalat atau saat dua pasukan berhadapan siap bertempur sangat baik untuk melakukan do’a.

Itulah adab dan keutamaan berdo’a dalam agama islam yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki dan menyempurnakan ibadah kita. (Muhafid/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid