Apotek di Padaherang Pangandaran Ditutup, Pemiliknya Positif Corona

Apotek di Padaherang, Kecamatan Pangandaran, Jawa Barat, ditutup sementara oleh Tim Satgas Covid-19. Foto: Entang SR/HR.
Apotek di Padaherang, Kecamatan Pangandaran, Jawa Barat, ditutup sementara oleh Tim Satgas Covid-19. Foto: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Apotek di Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ditutup sementara oleh Tim Satgas Covid-19. Pasalnya, pemilik apotek tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test Labkesda tanggal 14 Januari 2021.

Camat Padaherang, Kustiman, yang juga Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, mengatakan, meski sudah tahu positif Covid-19, namun pemilik apotek tersebut berkeliaran. Bahkan, ia sempat datang ke apotek miliknya itu.

“Penutupan sementara apotek tersebut tiada lain untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Kecamatan Padaherang. Mengingat saat ini kasusnya sedang tren naik,” terangnya, kepada HR Online, Kamis (21/01/2021).

Seharusnya, lanjut Kustiman, pemilik apotek itu menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Tidak berkeliaran dan jangan ada kontak dengan para pegawainya. Terlebih warga Padaherang sering berbelanja kebutuhan obat-obatan ke toko apotek tersebut.

Baca Juga : Pegawai Positif Covid-19, Setda Pangandaran Berlakukan WFH

Karena itulah, untuk saat ini pihaknya bersama TNI dan kepolisian resmi meminta agar toko apotek tutup sampai batas waktu yang cukup. Sebab, toko tersebut harus disterilkan terlebih dulu.

Kemudian, para pegawai apoteknya juga harus memeriksanakan kesehatannya. Karena khawatir pemilik apotek ada kontak dengan para pegawainya.

“Para karyawannya kita berikan edukasi tentang standar protokol kesehatan, serta edukasi lainnya tentang pandemi Covid-19. Agar para pegawainya mengetahui. Selain itu, untuk menjaga hal yang tidak kita inginkan, kami dari Tim Satgas Kecamatan secara resmi menutup sementara toko apotek tersebut,” tandas Kustiman.

Sementara itu, salah seorang karyawan apotek, Jeremi Sanjaya, mengaku tidak mengetahui jika sang majikan atau pemilik apotek tempat kerjanya positif Covid-19.

“Pemilik apotek ini pernah datang ke tokonya, kemudian pulang lagi menuju ke arah Banjarsari. Saya juga tidak tahu kalau majikan saya positif Covid-19. Memang ia sempat datang ke toko, tapi Cuma sebentar. Kemudian ia langsung menuju ke arah Banjarsari, entah ada keperluan apa, saya tidak tahu,” ungkap Jeremi. (Ntang/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah