Banyak Tempat Usaha di Kota Banjar Langgar Jam Operasional Saat PSBB

Tempat usaha di Kota Banjar
Satgas Penindakan Disiplin Protokol Kesehatan Kota Banjar, Jawa Barat, mendatangi tempat usaha yang melanggar batas jam operasional selama penerapan kebijakan PSBB Proporsional. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Satgas Penindakan Disiplin Protokol Kesehatan Kota Banjar, Jawa Barat, mencatat masih banyak pemilik tempat usaha yang melanggar batas jam operasional selama penerapan kebijakan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional.

Banyak tempat usaha yang melanggar jam operasional tersebut dikatakan Tim Satgas Penindakan yang juga Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Gakda) Dinas Satpol PP Kota Banjar, Aep Saepudin. 

“Dari data hasil operasi penindakan selama awal masa PSBB ini masih ada sejumlah tempat usaha yang tutup melebihi batas ketentuan. Ada yang masih buka sampai jam 8 malam,” kata Aep Saepudin kepada HR Online, Minggu (17/1/2021).

Tempat Usaha di Kota Banjar Langgar Prokes

Sejumlah tempat usaha yang banyak melanggar protokol kesehatan saat PSBB tersebut lanjutnya, di antaranya penjual makanan kuliner, pedagang kaki lima, rumah makan dan pertokoan.

Namun begitu, tingkat kepatuhan warga masyarakat akan disiplin protokol kesehatan berupa menggunakan masker di tempat publik mulai meningkat. Meskipun untuk kerumunan masih sering ditemukan saat operasi penindakan.

“Untuk kesadaran memakai masker sekarang sudah mulai meningkat. Hanya beberapa saja yang masih melanggar,” terang Aep.

Lebih lanjut, Aep mengatakan, bagi pemilik tempat usaha dan warga yang melanggar tersebut tim Satgas langsung memberikan edukasi protokol kesehatan dan memberikan teguran agar mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan.

“Bagi yang melanggar jam operasional kami langsung mendatangi pemilik tempat usaha agar segera menutup tempat usahanya,. Kami juga melakukan pemantauan” katanya.

Terpisah, Tim Satgas Penindakan bersama jajaran Kepolisian Polres Banjar kembali memberikan edukasi. Termasuk imbauan protokol kesehatan kepada para pedagang di pasar Banjar dan karyawan pabrik.

Menurut, Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny, edukasi dan imbauan tersebut guna membantu pemerintah menyosialisasikan PSBB Proporsional yang sedang berlangsung di Kota Banjar saat ini.

Selain itu, melalui edukasi tersebut ia berharap kesadaran warga masyarakat menerapkan protokol kesehatan terus meningkat. Hal itu agar jumlah kasus Covid-19 bisa dikendalikan.

“Ingat 5M sebagai upaya pencegahan. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi kegiatan atau aktivitas,” ucap Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny. (Muhlisin/R7/HR-Online)

Editor: Ndu