Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sebanyak 40 persen pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menggunakan sistem digitalisasi atau online untuk membantu pemasarannya. Hal tersebut sebagai upaya agar bisa bertahan masa pandemi Covid-19.
Pemasaran secara online dinilai efektif untuk membantu penjualan produk para pelaku UMKM di Ciamis. Pasalnya, pada masa pandemi Covid-19 banyak UMKM yang omsetnya menurun drastis.
Baca juga: Meski Pandemi COVID-19, Produk UKM Jabar Tembus Ekspor
40 Persen UMKM di Ciamis Sudah Transaksi Berbasis Online
Kabid Koperasi dan UMKM pada DKUKMP Ciamis, Ida Widiawati mengatakan, pelaku UMKM yang penjualannya berbasis digitalisasi atau online saat ini ada sekitar 40 persen. Itu rata-rata, para pelaku UMKM yang masih usia muda, sementara yang sudah tidak muda lagi masih menggunakan pemasaran secara offline.
“Kalau yang muda itu mengerti dan memahami tata cara layanan informasi dan digitalisasi. Tapi kalau untuk usianya tua, kebanyakan belum paham dan tidak bisa menggunakannya,” katanya, Kamis (7/1/2021).
Menurutnya, untuk produk para pelaku UMKM yang penjualannya secara digitalisasi yakni berupa, makanan ringan, fashion dan kerajinan. Bahkan, saat ini pemasarannya juga sudah sampai ke luar daerah Ciamis.
“Banyak pelaku usaha yang mungkin belum terdata oleh kami, tapi dalam pemasaran produknya berjalan dengan lancar menggunakan basis online. Meskipun di masa pandemi Covid-19,” tuturnya.
Ida mengungkapkan, DKUKMP Ciamis sebelumnya sudah melakukan kegiatan pelatihan pemasaran secara online untuk para pelaku UMKM. Bahkan, narasumbernya juga langsung datang dari salah satu toko online yang terkenal di Indonesia.
Baca juga: Dream City dan For Grup Kolaborasi Promosikan UMKM Kota Banjar
“Pelatihan tersebut berupa, bagaimana cara memasarkan produk secara online, serta tentang perizinan usaha. Itu dibahas semua. Pelatihan tersebut karena, kita ingin memfasilitasi pelaku usaha agar tetap bertahan di masa pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Ida berharap, para pelaku UMKM di Ciamis agar bisa menguatkan mentalnya supaya tetap bertahan di masa pandemi Covid-19 saat ini. Karena, menurut Ida, bisnis itu membutuhkan kesabaran dan kreatifitas yang kuat.
“Harus merubah mindset, yang namanya bisnis memang harus bersaing. Namun, jika tidak kuat mental dan konsumen sepi apalagi di masa pandemi pasti akan gulung tikar. Tapi, kalau kita mampu bersaing mental kita kuat, kemungkinan akan bertahan,” pungkasnya. (Ferry/R7/HR-Online)





