BPBD Jabar Susun Peta Rawan Bencana Desa Antisipasi Cuaca Ekstrim

BPBD Jabar Susun Peta Rawan Bencana Desa
Peta rawan bencana tingkat desa bisa menyadarkan masyarakat dalam kesiapsiagaan hadapi bencana. Foto: Ist/Net

Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Provinsi Jawa Barat (Jabar) adalah daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi terutama saat cuaca ekstrim. Untuk itu, BPBD Jabar kini tengah susun peta rawan bencana tingkat desa untuk kesiapsiagaan dan antisipasi. 

Jabar memiliki potensi banjir, longsor dan angin kencang di 27 kabupaten/kota. 14 daerah termasuk rawan bencana kategori tinggi dan sisanya sedang. 

Kepala Pelaksana BPBD Jabar Ramdan Dani Ramdan menyatakan pihaknya kini tengah susun peta rawan bencana sampai ke tingkat desa. Tujuannya supaya masyarakat memahami situasi dan kondisi kebencanaan dalam lingkungannya. Sehingga masyarakat selalu waspada dan siap menghadapi bencana. 

“Ada bencana yang memang kita prediksikan seperti banjir dan daerah rawan longsor. Memang ada juga yang tidak bisa memprediksikannya, gempa dan tsunami,” katanya. 

Setelah menyusun peta bencana, upaya selanjutnya menyusun rencana penanggulangan bencana tingkat kota/kabupaten dan provinsi. Sehingga dapat menyusun rencana kontijensi kebencanaan setiap daerah.

“Dengan peta rawan bencana, pemerintah desa bisa melakukan langkah dengan membuat jalur evakuasi, tempat evakuasi hingga pengungsian. Dengan dukungan dari berbagai pihak dalam kesiapan personel maka kita bisa hadapi bencana,” terangnya. 

Dani menuturkan kesadaran dan kewaspadaan pun penting. Meski tidak bisa mencegah bencana, tapi minimal bisa mengurangi risiko atau dampak terutama korban jiwa. Upayanya dengan rutin membersihkan saluran air agar tidak tersumbat sampah, memeriksa tembok penahan tebing dan sebagainya.

Melalui peta rawan bencana tingkat desa tersebut diharapkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan meningkat. Kemudian kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana pun meningkat seiring dengan pengetahuan dan rencana kontijensi bencana. (R9/HR-Online)

Editor: Dadang