Cara Membuat Serabi Khas Bandung, Tradisional dengan Citarasa Khas

Cara Membuat Serabi
Cara Membuat Serabi. Foto: youtube.com

Cara membuat serabi Khas Bandung atau surabi yakni masih dengan menggunakan cara tradisional. Dalam prosesnya, pembuatan camilan tradisional Sunda ini masih menggunakan tungku tanah liat.

Hal inilah yang menjadikan rasa Serabi Bandung memiliki ciri khas yang berbeda dengan kue sejenis lainnya. Jajanan ini adalah salah satu kuliner tradisional khas Sunda yang telah melegenda serta cukup terkenal dari zaman dulu.

Pada umumnya, camilan ini berbentuk bulat kecil. Akan tetapi, perlu anda ketahui, nama surabi yang berasal dari bahasa Sunda ini memiliki makna yang besar. Jajanan ini dapat dengan mudah anda temukan pada sejumlah titik kota Bandung.

Pasalnya, sudah menjadi semacam tradisi untuk menyantap kue ini bagi masyarakat Bandung. Oleh karena itu, bagi masyarakat Bandung yang merantau ke luar kota, tentu akan merasa kangen dengan jajanan ini.

Cara Membuat Serabi Khas Bandung

Camilan satu ini memang sangat identik dengan kota Bandung. Akan tetapi, jenis kuliner ini juga cukup terkenal pada daerah lain, terutama untuk pulau Jawa.

Baca Juga: Lumpia Basah Bandung, Kuliner Tradisional Pasundan yang Kaya Manfaat

Sebagai contoh yang cukup populer adalah serabi Solo. Hal yang membedakan antara surabi Bandung dengan surabi Solo adalah surabi Bandung memiliki tekstur yang lebih tebal.

Untuk surabi Solo cenderung lebih tipis dan bahkan dapat anda gulung. Surabi khas Bandung hadir sejak tahun 1923. Nama surabi berasal dari bahasa Sunda, “Sura” yakni besar.

Ciri Khas Surabi Bandung

Kue ini memiliki bentuk yang hampir sama dengan pancake yang berasal dari Belanda. Hal yang membedakan keduanya, untuk pancake terbuat dari tepung dan telur. Sedangkan cara membuat serabi menggunakan adonan tepung terigu, tepung beras, dan juga santan kelapa.

Terdapat dua varian rasa pada camilan yang berasal dari kota Bandung ini. Pertama, varian manis dengan tambahan gula merah cair atau yang biasa disebut dengan kinca.

Kedua, kue varian asin dalam proses pembuatannya ditambahkan taburan oncom di atasnya. Jajanan khas Bandung ini memiliki ciri khas dengan tekstur yang lebih basah dan juga bentuk lebih tebal.

Pembuatan Serabi Bandung

Surabi Bandung merupakan salah satu jenis jajanan yang proses memasaknya masih sangat sederhana, yakni menggunakan alat tradisional yang berupa tungku.

Baca Juga: Tahu Susu Lembang, Oleh-Oleh Khas Bandung Sayang Untuk Dilewatkan

Seperti pada wilayah Gegerkalonggirang, anda akan dengan mudah menemukan jajanan ini pada pinggir-pinggir jalan pada setiap paginya. Sehingga anda jalan-jalan pagi dapat membeli jajanan tersebut.

Jajanan ini akan sangat nikmat jika anda santap ketika masih dalam keadaan hangat. Dengan udara Bandung yang dingin, akan menambah kenikmatan ketika menyantap kue ini saat masih hangat.

Meski keadaan zaman yang sudah modern, cara membuat jajanan khas Bandung tidak pernah berubah. Kue ini dimasak dengan menggunakan tungku serta wadah yang terbuat dari tanah liat.

Para penjual serabi Bandung masih menggunakan bara api yang berasal dari kayu yang dibakar, terlebih dalam proses memasaknya. Semua bahan selanjutnya dicampur serta dimasak di atas wadah.

Dengan masih mempertahankan cara tradisional ini, menjadikan kue khas Bandung ini memiliki citarasa khas yang terasa renyah, empuk, dan beraroma wangi. Pada umumnya, kue ini tersaji untuk sebagai menu sarapan.

Namun saat ini, anda dapat dengan menemukan penjual surabi Bandung yang menjual jajanan ini mulai dari pagi hingga malam hari.

Cara Membuat Serabi dengan Varian Baru

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, surabi Bandung merupakan jajanan yang terbuat dari tepung beras yang bercampur dengan tepung terigu dan juga santan kental.

Santan kental inilah yang menjadikan kue surabi memiliki citarasa gurih dan rasa yang sedikit manis. Namun saat ini, camilan khas Bandung ini telah mengalami revolusi serta mempunyai aneka macam rasa yang sangat bervariatif.

Semakin banyak pecinta surabi, maka kuliner khas Bandung ini pun kian berkembang. Jajanan ini terus mengalami modifikasi dalam hal rasa.

Baca Juga: Kolontong Khas Tasikmalaya, Camilan Tradisional Tanah Priyangan

Selain saus kinca ataupun oncom, saat ini anda dapat menemukan jajanan ini dengan siraman saus durian atau bahkan dengan telur ayam yang telah melalui proses kocok terlebih dahulu.

Terdapat pula cara membuat serabi dengan tambahan toping yang lebih modern, seperti sosis, keju, coklat, kornet, mayones, strawberry, dan yang lainnya. (R10/HR-Online)

Editor: Dadang