Ciri-ciri Penyakit Thalasemia, Bahaya dan Cara Mencegahnya

ciri-ciri penyakit thalasemia
Ciri-ciri penyakit thalasemia. Foto: Ist/Net

Ciri-ciri penyakit thalasemia yang paling umum adalah kondisi tubuh yang mengalami kurang darah atau anemia. Kondisi ini akan menyebabkan penderita terlihat pucat, mudah merasa lelah, hingga sering mengalami kram.

Thalasemia merupakan jenis penyakit turunan yang terjadi karena gen bawaan dari orang tuanya. Meskipun jumlah kasusnya cukup rendah, namun penyakit ini wajib Anda tahu untuk mencegah terjadinya risiko yang berbahaya.

Penyakit thalasemia, menurut Wikipedia, merupakan jenis anemia hemolitik. Kondisi ini terjadi karena adanya gangguan yang menyebabkan gen-gen yang berfungsi dalam proses terbentuknya rantai globin dalam sel darah merah terganggu.

Kegagalan proses pembentukan rantai globin ini akan menyebabkan banyak sel darah merah yang pecah dan rusak. Sehingga orang yang menderita thalasemia akan kekurangan darah dan mengalami anemia.

Pemahaman ciri-ciri penyakit thalasemia penting karena bersifat genetik atau keturunan. Menurut Wikipedia, dalam setiap 100 orang sekitar 6 hingga 10 orang adalah pembawa gen ini. Anak-anak dan remaja banyak yang menderita penyakit ini.

Thalasemia termasuk jenis yang berbahaya karena bisa memicu timbulnya berbagai komplikasi yang sangat serius. Seperti terganggunya pertumbuhan, gangguan hati, gagal jantung, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Gejala dan Ciri-Ciri Penyakit Thalasemia

Penyakit Thalasemia terjadi karena terganggunya proses pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah. Karena itu untuk diagnosisnya penderita akan menjalani tes darah untuk melihat tingkat kadar hemoglobin maupun zat besi.

Namun sebelum melakukan pemeriksaan media sebaiknya Anda kenali terlebih dahulu gejala penyakit ini. Berikut ini berbagai tanda dan ciri-ciri penyakit thalasemia yang sebaiknya Anda tahu.

Sering Pusing dan Sesak Nafas

Untuk Anda yang sering mengalami sering pusing mungkin akan menganggapnya sebagai hal yang lumrah. Namun jika pusing juga dengan timbulnya sesak nafas sebaiknya waspadai gejala semacam ini.

Beberapa gejala penyakit thalasemia mungkin sebagian ada yang mirip dengan penyakit lainnya. Namun saat Anda mengalami gangguan ini sebaiknya segera memeriksakan ke dokter untuk memastikannya.

Kulit Tampak Pucat

Ciri-ciri penyakit thalasemia lainnya yang juga sering terjadi adalah kulit tubuh yang terlihat pucat atau kekuningan. Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan darah. Baik karena kurangnya zat besi atau karena rusaknya sel-sel darah merah.

Bagian kulit yang paling terlihat adalah pada wajah dan lengan. Namun kondisi ini juga terjadi pada kuku, bibir, dan gusi. Bahkan pada bagian mata juga akan terlihat lebih pucat dan terlihat tidak normal.

Sering Pusing

Kurangnya darah biasanya juga terjadi dengan rendahnya kadar oksigen dalam darah. Jika darah mengalir ke otak dengan kadar oksigen yang rendah akan menyebabkan sering terjadinya pusing atau kepala seperti berputar.

Tak sedikit penderita thalasemia yang merasakan beberapa gejala sekaligus. Selain pusing mereka juga mengalami pandangan yang menjadi kabur atau sesak nafas. Tak jarang pusing yang sangat akan membuat tubuh sempoyongan.

Mengalami Insomnia

Gejala atau ciri-ciri penyakit thalasemia lainnya yang juga sering terjadi adalah mengalami insomnia. Gangguan tidur ini umumnya terjadi pada orang yang baru saja melakukan transfusi darah.

Kondisi tubuh yang kekurangan darah akan menyebabkan suplai ke berbagai organ tubuh juga terganggu. Kondisi inilah yang menyebabkan kebutuhan istirahat juga akan ikut terganggu sehingga kesulitan untuk tidur.

Kesulitan Fokus dan Berkonsentrasi

Terganggunya proses pembentukan sel darah merah sangat membutuhkan zat besi. Jika tubuh kurang asupan makanan yang mengandung zat besi bisa menyebabkan produksi darah merah menurun dan memicu anemia.

Salah satu ciri-ciri penyakit thalasemia adalah gangguan untuk fokus maupun kesulitan dalam konsentrasi. Anak-anak yang mengalami gangguan ini sebaiknya mendapat perhatian untuk mencegah risiko yang lebih parah.

Tubuh Mudah Lelah

Kondisi badan yang gampang merasa lelah meski tidak melakukan aktivitas berat merupakan gejala umum gangguan darah. Baik karena rendahnya produksi darah dalam tubuh maupun kadar oksigen yang menurun.

Gangguan pada proses pembentukan globin darah pada thalasemia akan menyebabkan penderitanya gampang merasa capek dan lelah. Untuk memastikannya Anda bisa mengonsumsi vitamin penambah darah terlebih dahulu jika tidak terkena thalasemia.

Detak Jantung Lebih Cepat

Berkurangnya darah juga akan memicu jantung untuk bekerja lebih keras. Karena itu ciri-ciri penyakit thalasemia adalah penderita akan merasakan detak jantung yang terasa lebih kencang dan lebih cepat dari biasanya.

Terlebih saat melakukan aktivitas fisik yang berat, seperti olahraga, kerja jantung juga akan bekerja lebih keras lagi. Kondisi ini sangat berisiko jika berlangsung lama. Karena sebaiknya kurangi aktivitas fisik agar jantung tidak terlalu berat.

Perubahan Wajah dan Tulang

Thalasemia merupakan penyakit yang menyerang sumsum tulang. Ini bisa menyebabkan tulang mengalami pelebaran, khususnya pada tengkorak dan wajah. Sehingga penderita akan memiliki bentuk wajah yang berbeda.

Karena salah satu bahaya penyakit thalasemia adalah terjadinya pengeroposan tulang maupun nyeri pada persendian. Osteoartritis dan osteoporosis bisa terjadi akibat penyakit ini.

Urin Berwarna Keruh

Ciri-ciri penyakit thalasemia yang lainnya adalah perubahan warna urine yang menjadi keruh atau cenderung kecoklatan yang pekat. Tanda ini memperlihatkan adanya gangguan penyakit yang sedang menyerang tubuh.

Perubahan warna urine memang tidak khusus merupakan tanda thalasemia. Sejumlah penyakit lainnya seperti liver maupun batu ginjal juga akan membuat urin menjadi keruh. Karena itu penting melihat gejala lainnya.

Sering Kram Kaki

Kebanyakan penderita penyakit thalasemia juga akan sering mengalami kram. Kram ini terutama terjadi pada bagian kaki. Terlebih setelah melakukan perubahan posisi dari jongkok atau duduk ke berdiri.

Namun untuk kondisi yang berat, penderita biasanya juga akan merasakan kelelahan yang tak jarang muncul dengan rasa pusing. Kram mungkin akan lebih sering terjadi sehingga perlu mendapat penanganan medis yang cepat.

Nafsu Makan Menurun

Penurunan nafsu makan juga merupakan ciri-ciri penyakit thalasemia lainnya yang perlu Anda waspadai. Gejala ini sebenarnya juga merupakan tanpa umumnya penyakit sehingga tidak mudah memastikannya.

Namun hilangnya nafsu makan jika berlangsung lama tentunya sangat berbahaya. Karena itu penting Anda segera berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan yang lebih efektif.

Organ Limpa Membesar

Rendahnya kadar darah menyebabkan sejumlah organ tubuh bekerja ekstra keras. Termasuk bagian limpa yang bertugas dalam memproses sel darah merah. Kondisi ini akan menyebabkan terjadinya pembesaran organ limpa.

Membesarnya limpa sangat berbahaya. Kondisi ini juga bisa memperlihatkan kondisi thalasemia yang sudah parah. Karena itu penderita harus segera mendapat penanganan medis untuk mencegah risiko yang lebih berat.

Bahaya Penyakit Thalasemia dan Cara Mencegahnya

Untuk mengenal ancaman atau bahaya penyakit thalasemia, sangat penting mengetahui ciri-ciri penyakit thalasemia. Ada beberapa jenis penyakit yang disebabkan faktor genetika ini, yaitu thalasemia alfa, beta, dan delta.

Penyakit thalasemia terjadi karena kegagalan fungsi globin dalam menjalankan fungsinya. Globin atau hemoglobin memiliki fungsi penting dalam mendistribusikan kandungan oksigen melalui darah.

Karena thalasemia merupakan penyakit yang disebabkan faktor genetika, maka sangat penting agar orang yang akan menikah melakukan tes darah. Ini untuk mencegah anak-anaknya terhindar dari risiko penyakit keturunan ini.

Hingga saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit keturunan ini. Kalaupun ada potensi kesembuhannya sangat kecil. Pengobatan lebih bertujuan untuk meringankan gejala maupun ciri-ciri penyakit thalasemia.

Beberapa bahaya penyakit thalasemia maupun dampaknya bisa membuat terganggunya fungsi jantung, kesulitan bernapas, dan kelainan organ hati. Penyakit ini juga bisa menyebabkan pembengkakan limpa, gangguan kelenjar hormon, kelainan tulang, hemokromatosis, hingga terjadinya sindrom miopati.

Perawatan terhadap penderita penyakit ini juga cukup ribet. Penderita juga harus menjalani transfusi darah secara teratur untuk menjaga kadar hemoglobin dalam darah tidak menurun atau kurang dari 12 gr/dL.

Penderita penyakit ini juga harus menjauhi makanan pantangannya, yaitu jenis makanan asinan,  yang asam, maupun produk hasil proses fermentasi. Makanan ini berbahaya karena bisa menyerap zat besi dalam tubuh.

Bahkan untuk menjaga kadar zat besi ini, penderita juga perlu melakukan tes ferritin serum secara berkala. Ini berguna dalam memantau kadar zat besi agar tidak menurun.

Beberapa penelitian tentang pengobatan penyakit thalasemia, menurut Wikipedia, ada beberapa cara yang dianggap paling berhasil. Masing-masing adalah dengan transplantasi sumsum tulang belakang dan dengan teknologi stem cell.

Itulah bahaya penyakit thalasemia yang sebaiknya Anda tahu. Cara mencegah thalasemia jauh lebih baik karena belum ada obatnya. Mengenal ciri-ciri penyakit thalasemia sejak dini bisa mencegahnya menjadi parah. (R11/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara