Cuaca Tak Bersahabat, Nelayan Tradisional di Pangandaran Merana

nelayan tradisional di pangandaran
Nelayan tradisional yang menggunakan jaring arad di Pantai Barat Pangandaran siap-siap menarik jaring dari tengah laut. Foto: Entang/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Para nelayan tradisional yang biasa menangkap ikan dengan jaring arad di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat merana. Pasalnya hasil tangkapan mereka terus menurun.

Hal ini lantaran cuaca di perairan Pangandaran tak bersahabat. Sejumlah nelayan yang biasa melaut dari Pantai Barat Pangandaran hanya bisa menangkap sedikit ikan.

Lina, salah seorang perempuan yang mata pencahariannya dari menangkap ikan dengan jaring arad, mengatakan, saat ini dirinya bersama nelayan lainnya hanya bisa gigit jari.

“Pernah sama yang lainnya menebar jaring arad lebih dari satu kilo bahkan sama dua kilometer dari bibir pantai. Saat kita tarik ramai-ramai, dan sampai ke bibir pantai, hasil tangkapan kurang memuaskan,” jelas Lina, Kamis (21/1/2021).

Meskipun begitu, Lina bersama nelayan lainnya tak punya pilihan lain, kecuali kembali mencoba dan menebar jaring arad ke tengah laut.

“Pernah coba-coba pindah ke lokasi yang berbeda, alhamdulillah hasil tangkapan ada peningkatan, walau tidak banyak seperti biasanya,” ungkapnya.

Biasanya jaring arad yang ditebar Lina dan nelayan lainnya berhasil menjerat rebon, ikan layur, ikan tongkol, bongge, dan ikan tenggiri rawin.

“Kalau hari ini yang paling banyak dari hasil tangkapan jenis ikan layur yang ukuran sedang,” katanya.

Uang yang Lina dapat dari hasil penjualan ikan tersebut tergantung banyaknya yang membeli. Menurut Lina pembeli kebanyakan warga pribumi sendiri.

“Kalau di Pantai Barat jarang wisatawan yang beli ikan terlebih lagi saat ini pengunjung sedang sepi,” katanya.

Harga ikan hasil tangkapan nelayan tradisional di Pangandaran ini biasanya dibanderol dengan harga Rp 25 ribu per kg.

“Biasanya banyak nelayan lain menangkap ikan sore-sore di Pantai, kalau hari ini sepi yang menjaring. Cuma ada dua kelompok, mungkin karena hasil tangkapan juga minim, pendapatan juga minim,” tandasnya. (Entang/R7/HR-Online)

Editor: Ndu