Gambar Aurora di Luar Angkasa Berhasil Astronot Tangkap, Seperti Apa?

Gambar Aurora di Luar Angkasa
Ilustrasi Gambar Aurora di Luar Angkasa. Foto: Ist/Net

Gambar aurora di luar angkasa menjadi salah satu fenomena paling mencengangkan dan indah yang mana belum lama ini ahli astronomi temukan. Aurora memang merupakan fenomena alam yang indah, menakjubkan, serta tak bisa kita temukan dengan mudah.

Pada umumnya, aurora ada saat sinar kosmik melakukan interaksi secara langsung dengan gas yang berada dalam lapisan atmosfer bagian atas yang menggantung pada langit. Tentu hal tersebut menjadi fenomena yang sangat indah, meski hanya kita bayangkan.

Lantas, bagaimana kita dapat melihatnya? Jika Bumi menyimpan fenomena ini pada belahan Bumi Selatan dan Lingkaran Arktik untuk tempat terciptanya aurora terbaik, maka kali ini luar angkasa menawarkan hal serupa.

Baca Juga: Temuan Aurora di Sekitar Komet 67P/Churyumov-Gerasimenko

Astronot Berhasil Tangkap Gambar Aurora di Luar Angkasa

Melansir Space, jika tim penjelajah atau astronot luar angkasa ini pun berhasil menemukan fenomena aurora yang sama dengan fenomena di Bumi.

Awak dari pesawat ekspedisi telah berhasil mendapatkan gambar pemandangan indah yang luar biasa tersebut tentang peristiwa aurora.

Hal ini astronot lakukan saat berada di ISS atau Stasiun Luar Angkasa Internasional. Mereka mengabadikan gambar tersebut saat mengorbit ada jarak 250 mil dari permukaan.

Fenomena aurora ini mengungkap cahaya yang sangat indah dan juga menakjubkan dengan bergelayutan pada bagian atas kota, lautan, serta kawasan lainnya.

Seperti yang kita ketahui jika aurora juga disebut dengan “Air Jet Bumi”. Hal itu karena terdapat sinar kosmik yang berinteraksi secara langsung dengan gas yang ada pada lapisan atmosfer bagian atas.

Kemudian, juga tengah menyelimuti langit dengan lampu berwarna listrik. Inilah yang mana gambar aurora di luar angkasa tersebut tertangkap.

Baca Juga: Misteri Aurora Merah, Terungkap Sudah Penjelasan Ilmiahnya

Bagaimana Hal itu Bisa Terjadi?

Mungkin saja, kita selama hidup hanya bisa melihat aurora satu atau dua kali saja. Bahkan, belum tentu hal tersebut dapat kita lakukan. Tetapi, dengan tinggal dalam stasiun luar angkasa internasional (ISS) pun menjadi hal yang berbeda.

Tampaknya, itu mempunyai efek samping yang aneh, yaitu memberikan kesempatan para penjelajah luar angkasa untuk dapat melihat atau bahkan mengabadikan momen penting yang indah tersebut.

Astronot Badan Antariksa Eropa, Alexander Gerst yang mana telah berada pada stasiun luar angkasa tersebut sejak Juni lalu. Misi ini merupakan misi perjalanan keduanya menuju luar angkasa.

Kemudian, pada bulan Agustus, ia membagikan gambar aurora di luar angkasa tersebut yang sangat luar biasa. Yang mana ia peroleh dari gelombang hijau cerah layaknya terlihat dari atas.

“Luar biasa, setiap saat,” tulis Gerst dalam akun Twitternya yang menyertai unggahan foto aurora tersebut.

Aurora

Aurora pun menjadi salah satu fenomena yang kita kenal sebagai cahaya selatan dan utara. Hal ini karena berasa dari partikel dengan muatan yang alirannya menuju keluar dari bintang (matahari) dan berakhir akan menghantam atmosfer Bumi.

Menurut NASA, dari peristiwa tersebut, partikel akan berhubungan dengan molekul nitrogen dan oksigen dalam menghasilkan cahaya yang indah. Hasilnya yaitu gelombang berwarna hijau hantu dan menari-nari pada bagian langit yang dekat dengan kutub.

Akan tetapi, walaupun aurora itu menakjubkan dan indah, seperti gambar aurora di luar angkasa. Partikel yang mengalir dari matahari itu bisa saja mempunyai banyak konsekuensi estetika yang minus.

Mereka bisa saja membahayakan kesehatan dari para astronot, kemudian juga bisa merusak satelit yang tengah mengorbit pada sekitar area planet ini. Bahkan, untuk kasus yang lebih parah, akan mengakibatkan pemadaman listrik pada jaringan listrik terestrial.

Dari gambar aurora di luar angkasa tersebutlah yang menjadi alasan bagi NASA untuk terus berupaya dengan penuh semangat mendapatkan misi terbaru mereka, yaitu Parker Solar Probe. Yang mana telah meluncur menuju matahari pada Agustus lalu.

Selanjutnya setelah pesawat ruang angkasa tersebut tiba pada bintang miliki kita ini, misi tersebut akan mulai mempelajari tentang partikel bermuatan tinggi. Dimana meninggalkan matahari serta berakhir dalam lingkungan kita. Misi pesawat Parker tersebut tidak bisa memberikan kepada kita lebih banyak aurora.

Akan tetapi, barangkali hal tersebut dapat membantu para ilmuwan untuk mempelajari dan juga memprediksi aktivitas dari matahari. Sehingga kemungkinan besar bisa membantu orang yang berada pada tempat dan waktu yang tepat pula. Tentu saja hal tersebut untuk melihat pemandangan yang menakjubkan, seperti gambar aurora di luar angkasa tersebut. (R10/HR Online)

Editor: Jujang