Gejala Cacingan Pada Anak, Tanda-tanda, Penyebab, dan Penularannya

gejala cacingan pada anak
Kenali gejala cacingan pada anak. Foto: Ist/Net

Gejala cacingan pada anak maupun orang dewasa terlihat dari perut yang sakit, diare, hingga menimbulkan mual dan muntah. Penyebab penyakit cacingan karena adanya cacing dalam perut yang perlu kita waspadai dalam penularannya.

Cacingan, menurut Wikipedia, merupakan penyakit yang terjadinya infeksi karena adanya cacing dalam perut. Penyakit yang populer dengan sebutan helmintiasis ini karena keberadaan cacing yang bersifat parasit.

Ada sejumlah jenis cacing penyebab cacingan ini yang serang menyerang sistem pencernaan tubuh. Seperti cacing pita atau cacing isap yang terkenal dengan sebutan cacing pipih, serta jenis cacing gilig.

Cacing-cacing parasit ini umumnya menyukai hidup dalam saluran pencernaan inangnya, bik pada manusia maupun hewan. Namun cacing ini juga bisa menyebar dan hidup dalam organ tubuh lainnya.

Tanda-tanda dan Gejala Cacingan Pada Anak

Penyakit cacingan umumnya memang menyerang anak-anak. Namun tak sedikit juga orang dewasa yang terkena penyakit ini. Karena itu sangat penting para orang tua untuk mengenal gejala cacingan pada anak.

Namun terlambat menyangkut cara mengobati cacingan bisa membuatnya semakin kronis. Nah, berikut ini berbagai tanda-tanda cacingan yang terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa yang wajib Anda tahu.

Malabsorpsi Nutrisi

Adanya cacing parasit dalam pencernaan membuat berbagai nutrisi yang masuk dari makanan kita menjadi terancam. Nutrisi sangat penting dan semua organ dalam tubuh membutuhkannya.

Cacing parasit akan menyebabkan terjadinya malabsorpsi nutrisi atau kegagalan tubuh menyerap nutrisi. Kondisi ini harus segera mendapat perhatian para orang tua karena anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan.

Baca Juga: Gejala Penyakit Ataksia, Penyebab, dan Jenisnya yang Wajib Anda Tahu

Mual dan Muntah

Gejala cacingan pada anak-anak yang juga sering terjadi adalah timbulnya rasa mual dan muntah. Kondisi ini timbul akibat gangguan pada perut yang sangat menyiksa.

Jika anak-anak mengalami kondisi ini sebaiknya segera Anda periksakan ke dokter. Kondisi ini tak selalu karena cacing. Namun gangguan ini biasanya menyerang sistem pencernaan yang membutuhkan penanganan segera.

Sakit Perut

Gejala cacingan paling umum memang terjadinya sakit pada bagian perut. Serangan cacing pada sistem pencernaan yang terletak pada perut akan membuat agan tubuh ini sering mengalami sakit.

Rasa sakit ini umumnya seperti nyeri. Hal ini karena cacing yang terdapat dalam perut sedang berpesta menghabiskan sari makanan yang kita konsumsi. Karena itu pengobatan harus cepat agar tidak makin banyak nutrisi yang hilang.

Diare

Jika Anda mengalami buang air besar dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya berarti Anda mengalami diare. Namun tanda ini tidak selalu merupakan gejala cacingan pada anak-anak karena banyak gangguan lain juga menyebabkan hal ini.

Gangguan ini tak hanya pada frekuensi yang bertambah namun bentuk fesesnya juga yang cair atau lembek. Kondisi tidak normal ini biasanya terjadi beriringan dengan timbulnya nyeri pada bagian perut.

Baca Juga: Gejala Penyakit Epilepsi, Kejang Berulang dan Hilangnya Kesadaran

Feses Berdarah

Diare menyebabkan bentuk feses yang lembek atau cair. Namun dalam sejumlah kasus cacingan, tak jarang anak-anak yang menderitanya akan BAB bercampur darah.

Namun tanda-tanda cacingan ini sebenarnya bukan karena parahnya kondisi anak melainkan berhubungan dengan jenis cacing yang bersarang dalam perut. Jenis cacing gelang sering menyebabkan penderitanya BAB bercampur darah.

Terganggunya Nafsu Makan

Gejala cacingan pada anak lainnya adalah terganggunya nafsu makan. Umumnya anak-anak akan sulit makan. Kondisi ini wajar terjadi karena adanya makhluk asing yang bersarang dalam perut mereka dan menghisap sari makanannya.

Namun gangguan ini ada juga yang berupa peningkatan nafsu makan. Namun karena adanya cacing membuat makanan yang mereka konsumsi tidak membuatnya kenyang. Hal ini yang membuat anak-anak mudah lapar.

Namun kedua kondisi yang seakan bertolak belakang ini memberikan efek yang serupa. Yaitu tak terserapnya nutrisi makanan yang penting untuk metabolisme tubuh. Akibatnya, tubuh mengalami kekurangan nutrisi.

Berat Badan Menurun

Kebanyakan anak-anak yang mengalami cacingan akan menurun berat badannya. Ini merupakan gejala cacingan pada anak yang juga banyak terjadi karena nutrisi yang mereka konsumsi hilang karena cacing parasit.

Penurunan berat badan juga merupakan tanda-tanda cacingan yang umum terjadi, baik pada anak yang kehilangan nafsu makan maupun yang meningkat makannya. Bahkan tak sedikit anak yang terlihat kurus.

Tubuh Lemah dan Pucat

Kurangnya nutrisi yang terdistribusi pada berbagai organ tubuh yang membutuhkannya membuat tubuh mudah menjadi lemah dan lemas. Anak sering terlihat tak bersemangat.

Apalagi dengan adanya diare maupun muntah akan menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan. Kondisi ini juga akan memperburuk kondisi tubuh dan biasanya anak terlihat lebih pucat dari biasanya.

Baca Juga: Penyebab Penyakit Gondok, Gejala dan Cara Mengatasinya

Tubuh Demam

Anak-anak juga sering mengalami demam sebagai gejala cacingan pada anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini memang merupakan gejala umum penyakit dan bukan spesifik penyakit tertentu.

Namun jika anak yang demam juga dengan timbulnya tanda-tanda cacingan sebaiknya segera periksakan ke dokter. Apalagi jika panas badan aak tak kunjung turun dalam tiga hari.

Timbul Ruam dan Gatal

Anak-anak maupun orang yang menderita penyakit cacingan umumnya juga akan mengalami ruam pada kulit dan rasa gatal. Gatal bisa terjadi pada sejumlah bagian tubuh, khususnya lagi pada bagian dubur.

Beberapa jenis cacing penyebab cacingan ini yang memicu terjadinya gejala ini. Jika anak-anak yang mengalaminya biasanya akan rewel terutama saat malam karena gejala gatal lebih sering terjadi pada malam hari.

Gangguan Usus

Serangan cacing juga bisa menyebabkan terganggunya fungsi usus. Ini juga merupakan gejala cacingan pada anak yang banyak terjadi. Akibatnya, usus kan mengalami penyumbatan.

Tersumbatnya usus tentunya akan mengakibatkan sejumlah gangguan kesehatan. Tanda-tanda cacingan semacam ini lebih karena serangan cacing gelang. Karena itu segera periksakan anak ke dokter untuk penanganannya.

Disentri

Penyakit disentri termasuk umum terjadi sebagai dampak serangan cacing dalam perut. Berbeda dengan diare, disentri terjadi karena usus yang mengalami infeksi karena serangan cacing parasit.

Beberapa gejala disentri yang sering terjadi antara lain feses yang bercampur lendir atau darah, mual, muntah, diare, maupun kram pada perut. Jika ini terjadi memperlihatkan kondisi yang sudah cukup parah.

Anemia

Tanda-tanda cacingan lainnya juga bisa berupa anemia. Kondisi tubuh yang kekurangan darah ini terjadi karena sari makanan dalam usus yang tidak mampu berguna untuk tubuh karena malah menjadi santapan cacing.

Gejala cacingan pada anak ini terjadi karena cacing juga bisa menghisap darah yang membawa zat gizi dan oksigen untuk tubuh. Akibatnya, tubuh anak akan menjadi lemas, lesu, dan kurang bersemangat.

Faktor Penyebab Cacingan dan Cara Penularannya

Cacing parasit merupakan faktor utama penyebab cacingan. Namun masuknya cacing parasit ke dalam tubuh bisa melalui berbagai cara. Mereka tidak mungkin tinggal dan menghisap nutrisi tubuh tanpa media.

Penyakit cacingan banyak terjadi pada masyarakat yang tinggal pada kawasan tropis dan sub tropis. Penyakit ini umumnya meningkat pada musim penghujan karena cuaca yang lembap, basah, dan dingin yang menjadi favorit cacing parasit.

Nah, berikut ini berbagai faktor yang bisa menjadi penyebab cacingan maupun memicu serangan cacing pada manusia. Para orang tua wajib mengenal gejala cacingan pada anak maupun penyebabnya karena anak-anak rentan dengan penyakit ini.

Cacing Parasit

Keberadaan cacing parasit dalam tubuh menjadi penyebab utama penyakit ini. Ada beberapa jenis cacing yang sering mengganggu manusia, seperti cacing gelang, cacing cambuk, cacing tambang, dan cacing kremi.

Tanah Kotor

Penyakit cacingan yang paling sering terjadi karena penularannya melalui tanah yang kotor. Bahkan menurut Wikipedia, penularan melalui tanah yang menyebabkan cacingan telah menimbulkan infeksi parasit pada seperempat populasi manusia.

Lingkungan Tak Bersih

Penyakit cacingan mudah menular melalui feses dari penderita. Pembuangan feses yang sembarangan atau tidak bersih juga bisa menjadi sumber penularan penyakit ini. Termasuk saluran pembuangan limbah yang buruk.

Musim hujan juga bisa menjadi pemicu penularan cacingan. Apalagi jika terjadi banjir sehingga air got meluap dan masuk ke berbagai pemukiman penduduk. Tak sedikit penyakit yang muncul akibat kondisi lingkungan yang buruk.

Jajan Sembarangan

Anak-anak memang sangat senang jajan. Namun jika makanan yang mereka beli tidak bersih atau terbuka udara, maka sangat mudah terjadi penularan penyakit ini. Apalagi jika jajan pinggir jalan yang udaranya banyak polusi.

Demikianlah berbagai gejala cacingan pada anak-anak yang banyak terjadi. Tanda-tanda cacingan juga banyak terjadi pada orang dewasa. Mengenal penyebab cacingan akan memudahkan Anda untuk mencegah penyakit ini. (R11/HR Online)

Editor: Jujang