Minggu, Oktober 2, 2022
BerandaBerita TerbaruGejala Penyakit Demensia, Penyebab, dan Cara Penanganannya

Gejala Penyakit Demensia, Penyebab, dan Cara Penanganannya

Gejala penyakit demensia cukup terlihat khususnya saat berinteraksi dengan orang lain. Penyakit demensia yang menyerang fungsi otak ini juga menyebabkan gangguan kognitif, disorientasi, kepribadian, hingga bisa hilang ingatan.

Demensia, menurut Wikipedia, merupakan istilah medis untuk menunjuk menurunnya fungsi otak. Gangguan ini akan mempengaruhi berbagai fungsi otak, seperti berpikir, mengingat, maupun cara menghadapi orang lain.

Otak atau brain merupakan pusat sistem saraf yang tak hanya ada pada manusia namun juga terdapat pada makhluk vertebrata dan invertebrata lainnya. Dalam otak manusia terdapat lebih dari 100 juta sel saraf atau neuron.

Fungsi otak sangat penting karena menjadi pengatur dan pengendali berbagai fungsi tubuh lainnya. Seperti gerakan, perilaku, pemikiran, maupun fungsi tubuh homeostasis yang berkaitan dengan tekanan darah, detak jantung, maupun suhu dan cairan tubuh.

Penyakit ini juga akan menyebabkan hilangnya berbagai pengetahuan yang telah ada. Termasuk menyangkut berbagai kemampuan berbicara, pikiran, memori, hingga kemampuan motoriknya juga bisa terganggu.

Baca Juga: Gejala Penyakit Ataksia, Penyebab, dan Jenisnya yang Wajib Anda Tahu

Ciri-ciri dan Gejala Penyakit Demensia

Penyakit demensia merupakan jenis gangguan yang terjadi pada fungsi otak. Terganggunya pusat sistem saraf tentunya akan mengakibatkan ada banyak fungsinya yang terganggu.  Berikut ini berbagai gejala penyakit demensia yang wajib Anda tahu.

Mudah Lupa

Terganggunya fungsi otak akan menyebabkan penderita sering mengalami lupa. Mudah lupa merupakan tanda yang paling terlihat dari penyakit ini. Tak hanya lupa mengingat nama orang namun juga terhadap kegiatan yang baru saja dilakukannya.

Tanda ini memang mirip dengan ciri pikun yang sering terjadi pada orang lanjut usia. Penurunan fungsi otak akan menyebabkan mereka kesulitan untuk mengingat segala sesuatu. Termasuk terhadap kenangan masa lalunya.

Kesulitan Menggerakkan Tubuh

Gejala penyakit demensia lainnya yang juga sering terliat adalah kesulitan dalam menggerakkan tubuh. Kesulitan ini bukan karena kecacatan atau penyakit melainkan dalam mengkoordinasikannya.

Gangguan otak akan menyebabkan fungsi saraf gerak tubuh juga akan terganggu. Gangguan motorik ini malah membuat gerakan tubuh seperti tidak terkendali. Saat berjalan juga akan terlihat seperti sempoyongan.

Baca Juga: Gejala Penyakit Epilepsi, Kejang Berulang dan Hilangnya Kesadaran

Gangguan Kognitif

Penyakit demensia juga akan menyebabkan terganggunya fungsi kognitif otak. Kognisi, mengutip dari Wikipedia, merupakan keyakinan atau kesimpulan yang kita peroleh dari proses berpikir. Ini merupakan kristalisasi dari informasi dan pengetahuan yang masuk ke otak.

Gejala penyakit demensia ini akan menyebabkan berbagai pengetahuan dan keyakinan kita tentang sesuatu akan memudar. Begitu juga pengertian atau pengenalan tentang berbagai konsep juga menghilang.

Dengan kata lain, kognitif berkaitan dengan kecerdasan manusia. Gangguan kognitif akan membuat kita lupa atau bahkan tidak memahami tentang berbagai hal. Kondisi ini akan menyebabkan gangguan berpikir dan memecahkan suatu masalah.

Tidak Bisa Fokus

Kebanyakan penderita demensia juga akan kesulitan dalam berkonsentrasi atau fokus terhadap sesuatu. Gejala penyakit demensia ini akan menyebabkannya sering berganti atau berubah aktivitas secara tiba-tiba.

Bahkan untuk mengerjakan suatu pekerjaan sehari-hari yang ringan saja akan sulit mereka selesaikan. Seperti menyapu atau makan biasanya tidak akan tuntas. Gangguan ini menyebabkan rendahnya kemampuan dalam memusatkan perhatian.

Mengalami Disorientasi

Anda tentunya mengenal jalan pulang ke rumah. Namun jika suatu saat Anda ingin pulang dan merasa bingung arah jalan ke rumah, maka Anda mengalami disorientasi. Kejadian seperti ini akan sering terjadi para penderita demensia.

Disorientasi merupakan gangguan pada ingatan yang menyebabkan seperti bingung atau kehilangan memori. Karena itu jika ada saudara yang mengalami demensia sebaiknya selalu ada orang dekat yang menemaninya saat jalan-jalan.

Baca Juga: Gejala Penyakit Lordosis, Cari Tahu untuk Bisa Memberikan Pengobatan

Terjadi Depresi

Penderita demensia kebanyakan juga akan mengalami depresi. Gejala penyakit demensia ini akan menyebabkan mereka seperti merasa tertekan secara psikologis. Gangguan otak memang berakibat juga pada mental penderitanya.

Beberapa tanda yang sangat terlihat antara lain sering gelisah, merasa khawatir, ketakutan tanpa sebab, atau paranoid. Tak sedikit orangyang mengalami gangguan ini lebih sering menjauh dari sosial dan senang mengurung diri.

Kesulitan Berkomunikasi

Gejala penyakit demensia lainnya yang juga sering terjadi alah kesulitan untuk berkomunikasi. Kesulitan ini bukan karena gagap atau tidak bisa berbicara seperti pada orang yang menderita gagap atau bisu.

Gangguan ini biasanya berupa kata-kata atau kalimat yang terlontar seperti sulit kita pahami atau tidak nyambung. Kondisi ini terjadi karena hilangnya konsep tentang berbagai informasi sebelumnya ada.

Kesulitan Beraktivitas

Terganggunya fungsi otak juga akan menyebabkan orang yang menderita demensia akan kesulitan dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Bahkan untuk mengambil minum atau pergi ke kamar kecil saja merasa sulit.

Hambatan ini terjadi karena kemampuan berpikir maupun mengkoordinasikan gerakan tubuh yang terganggu. Karena itu kita sering melihat orang demensia lebih sering berdiam diri seperti tak tahu apa yang ingin dilakukannya.

Hilang Ingatan

Tanda atau gejala penyakit demensia yang juga sering terjadi adalah hilangnya ingatan. Kondisi ini akan menyebabkan penderitanya seperti mengalami pikun, pelupa, bahkan seperti orang gila.

Kondisi hilang ingatan merupakan kondisi kronis dari terganggunya fungsi otak. Selain ketidakmampuan berpikir atau mengingat, penderita juga biasanya akan mengalami kesulitan bergerak. Sehingga mereka cenderung berdiam diri atau menjauh dari orang.

Gangguan Kepribadian

Kepribadian seseorang biasanya kita tahu dari perilakunya. Gangguan pada otak akan menyebabkan penderita juga mengalami perubahan perilaku. Termasuk kepribadiannya juga akan hilang atau mengalami perubahan.

Memudar atau hilangnya memori akan menyebabkan pengenalan tentang konsep diri juga akan memudar. Bahkan ada juga orang yang menderita demensia berubah perilakunya ke arah yang bersifat negatif.

Penyebab Penyakit Demensia

Mengenal berbagai gejala penyakit demensia sangat penting untuk cara penanganan yang lebih efektif. Namun terganggunya fungsi otak juga penting kita mengenal faktor apa saja yang menyebabkannya.

Faktor utama yang bisa menyebabkan demensia adalah adanya kerusakan yang terjadi pada otak. Kondisi ini juga bisa terjadi karena berbagai faktor. Berikut ini berbagai penyebab penyakit demensia yang sebaiknya Anda tahu.

Cedera Otak

Kerusakan otak bisa terjadi karena adanya cedera. Hal ini bisa terjadi karena suatu kecelakaan, benturan, atau kepala terkena pukulan. Otak merupakan pusat saraf yang sangat penting sehingga terlindungi oleh tengkorak.

Namun tengkorak tak akan mampu memberikan pelindungan jika kepala mengalami benturan yang keras. Cedera atau trauma inilah yang bisa menyebabkan terganggunya atau penurunan fungsi otak.

Kecanduan Alkohol

Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa menjadi penyebab penyakit demensia. Buat Anda yang sering atau senang dengan minuman keras ini sebaiknya membatasi jumlah konsumsinya agar tidak mengganggu fungsi otak.

Keracunan Logam Berat

Terganggunya fungsi otak sebagai gejala penyakit demensia juga bisa terjadi akibat konsumsi makanan yang mengandung logam berat atau pestisida. Bahan makanan seperti ikan yang berasal dari perairan yang tercemar logam berat sangat berbahaya.

Logam berat ini umumnya berasal dari limbah industri yang mencemari lingkungan. Ikan atau hewan yang mengonsumsi atau tinggal dalam lingkungan yang tercemar sebaiknya hindari agar tidak membahayakan fungsi otak.

Kurang Gizi

Seperti halnya organ tubuh lainnya, otak juga membutuhkan nutrisi agar fungsinya optimal. Karena itulah sejak dalam kandungan, Ibu yang sedang hamil harus memperhatikan asupan makanannya.

Tak sedikit kasus gizi buruk yang menyebabkan anak-anak kurang optimal fungsi otaknya. Anak-anak yang mengalami defisiensi vitamin B1, B6 dan B12 bisa menyebabkan mengalami gangguan fungsi otak.

Efek Samping Obat

Gangguan atau gejala penyakit demensia juga bisa terjadi sebagai akibat dari penggunaan jenis obat-obatan tertentu. Seperti konsumsi obat untuk menurunkan kolesterol yang bisa memberikan efek terhadap penurunan fungsi otak.

Ada juga jenis obat lainnya yang bisa berdampak terhadap otak. Karena itu sangat penting berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suatu jenis otak tertentu. Apalagi jika untuk pengobatan jangka lama.

Faktor Penyakit

Penyebab penyakit demensia juga bisa terjadi karena serangan suatu penyakit. Ada berbagai jenis penyakit yang menyerang bagian otak sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan sehingga fungsinya menurun.

Beberapa jenis penyakit yang bisa menyebabkan demensia antara lain alzheimer, penyakit huntington, hematoma subdural, penyakit creutzfeldt jacob, penyakit vaskular, maupun gangguan tiroid.

Cara Penanganan Penyakit Demensia

Setelah mengetahui berbagai gejala penyakit demensia beserta faktor yang menyebabkannya, lantas bagaimana cara mengatasi atau mengobati penyakit ini?

Hingga saat ini belum ada obat yang bisa untuk mengobati atau menyembuhkan penyakit demensia. Dokter atau medis biasanya akan memberikan obat untuk meredakan sakitnya.

Sedangkan menyangkut efek atau akibat gangguan ini penderita biasanya akan mendapatkan sejumlah terapi. Terapi terutama juga agar penderita bisa berkomunikasi atau beraktivitas dengan lebih baik.

Itulah berbagai gejala penyakit demensia yang sebaiknya kita waspadai. Mengenal faktor penyebabnya juga penting agar kita bisa mencegah penurunan fungsi otak yang sangat penting. (R11/HR Online)