Harga Kebutuhan Pokok Hari Ini di Pasar Manis Ciamis

Harga Kebutuhan Pokok Hari Ini di Pasar Manis Ciamis
Dodoh, salah seorang pembeli warga Pamarican saat berbelanja di pasar subuh Manis Ciamis. Saat ini ada beberapa harga kebutuhan pokok yang naik, namun ada juga yang turun. Foto : Fahmi/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Harga kebutuhan pokok seperti sayuran di pasar Manis Ciamis, Jawa Barat, dalam waktu sepekan ini terus menerus mengalami kenaikan.

Rina, salah seorang pedagang sayuran di pasar subuh Ciamis mengungkapkan, ada beberapa komoditi sayuran yang mengalami kenaikan. Yaitu antara lain cengek, terong, buncis, bawah merah, timun, dan kol.

“untuk sayuran yang naik rata-rata kisaran Rp 5 ribu saja. Akan tetapi, untuk harga yang benar-benar menonjol yaitu cengek, mencapai Rp 100 ribu perkilo, dari yang biasanya 60 ribu perkilo,” ungkapnya kepada HR Online, Minggu (17/1/2021).

Meski harga kebutuhan pokok ada yang mengalami kenaikan, namun ada juga yang harganya malah turun. Seperti tomat, cabe merah dan cabe hijau.

“Dalam waktu seminggu untuk cabe hijau maupun merah turunnya sangat besar, yaitu hampir angka 10 sampai 20 ribu,” katanya.

Lebih lanjut Rina menuturkan, kenaikan harga sayuran di pasar Manis Ciamis, karena susahnya barang yang masuk ke pasar.

“Permintaan banyak dan barang masuk sedikit. Sehingga, menyebabkan harga sayuran naik. Juga sebaliknya permintaan pasar sedikit dan barang masuk banyak, sehingga harga kebutuhan pokok turun,” terangnya.

Dengan adanya kenaikan beberapa sayuran tentu membuat pembeli merasa keberatan. Seperti yang diungkapkan Dodoh, ibu rumah tangga warga Kecamatan Ciamis. Ia  mengeluh dengan terus meningkatnya harga sayuran.

“Dengan terus meningkatnya harga sayuran ini ya tentu merasa keberatan. Tapi mau bagaimana lagi, saya sangat butuh untuk keperluan memasak,” ucapnya.

Dodoh berharap harga kebutuhan pokok kembali normal. Sehingga tidak terlalu memberatkan untuk keperluan rumah tangga. Terlebih saat ini yang masih dalam situasi pandemi Corona.

“Di situasi pandemi seperti ini kan sangat berat. Penghasilan suami turun, tapi harga kebutuhan pokok semakin meningkat. Semoga ada solusinya,” pungkasnya. (Fahmi/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto