Hari Korps Wanita Angkatan Laut, Sejarahnya dari Pembentukan BKR

Sejarah Korps Wanita Angkatan Laut
Foto Korps Wanita Angkatan Laut dibalik Monumen Jalesva Jayamahe di Kota Surabaya Jawa Timur. Foto: Istimewa

Setiap tanggal 5 Januari 2020 bangsa Indonesia khususnya TNI memperingati Hari Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal). Berbagai kisah menarik dari Kowal akan terkenang sepanjang masa. Hal ini karena Kowal mendedikasikan untuk mengimbangi peran perempuan seperti budaya patriarki.

Para wanita seluruh Indonesia seharusnya bangga memiliki Kowal. Selain bisa menjadi ibu, dan istri yang baik untuk suami dan anak, ternyata mereka juga berjaya di lautan, dan siap mengangkat senjata menjadi garda terdepan jika terjadi perang. Namun demikian, apakah para pembaca sekalian tahu bagaimana sejarah 5 Januari memperingati hari Kowal ini?

Usut punya usut, sejarah Hari Korps Wanita Angkatan Laut tak terlepas dari awal pembentukan BKR (Badan Keamanan Rakyat) pada tahun 1945.

Sejarah Hari Korps Wanita Angkatan Laut

Mengutip dalam Jurnal Info Historia “Buletin Kesejarahan TNI AL” (Edisi Khusus HUT Ke-73 TNI AL, 2018: 10) bahwa, setelah Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) bubar.Kemudian terbentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dan  pembentukan sebuah badan pertahanan bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR).

Baca Juga: Sejarah Revolusi Hijau: Mengenal Modernisasi Pertanian Zaman Soeharto

Para pemuda yang bertugas pada bidang kelautan dan pelayaran menyambut baik pembentukan BKR. Kemudian pada 10 September 1945 terbentuk badan resmi keamanan laut RI yakni BKR Laut Pusat. Berdasarkan izin pengesahan dari Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), M Pardi memimpin BKR Laut Pusat.

BKR Laut ini menjadi cikal bakal lahirnya TNI Angkatan Laut. Sehingga setiap 10 September 1945 menjadi hari lahir TNI Angkatan Laut. Setelah adanya pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945, maka pada 15 Nopember 1945 maka resmi berdirinya TKR Laut dengan pimpinan tertinggi adalah M Pardi.

Proses Pembentukan Korps Wanita Angkatan Laut Pertama

Seiring dengan semakin berkembangnya divisi dalam TKR maka pada tanggal 25 Januari 1946 dibentuklah nama baru dari TKR Laut (Tentara Keamanan Rakyat) menjadi TRI Laut (Tentara Rakyat Indonesia). Lalu ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia pada Februari tahun 1946.

Nezla Anisa dalam “Buletin Universita Malahayati Bandar Lampung” (10 September: 2016)  menilai penambahan kekuatan ini masih jauh dari kebutuhan dan tuntutan tugas. Terlebih ketika Indonesia memasuki masa krisis pasca perang yang menuntut peningkatan operasi yang semakin kuat. Namun perolehan dukungannya sangat terbatas, dan mengkhawatirkan.

Dengan dorongan perkembangan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) yang semakin maju. Maka pada tahun 1960-an di bawah kepemimpinan ALRI mulai mengembangkan para prajurit tempur baru sebagai tenaga tambahan yang berasal dari kelompok Wanita. Pada kelanjutannya kelompok tersebut bernama Korps Wanita Angkatan Laut.

Korps Wanita Angkatan Laut Pertama, Beranggotakan 12 Orang

Menurut sumber Wikipedia Indonesia, awal terbentuknya Kowal Pertama direalisasikan oleh kepemimpinan ALRI bernama Yos Sudarso. Kemudian ditembuskan serta disahkan oleh Laksamana R.E Martadinata.

Adapun latar belakang yang paling kuat dari pembentukan Kowal berkaitan erat dengan aspek eginsi. ALRI menyadari bahwa ada beberapa bidang pekerjaan yang lebih sesuai apabila dikerjakan oleh kelompok wanita. Maka terbitlah surat keputusan Men/Pangal pada Tanggal 26 Juni 1962, No: 5401.24.

Baca Juga: Sejarah Provinsi Jawa Barat Sejak Zaman Prasejarah

Surat keputusan tersebut berisi tentang pembentukan Korps Wanita Angkatan Laut. Dengan demikian surat keputusan tersebut  maka mulai merekrut para calon anggota Kowal melalui pendidikan militer.Untuk pertama kali berdirinya Kowal hanya beranggotakan 12 orang Perwira saja. 

Kemudian, pada 5 Januari 1963, ALRI melantik dan mengesahkan Kowal menjadi bagian dari ALRI. Adapun pelantikan tersebut langsung dipimpin oleh Komando Tertinggi ALRI yaitu, Kasal Laks, Muda R.E Martadinata, di Markas Angkatan Laut, Jakarta. Hingga saat ini, tanggal tersebut masih diperingati sebagai hari Korps Wanita Angkatan Laut Indonesia. (Erik/R9/HR-Online)

Editor: Dadang