Hujan Meteor Quadrantid, Simak Kapan Terjadi dan Bagaimana Melihatnya

Hujan Meteor Quadrantid
Ilustrasi Hujan Meteor Quadrantid. Foto: newscientist.com

Hujan meteor Quadrantid telah ilmuwan perkirakan mengalami puncaknya pada hari Minggu besok, tanggal 3 Januari 2021. Ini menjadi satu fenomena dan peristiwa langit yang pertama saat mengawali tahun baru 2021.

Kemudian, menariknya lagi, peristiwa hujan meteor ini dapat kita saksikan dengan mata telanjang. Berarti tanpa memakai alat-alat seperti teropong bintang atau bahkan teleskop.

Hujan Meteor Quadrantid

Hujan meteor akan menghiasi langit dan mengalami puncak pada tanggal 4 Januari 2021 besok. Peristiwa langit ini pun sangat menarik karena dapat kita saksikan dengan mata telanjang. 

Terdapat salah satu hal menarik lagi. Seperti yang NASA sampaikan jika peristiwa ini terjadi dan mengalami puncak terdapat sekitar 60-200 meteor Quadrantid. Dengan catatan, pada kondisi sempurna yang dapat terlihat.  

Melansir Space.com, peristiwa dari hujan meteor Quadrantid ini adalah hujan meteor yang pada saat mencapai puncak terpendek daripada peristiwa sejenisnya.

Kemudian, hujan meteor ini sudah berlangsung sejak tanggal 28 Desember 2020 yang lalu dan akan terjadi sampai pada tanggal 12 Januari 2021 mendatang.

Kehadirannya pada langit dapat terlihat dari arah sebelah timur dengan durasi yang singkat. Untuk Indonesia sendiri akan memperoleh bagian untuk menyaksikan peristiwa ini meskipun hanya sedikit saja.

Baca Juga: Hujan Meteor Ursid Tahun 2020, Fenomena Cantik Akhir Tahun

Kapan Dapat Menyaksikannya?

Selama terjadi puncaknya, bulan akan menjadi sekitar 81 persen purnama serta bisa menyapu meteor dari penampakan Quadrantid.

“Bulan akan menjadi halangan bagi hujan meteor Quadrantid yang menjadi harapan,” ungkap organisasi Motor Internasional pada kalender hujan meteor 2021.

Kemudian, mereka pun menambahkan jika anda dapat menyaksikan meteor tersebut pada pukul 9:30 pagi EST (pada 1430 GMT) di hari Minggu.

Yang pastinya, anda dapat menyaksikan malam puncaknya dengan cukup singkat. Sehingga, waktu yang paling baik yakni keluar serta mencari hujan meteor pada saat bulan terbenam. Ketika cahaya bulan tidak dapat mengganggu pandangan anda pada bagian langit malam yang gelap.

Menurut Avivah Yamani, salah seorang astronom Bandung, puncak peristiwa ini terjadi yang berasal dari rasi bintang Bootes yang muncul pada pukul 02:43 WIB di arah sebelah timur laut.

Bulan cembung yang muncul pada pukul 21.48 WIB tersebut akan menjadi polusi cahaya yang alami pada perburuan meteor Quadrantid. Tak hanya itu saja, hujan meteor ini akan terjadi secara maksimal dan mengalami puncak intensitasnya hanya dalam waktu beberapa jam saja.

Pada saat malam puncak peristiwa, anda akan dapat menyaksikan sekitar 110 meteor tiap jamnya dengan pergerakan 41 kilometer per detiknya. Kemudian, untuk posisi yang terbaik dalam pengamatan peristiwa hujan meteor ini yakni pada Bumi bagian utara.

Baca Juga: Hujan Meteor Alpha Monocerotid Fenomena Langka, Catat Tanggalnya!

Asal Hujan Meteor Quadrantid

Berbeda dengan jenis hujan meteor seperti biasanya yang berasal dari puing-puing komet, The Quadrantids ini merupakan hujan meteor yang berasal dari asteroid 2003 EH1 yang mana memiliki kemungkinan sebagai komet yang telah punah.

“Itu merupakan bagian dari komet atau bahkan merupakan dari komet itu sendiri dan akhirnya punah,” kata Bill Coke, ahli meteor NASA. Hal tersebut berarti jika semua es serta zat volatil lain pada komet tersebut sudah menguap.

Asteroid mempunyai perihelion (jarak paling dekat dengan matahari) yang tepat pada arah dalam orbit Bumi. Yang mana juga cukup jauh untuk istilah luar angkasa.

Para ilmuwan pun sempat berpikir jika asteroid mungkin saja mempunyai hubungan dengan komet 96P atau Machholz, yakni komet yang memiliki orbit matahari dalam setiap enam tahun sekali.

Pengamatan yang pertama dari hujan meteor Quadrantid tersebut tampak dan terjadi di langit Eropa pada tahun 1820-1830an.

Bagaimana Cara Menyaksikannya?

Anda tak perlu memakai teropong atau teleskop jika akan menyaksikan hujan meteor. Mata telanjang anda pun dapat menyaksikan dengan jelas untuk peristiwa bintang jatuh yang sedang melesat.

Jika anda mengamatinya, ada langit gelap dengan cahaya minim, maka berikan mata anda sekitar 20-30 menit untuk menyesuaikan kondisi.

Jangan lupa untuk menjaga kehangatan tubuh dengan mengenakan pakaian tebal dan hadapkan wajah anda agak menjauh dari sinar di Bootes (konstelasi Boot).

Kemudian, sebagai cara menangkap fenomena langit hujan meteor Quadrantid yang lebih panjang, anda dapat menemukannya dengan mencari bintang Biduk arah utara. (R10/HR Online)

Editor: Jujang