Impetigo pada Bayi dengan Gejala, Penyebab, serta Cara Mengobatinya

Impetigo pada bayi
Ilustrasi impetigo pada bayi. Foto: Ist/Net

Impetigo pada bayi biasanya timbul gejala dengan bercak merah pada kulit bayi. Apabila tidak mendapat penanganan secara tepat, makan akan menimbulkan lepuhan pada kulit tersebut. 

Impetigo sejenis infeksi kulit pada anak yang bersifat menular hampir mirip seperti cacar. Biasanya meradang pada kaki, tangan, maupun wajah bayi. 

Awalnya seperti bercak biang keringat, namun lama-kelamaan akan meradang bercak merah dan semakin lama akan menjadi seperti nanah. 

Impetigo ini banyak terjadi pada anak-anak. Tak terkecuali bayi. Seorang ibu banyak yang tidak menyadari gejala yang muncul pada bayi. Namun pada kondisi yang sudah parah, impetigo ini membahayakan kondisi kulit. 

Baca Juga : Cemilan Sehat untuk Anak dan Bayi yang Enak dan Bergizi

Gejala Dini Impetigo pada Bayi 

Umumnya gejala impetigo ini tidak langsung terlihat. Butuh waktu sekitar 4-10 hari bakteri menginfeksi kulit bayi tersebut. 

Bakteri yang menyerang tersebut awalnya masuk melalui celah kulit dan lama-kelamaan mulai masuk ke dalam tubuh bayi. Ada beberapa impetigo yang bisa sembuh dengan sendirinya. Ada juga yang membutuhkan penanganan secepat mungkin. 

Biasanya impetigo terlihat di area mulut, hidung, dan wajah. Ada juga yang muncul tangan dan kaki. Penularannya pun bisa dari kontak fisik atau melalui hal lain, seperti handuk, pakaian, sabun, dan lainnya. 

Pada bayi atau anak-anak yang sudah mempunyai luka yang berasal dari gigitan nyamuk atau terjatuh, biasanya mudah terserang bakteri ini. Impetigo pada bayi akan terus berkembang pada kondisi udara yang hangat atau lembab.

Gejala yang timbul ada 2 macam, yakni impetigo krustosa dan impetigo bulosa. Impetigo krustosa, gejala dengan ciri bercak kemerahan dan gatal pada area mulut dan hidung, kulit di area luka iritasi dan berkoreng kuning, namun tidak berbekas untuk jangka panjang.

Baca Juga : Gejala Penyakit Kuning pada Bayi dan Cara Mengatasinya dengan Tepat

Impetigo bulosa, jenis ini lebih serius dan berbahaya. Gejala lain kulit yang melepuh dan berisi cairan bening di seluruh tubuh, nyeri, dan gatal. Namun apabila pecah, akan menyebar ke seluruh tubuh dan menular. 

Faktor Penyebab Impetigo

Impetigo pada bayi ini biasanya terjadi oleh beberapa faktor. Faktor pertama adalah usia muda atau bayi. Itulah kenapa impetigo ini sering menyerang anak-anak. Hal itu karena mereka mempunyai kulit dan tubuh yang masih sensitif serta rentan. 

Penyebabnya adalah kondisi keramaian. Karena bersifat menular, apabila anak-anak berada pada lingkungan keramaian, hal ini akan berpeluang penyebaran impetigo. Terutama pada salah satu anak yang sudah terjangkit, akan menularkan kepada anak yang lain.

Apalagi kondisi cuaca yang lembab, akan membuat perkembangan bakteri ini semakin menyebar. Kontak fisik pada anak yang terjangkit impetigo dapat menyebabkan penularan penyakit tersebut. 

Selain itu, faktor penyebab impetigo adalah orang yang mempunyai riwayat diabetes, imun yang lemah, dan lingkungan yang kumuh.

Baca Juga : Gejala Sariawan Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Penanganan dan Pengobatan Impetigo 

Apabila telah muncul gejala yang mengarah ke impetigo pada bayi, sebaiknya anda langsung saja memeriksakan bayi atau anak anda ke dokter terdekat. Hal ini untuk mendapatkan penanganan yang tepat sasaran. 

Pemeriksaan impetigo tersebut biasanya berupa identifikasi gejala, pengambilan sampel cairan, dan pengecekan melalui laboratorium. Apabila penderita memang mengalami impetigo, pengobatannya sesuai dengan tingkat keseriusan impetigo tersebut. 

Impetigo yang masih ringan biasanya akan mendapat penanganan dengan obat salep atau krim antibiotik. Namun apabila sudah di tingkat serius, maka pengobatannya berupa tablet atau tablet antibiotik dan harus rutin sesuai resep dokter. Sampai menunjukkan tanda-tanda membaik.

Pencegahan Impetigo

Pencegahan impetigo pada bayi dapat dilakukan dengan rajin mencuci tangan. Terutama setelah aktivitas keluar rumah, menutup luka pada kulit agar tidak terpapar bakteri, membersihkan kuku, tidak menggaruk luka, mencuci pakaian bayi dan lebih steril, serta mengganti sekaligus membersihkan handuk yang dipakai secara rutin agar terhindar dari penularan dan infeksi kulit.

Sebaiknya anda melakukan perawatan rutin dan mencegah impetigo tersebut sehingga tidak semakin meradang. Karena sebenarnya impetigo ini akan menyebabkan komplikasi.

Seperti peradangan pada ginjal, kulit melepuh, demam disertai ruam merah, kelainan kulit, serta infeksi jaringan kulit dan lemak. Oleh karena itu, anda wajib memperhatikan kebersihan area sekitar kulit yang terluka dan sesegera mungkin memeriksakannya.

Nah, itulah gejala, penyebab, cara mengatasi, hingga pencegahan impetigo pada bayi. Untuk memastikan, sebaiknya anda memeriksakan sesegera mungkin. (R11/HR-Online)

Editor : Eva Latifah