Jangan Rebahan Setelah Makan! Ini Bahayanya Bagi Kesehatan

Jangan rebahan setelah makan karena bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh. Foto: Net/Ist.
Jangan rebahan setelah makan karena bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh. Foto: Net/Ist.

Jangan rebahan setelah makan karena bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh. Mungkin setelah makan besar, kebanyakan orang akan duduk sejenak menunggu makanan dalam perut turun.

Tapi, ada pula sebagian orang yang duduk bersandar usai makan. Bahkan ada juga yang sampai rebahan beberapa saat setelah makan. Jika kamu sering melakukannya, mulai sekarang hentikan kebiasaan tersebut lantaran berpotensi memicu munculnya beberapa penyakit berbahaya.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini bahaya yang mengintai jika sering rebahan usai makan, dan solusi untuk menghindarinya.

Jangan Rebahan Setelah Makan, Ini Bahayanya

Asam Lambung Naik

Baca Juga : Makanan Sehat untuk Diet Pemula dengan Menu Sehari-hari

Melansir dari Healthline, sering rebahan usai makan dapat memicu naiknya asam lambung serta menyebabkan muncul rasa nyaman pada perut. Apalagi jika kamu punya riwayat GERD (gastroesophageal reflux) atau penyakit asam lambung.

GERD merupakan gangguan pada pencernaan. Gangguan ini terjadi saat asam lambung kembali mengalir ke kerongkongan. Saluran tenggorokan ini sebagai penghubung tenggorokan ke perut.

Kalau kamu memiliki kondisi tersebut, maka lapisan esofagus dapat teriritasi refluks asam lambung. Makanan yang asam seperti tomat dan jeruk, atau makanan pedas mungkin akan sangat mengganggu. Sedangkan, coklat, peppermint, dan alkohol dapat memperparah GERD dan heartburn.

Mengganggu Kualitas Tidur

Jangan rebahan setelah makan karena akan mengganggu kualitas tidur. Jika kamu terlalu banyak makan atau konsumsi makanan pemicu heartburn menjelang tidur malam, hal itu juga berpotensi sebabkan tidur menjadi terganggu.

Karena, gejala refluks bisa menyebabkan dada terasa tidak nyaman, serta rasa pahit pada mulut. Jika kondisi tersebut muncul ketika waktu tidur, tentunya kamu akan sulit memejamkan mata hingga terlelap.

Baca Juga : Posisi Tidur untuk Menghilangkan Sakit Kepala Tanpa Obat

Insomnia

Selain itu, insomnia juga dapat terjadi jika kamu mengonsumsi cokelat, kopi, atau teh dekat dengan waktu tidur. Sebab, jenis makanan atau minuman tersebut mengandung kafein.

Kandungan kafein di dalamnya memblokir adenosin yang merupakan bahan kimia yang dapat memunculkan rasa kantuk. Kafein juga bisa meningkatkan rasa ingin buang air kecil ketika malam hari. Kondisi tersebut dinamai nokturia.

Memang tak semua orang merasa sensitif terhadap kafein. Tetapi, jika kamu merasa sensitif maka sebaiknya pertimbangkan kembali untuk mulai membatasinya.

Waktu yang Baik Rebahan Usai Makan

Jangan rebahan setelah makan karena bisa membahayakan kesehatan. Menurut ahli gizi, waktu yang baik untuk berbaring usai makan yaitu sekitar 3 jam berselang dari waktu makan.

Baca Juga : Adab Sebelum Tidur Menurut Islam yang Sesuai Anjuran Rasulullah

Dengan durasi waktu tiga jam memungkinkan pencernaan akan bekerja secara optimal saat memindahkan isi perut ke bagian usus kecil. Sehingga, bisa mencegah munculnya masalah heartburn atau insomnia saat malam hari.

Sedangkan, penelitian lainnya yang dirilis melalui American Journal of Gastroenterology, menyebutkan bahwa, sebelum berbaring, pasien dengan gangguan GERD sebaiknya menunggu tiga jam usai makan.

Setelah selesai makan, kamu bisa melakukan aktivitas yang ringan terlebih dahulu, misalnya bersih-bersih rumah, atau mencuci piring.

Bisa juga melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki yang dapat memberikan manfaat sehat. Berjalan santai cukup 10 menit saja setelah makan bermanfaat bagi kesehatan.

Termasuk memperlancar saluran pencernaan, kesehatan jantung meningkat, meregulasi tekanan darah secara baik. Selain itu, mengelola kadar gula darah, serta dapat menurunkan berat badan.

Jangan rebahan setelah makan jika kamu sering mengeluhkan masalah pencernaan usai makan. Sebaiknya coba konsultasi ke dokter guna mendapatkan rekomendasi untuk perubahan pola hidup. Sekaligus pengobatan yang baik dan tepat. (Eva/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah