Jenis Sel Volta pada Kehidupan Sehari-hari Manusia

Jenis Sel Volta Pada Kehidupan Sehari-hari Manusia
Ilustrasi Jenis Sel Volta. Foto: Ist/Net

Jenis sel volta memang sangat banyak dan berguna bagi kehidupan manusia. Sel volta merupakan salah satu bagian dari elektrokimia. Tak heran jika perannya dalam kehidupan manusia sangatlah penting.

Sel volta atau sel galvani ini sangat erat hubungannya dengan reaksi redoks. Ini merupakan suatu proses reaksi kimia yang mampu menghasilkan listrik. Yang terjadi adalah konduktor saling terhubung dalam suatu sistem elektrolit.

Hal ini akan membuat suatu aliran listrik melalui elektroda. Sel volta ini juga bisa dengan reaksi oksidasi dan reduksi yang spontan. Sehingga proses elektrokimia juga termasuk dalam kategori prinsip penggunaan sel volta.

Sederhananya, sel volta ini karena adanya proses transfer elektron pada reaksi redoks yang berlangsung. Energi listrik ini bisa bermanfaat bagi kehidupan manusia dalam kesehariannya. Mungkin manusia belum mengerti bahwa energi tersebut termasuk dalam sel volta.

Baca Juga: Jenis Jaringan pada Hewan, Pengertian dan Fungsinya

Jenis Sel Volta, Kekurangan Serta Kelebihannya

Energi listrik pada sel volta karena adanya energi gibbs dari reaksi redoks. Sel volta bisa bekerja karena tergantung dengan prinsip dua logam yang berbeda dalam satu larutan elektrolit. Logam bersifat reaktif akan memiliki suatu tendensi.

Nah, tendensi ini akan terlarut dalam suatu larutan elektrolit sebagai ion logam positif yang meninggalkan elektron pada plat logam. Hal ini akan menyebabkan plat logam memiliki sifat yang reaktif dan memiliki muatan negatif.

Sedangkan logam akan bersifat non reaktif yang mampu menarik opn positif dalam larutan elektrolit. Adapun jenis dari sel volta dalam kehidupan sehari-hari yaitu:

Baterai Alkalin

Jenis baterai memiliki elektrolit yang bersifat alkali atau basa. Elektrolit dalam baterai ini berupa kalium hidroksida (KOH). Nama alkalin ini berasal dari elektrolit dari golongan alkali.

Memiliki bentuk seperti sel kering dan bukan cairan. Baterai masih menggunakan prinsip yang sama dengan sel volta. Menggunakan dua jenis logam yang terpisah oleh cairan penghantar listrik.

Jenis sel volta ini memiliki beberapa kelebihan dalam kehidupan sehari-hari. Baterai sangat baik untuk beroperasi pada temperatur yang rendah hingga 25 derajat Celcius. Tahan terhadap beban berat yang seperti over charging dan tahan lama.

Tetapi juga memiliki kekurangan seperti sekali pakai. Hanya memiliki densitas energi yang rendah dan sulit untuk melakukan produksi massal. Lalu juga memiliki biaya metal elektroda yang cukup mahal.

Baca Juga: Jenis Tulang Rawan dan Fungsinya Untuk Melindungi Organ Manusia

Aki atau Baterai Timbul

Jenis yang berikutnya adalah aki atau baterai timbul. Aki merupakan sumber arus listrik searah yang bisa mengubah energi kimia ke energi listrik. Termasuk pada elemen elektrokimia yang bisa memberikan pengaruh pada pereaksinya.

Aki merupakan sebuah elemen sekunder yang memiliki kutub positif aki menggunakan lempeng oksida. Sedangkan kutub negatifnya menggunakan lempeng timbal. Untuk larutan elektrolit dari aki berupa larutan asam sulfat.

Aki merupakan jenis sel volta yang memiliki keunggulan mampu memberikan sumber energi listrik yang lebih besar. Mempunyai waktu hidup yang relatif panjang. Sehingga lebih efektif dan mampu beroperasi pada suhu yang rendah.

Tetapi aki yang selnya sudah lama mampu menimbulkan kerak. Bahkan air aki bisa meledak saat pengisian karena tersulut api atau percikan H2SO4.

Baterai Nikel Kadmium

Lalu, ada baterai nikel kadmium atau NiCd yang juga merupakan sel galvani. Baterai ini memiliki tegangan sebesar 1,2 Volt. Tentunya dengan kerapatan energi lebih besar dua kali lipat daripada baterai timbal.

Baterai nikel kadmium ini menggunakan nikel sebagai elektroda positif dan kadmium untuk negatif. Selain itu, baterai NiCd memiliki nilai hambatan internal yang kecil. Hal ini memungkinkan charge dan discharge dengan rate yang tinggi.

Jenis sel volta ini memiliki banyak siklus yang lebih dari 500. Ada salah satu kekurangan dari baterai ini, yaitu memiliki efek ingatan. Maksudnya mampu mengingat jumlah energi yang terlepas sebelumnya.

Efek ini merupakan akibat dari adanya perubahan pada struktur kristal elektrode. Saat baterai terisi dengan muatan listrik sebelum energinya keluar atau berguna. Baterai ini juga sangat sensitif terhadap kelebihan pengisian.

Itulah beberapa jenis sel volta dalam kehidupan sehari-hari. Manfaatkan sel volta dengan baik agar tidak menimbulkan dampak yang berbahaya. Lakukan semua tindakan dengan hati-hati agar keselamatan tetap terjaga. (R10/HR Online)

Editor: Jujang