KBM Tatap Muka Langsung, Disdik Tunggu Keputusan Wali Kota Banjar

KBM tatap muka langsung di sekolah yang ada di Kota Banjar, Jawa Barat, hingga saat ini belum ada keputusan kapan akan mulai. Foto: Ilustrasi/Net.
KBM tatap muka langsung di sekolah yang ada di Kota Banjar, Jawa Barat, hingga saat ini belum ada keputusan kapan akan mulai. Foto: Ilustrasi/Net.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- KBM tatap muka langsung di sekolah yang ada di Kota Banjar, Jawa Barat, hingga saat ini belum ada keputusan kapan akan mulai. Pasalnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar belum memutuskan akan memberlakukan sistem Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka langsung, sebagaimana Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri.

Dalam SJB tersebut telah menjadwalkan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan mulai berjalan pada Januari ini.

Namun, untuk membuka kembali KBM tatap muka, Disdikbud masih menunggu koordinasi sekaligus kebijakan yang bakal Wali Kota Banjar putuskan.

“Masih belum. Besok Senin kami baru akan koordinasi dengan Wali Kota dan Tim Satgas,” kata Kepala Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Kota Banjar, Ahmad Yani, kepada HR Online, Sabtu (02/01/2021).

Lebih lanjut Yani mengatakan, jika mengacu pada keputusan Gubernur Jawa Barat, serta kebijakan SKB 4 Menteri, memang untuk proses KBM tatap muka sudah dapat dimulai pada Januari ini.

Namun demikian, berdasarkan kebijakan tersebut, meski pihak sekolah sudah memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Termasuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk keputusan berlangsungnya KBM, tatap diserahkan sepenuhnya kepada kepala daerah dan Tim Satgas.

Hal tersebut karena perlu adanya pertimbangan mengenai perkembangan peta daerah resiko penyebaran Covid-19 saat ini, terkait dampak resiko kemungkinan yang terjadi bagi murid, orang tua, dan juga pihak sekolah.

“Secara teknis kami sudah siap. Untuk kepastiannya nanti menunggu setelah ada koordinasi saja,” ujar Ahmad Yani.

Baca Juga : KBM Tatap Muka Tahun 2021 di Ciamis, Tim Verifikasi Cek Tiap Sekolah

Ia menambahkan, apabila nanti dalam rapat koordinasi mengenai KBM tatap muka langsung mendapat persetujuan, maka untuk proses pelaksanaannya bisa mulai pada tanggal 11 Januari mendatang.

“Sekarang para siswa masih dalam masa libur sekolah. Kami usahakan sebelum Minggu ini sudah ada keputusan,” kata Ahmad Yani.

IDI Sarankan PJJ

Terpisah, perihal rencana KBM tatap muka akan kembali buka, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Banjar, dr. Fuad Hanif, mengatakan, bahwa melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah untuk saat ini sangat beresiko tinggi.

Terlebih lagi melihat perkembangan kasus Covid-19 Kota Banjar yang akhir-akhir ini jumlahnya terus meningkat. Bahkan, dari jumlah kasus yang ada saja, terdapat adanya anak-anak yang sudah terinfeksi virus asal Wuhan itu.

“Saya berpendapat pembelajaran tatap muka beresiko tinggi. Takutnya nanti ada lonjakan kasus Covid-19 pada anak. Untuk lebih amannya dengan PJJ saja,” tandasnya.

Oleh karena itu, dr. Fuad meminta kepada semua pihak, terutama pihak sekolah, apabila nantinya kebijakan KBM tatap muka tersebut betul-betul terlaksana, maka pihak sekolah harus menyiapkan sarana dan prasarana. Serta menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Pihak orang tua siswa juga harus ikut melakukan pendampingan, pengawasan, dan memberikan pengajaran pada anak tentang perilaku hidup bersih sehat. Hal ini sebagai upaya pencegahan.

Jangan sampai terjadi cluster baru ada peserta didik maupun tenaga kependidikan yang terpapar akibat lemahnya pengawasan di sekolah. Hingga kemudian PTM diberhentikan.

“Dulu kita sudah masuk zona hijau, dan kita buka PTM. Kemudian ada guru yang terpapar, kemudian tutup lagi. Makannya, pengawasannya harus ketat,” tandas dr. Fuad Hanif. (Muhlisin/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah