Kelainan Tulang Kifosis dengan Beragam Faktor Penyebab dan Obatnya

0
3
Kelainan Tulang Kifosis
Ilustrasi Kelainan Tulang Kifosis. Foto: atlantaspineinstitute.com

Kelainan tulang kifosis terjadi karena tulang belakang yang mengalami kelainan seperti bengkok atau melengkung sehingga mengakibatkan postur penderitanya terlihat bungkuk dan tidak bisa tegak berdiri.

Normalnya tulang belakang melengkung pada 25-45 derajat, namun pada kifosis ini penderita melengkung sampai 50 derajat lebih.

Pada dasarnya, kifosis yang bersifat ringan tidak membutuhkan penanganan yang serius karena tak menimbulkan gejala yang jelas. Namun apabila sudah merasakan nyeri dan pernafasan terganggu, maka harus segera memeriksakannya ke dokter.

Kelainan tulang ini biasanya tidak mengenal usia. Kelainan ini bisa terjadi pada siapa saja. Dengan penanganan tepat, sebenarnya kelainan ini dapat antisipasi dengan menurunkan faktor resikonya.

Gejala Kelainan Tulang Kifosis

Pada umumnya, kelainan tulang ini terjadi dengan tanda ataupun gejala yang berbeda. Penderita mengalami gejala yang sangat terlihat.

Baca Juga : Penyakit Tulang Belakang, Jenis dan Cara Mengatasinya

Beberapa gejala yang sering muncul pada penderita kifosis ini seperti nyeri punggung dan terasa kaku, otot belakang paha terasa kencang, saat membungkuk tinggi punggung tidak normal, kepala penderita terlihat lebih condong ke depan, dan terjadi perbedaan antara bahu kanan dan kiri yakni salah satu lebih tinggi.

Hal ini tidak terasa pada kondisi kifosis yang ringan. Sehingga tidak menunjukkan gejala yang berarti. Namun anda tentu tetap harus waspada pada kelainan kifosis ini.

Penyebab yang Mendasari Kifosis

Penyebab kelainan tulang kifosis yang mengalami kelainan umumnya terjadi karena faktor lain. Faktor penyebab tersebut sebagai berikut:

Kifosis Bawaan Sejak Lahir

Umumnya terjadi sudah sejak dalam kehamilan atau kandungan. Dalam istilah medis dengan sebutan kifosis kongenital. Sampai saat ini belum jelas penyebab pastinya, namun anak yang mengalami kelainan kifosis ini sudah cacat sejak lahir.

Bahkan beberapa pengaruh yang terjadi adalah cacat pada jantung dan ginjal. Pada jenis kifosis ini harus segera mendapatkan penanganan karena sangat rentan. Hal ini akan mempengaruhi perkembangan penderita seiring pertumbuhannya.

Baca Juga : Penyebab Penyakit Flu Tulang, Gejala dan Cara Sederhana Mengobatinya

Kyphose Scheuermann

Pada kasus kelainan tulang kifosis jenis ini, biasanya dengan tanda struktur tulang belakang agak bulat sehingga penderita menjadi membungkuk. 

Jenis ini sering terjadi pada anak-anak laki-laki maupun perempuan. Keluhannya sering merasa nyeri pada bagian belakang atau punggung

Kifosis Postural

Jenis ini biasanya terjadi pada remaja. Jenis ini dengan tanda tulang belakang bagian atas mengalami bengkok dan penyebab utamanya adalah kebiasaan duduk maupun berdiri yang tidak tepat. 

Kelainan jenis ini tidak menunjukkan tanda maupun gejala apapun dan bersifat kifosis ringan. Hal ini dapat menanganinya dengan melatih diri untuk duduk dengan benar agar terhindar dari kifosis serius.

Faktor Resiko dari Kifosis

Kelainan tulang kifosis sangat berpengaruh dari usia. Bagi yang usianya semakin tua, maka tulang belakang pun sering mengalami masalah. Kondisi tulang pada usia tua mengalami kerapuhan. 

Beberapa faktor resiko kifosis yang meningkat sebagai berikut

  1. Cedera pada tulang belakang
  2. Distrofi otot. Kelainan genetik melemahnya otot secara progresif.
  3. Neurofibromatosis. Biasanya adanya tumor pada jaringan saraf. 
  4. Penyakit paget. Tulang menjadi rapuh karena terganggu proses pembentukan tulangnya.
  5. Spina bifida. Tulang dan sumsum belakang tidak sempurna karena cacat lahir.
  6. TBC. Infeksi bakteri seluruh tubuh

Penderita kifosis yang dengan sebab faktor resiko tersebut umumnya akan meningkat saat kondisi tubuh tidak stabil. Bahkan akan berdampak buruk pada penderita.

Baca Juga : Manfaat Jeruk Bali untuk Kesehatan Jantung, Tulang, dan Kulit

Diagnosis dan Pengobatan Kifosis

Anda sebaiknya memeriksakan ke dokter sesegera mungkin untuk mengetahui kelainan tulang kifosis secara pasti penanganan apa yang tepat. Diagnosa bisa dengan cara pemeriksaan fisik mengenai tinggi dan cek tulang belakang. 

Pemeriksaan selanjutnya dengan posisi berbaring untuk menentukan apakah lurus atau bengkok. Apabila pada kondisi lurus saat berbaring, maka yang dialami penderita disebut postural kyphosis. Apabila bengkok, maka scheuermann’s kyphosis.

Selanjutnya pemeriksaan saraf pada penderita, dengan mengecek seberapa baik impuls saraf tulang belakang. Pemeriksaan penunjang lainnya dapat dengan uji pencitraan foto rontgen, menguji kepadatan tulang menggunakan bone density scan, atau tes darah.

Bagi penderita kifosis ringan, dapat melakukan pengobatan secara fisioterapi.Pengobatan dapat dengan peresepan obat yang dapat dikonsumsi secara rutin maupun berkala. Selanjutnya pengobatan pada yang sudah parah dengan memasukkan potongan tulang di antara ruas tulang belakang.

Kemudian dengan penyangga pen logam sampai penderita dalam posisi normal. Untuk membantu kesehatan tulang biasanya ada penganjuran mengkonsumsi vitamin D dan kalsium.

Nah, gejala, penyebab, dan cara pengobatan kelainan tulang kifosis tersebut bisa menjadi pengetahuan anda sehingga dapat mencegahnya secara dini. (R11/HR-Online)

Editor : Eva Latifah