Kelistrikan pada Sel Saraf Manusia yang Penting Untuk Diketahui

Kelistrikan pada Sel Saraf
Ilustrasi Kelistrikan pada Sel Saraf. Foto: dana.org

Kelistrikan pada sel saraf manusia. Rupanya tubuh kita juga memiliki arus listrik, terutama pada sistem saraf yakni berupa impuls listrik. Kemudian, terdapat ilmu yang khusus mempelajari tentang impuls listrik dalam tubuh manusia, yang kemudian kita kenal dengan ilmu biolistrik.

Tegangan dalam tubuh manusia pun berbeda dengan tegangan yang ada dalam instalasi listrik rumah tangga. Untuk kelistrikan yang ada dalam tubuh kita tentu berhubungan dengan komposisi ion, bukan listrik yang mengalir pada kabel seperti pada umumnya.

Salah satu yang dapat kita jadikan contoh mengenai listrik yang ada dalam tubuh yakni perjalanan impuls saraf ke otot atau efektor yang sangat cepat. Hal tersebut karena adanya proses dari kelistrikan dalam sel saraf.

Kelistrikan pada Sel Saraf

Tahukah anda tentang cara sel saraf menghantarkan impuls listrik? Lalu tentang bagaimana sel saraf ketika tidak sedang menghantarkan listrik? Muatan yang ada pada bagian luar dan dalam sel tak mampu tarik-menarik dengan cara otomatis atau bergerak sendiri.

Karena terdapat pemisah yang merupakan membran sel saraf. Tarik menarik tersebut antara muatan terjadi jika terdapat rangsangan yang berasal dari neurotransmitter.

Mengutip Wikipedia, sel saraf atau sering kita kenal dengan nama neuron adalah satuan kerja yang utama daripada sistem saraf yang memiliki fungsi menghantarkan impuls listrik.

Neuron terbentuk akibat dari suatu stimulus atau rangsangan yang terjadi. Kemudian, terdapat jutaan sel saraf yang membentuk pada suatu sistem saraf.

Baca Juga: Pengertian Sistem Saraf Tepi dan Fungsinya dalam Pergerakan Tubuh

Muatan Listrik dalam Tubuh Manusia

Dalam tubuh manusia terdapat ion positif dan juga ion negatif. Ion yang menyebabkan muatan negatif dalam tubuh manusia adalah Cl-. Sementara itu, ion dengan muatan positif yakni Ca2+ serta Na+.

Salah satu dari peristiwa fisiologi memakai gejala kelistrikan pada sel saraf dalam tubuh manusia yakni proses menghantarkan impuls saraf.

Yang paling utama dari sistem saraf adalah sel saraf atau neuron. Neuron juga terdiri atas badan sel serta saluran yang nantinya akan keluar daripada badan sel. Pada bagian efektor dalam badan sel tersebut terdiri atas inti, mitokondria, badan golgi, serta neurofibril.

Dengan demikian, neuron dapat melakukan metabolisme. Neuron yang pendek dapat kita sebut dengan nama dendrit serta yang panjang kita sebut dengan akson atau neurit. Kemudian, dendrit berfungsi untuk menghantarkan impuls saraf ke badan sel.

Lalu sebaliknya neurit atau akson menghantarkan impuls saraf yang berasal dari badan sel menuju ke otot. Muatan luar serta dalam sel saraf tak mampu tarik-menarik tanpa adanya rangsangan yang berasal dari neurotransmitter.

Baca Juga: Perbedaan Saraf Sensorik dan Motorik Sebagai Pengontrol Respon Tubuh

Proses Kelistrikan pada Sel Saraf

Sifat ini juga bekerja untuk menghantarkan impuls atau rangsangan. Pada saat sel saraf tidak sedang menghantarkan impuls, maka muatan positif dari Na+ akan melingkupi bagian paling luar dari membran sel.

Kemudian, pada kondisi tersebut, membran sel saraf untuk bagian paling luar yang memiliki muatan listrik positif serta membran sel dalam memiliki muatan negatif (Cl-).

Ketika neurotransmitter terlepas dari sel saraf yang lain, maka kelistrikan pada sel saraf yang mana impuls atau rangsangan akan lanjut pada sel saraf yang selanjutnya. Kemudian, neurotransmitter akan mengakibatkan muatan listrik positif Na+ untuk masuk ke sel saraf.

Selanjutnya, muatan ion positif Na+ akan masuk ke sel saraf melalui membran sel. Rangsangan listrik akan mengalir menuju ke ujung paling akhir dari sel saraf.

Kemudian, ketika rangsangan sudah mencapai ujung sel saraf tersebut, neurotransmitter akan terlepas kembali ke sel saraf yang lain atau menuju ke sel saraf tujuan.

Baca Juga: Sistem Saraf Otonom, Pengertian, Jenis dan Fungsinya Terhadap Organ

Bagian-Bagian Sel Saraf

Setiap manusia mempunyai kelistrikan pada sel saraf dari sistem saraf yang mana bisa mengendalikan gerak dari otot. Sistem saraf tersebut terdiri dari sel-sel saraf yang mana berfungsi sebagai pengolah serta penerima rangsangan yang panca indera terima.

Selain terdiri atas badan sel, dendrit, serta neurit, sel saraf juga terdapat satu bagian lagi yakni selubung myelin. Pada hakekatnya, selubung myelin bukan merupakan bagian sel saraf, akan tetapi terdiri atas sel pembentuk myelin. Yang mana fungsinya sebagai penyelubung akson.

Kemudian, dari keberadaan kelistrikan pada sel saraf pada myelin terdapat dua jenis neuron, yakni neuron yang menyelubungi myelin dan juga neuron yang tidak menyelubungi myelin. (R10/HR Online)

Editor: Jujang