Kisah Uwais Al-Qarni, Pemuda yang Sangat Memuliakan Ibunya

Kisah Uwais Al-Qarni
Ilustrasi Kisah Uwais Al-Qarni yang menggendong ibunya. Foto: Net/ist

Kisah Uwais Al-Qarni sangat terkenal akan sikapnya yang sangat memuliakan orang tua. Kisah Uwais terkenal karena menggendong ibunya pergi haji dari Yaman ke Mekkah.

Bahkan ia disebut oleh Rasulullah SAW sebagai sebaik-baiknya tabiin atau pengikut di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Muslim.

Lelaki yang dipanggil Uwais ini adalah seorang yatim dan hanya tinggal bersama ibunya yang lumpuh dan sudah tua di Yaman.

Bahkan, Uwais sendiri mempunyai penyakit belang pada tubuhnya. Ia bersama ibunya merupakan keluarga yang fakir.

Sangking istimewanya, Rasulullah SAW sempat berpesan kepada Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib supaya mencarinya untuk mereka memintanya supaya memohonkan ampun untuk mereka semua.

Baca juga: Keutamaan Shalawat Munjiyat dan Kisahnya

Kisah Uwais al-Qarni Masuk Islam

Uwais bersama ibunya memeluk agama Islam setelah mendengar seruan nabi Muhammad SAW dari Mekah.

Ia memang dikenal sebagai sosok pemuda yang sholeh dan sangat memuliakan ibunya dan selalu merawat serta memenuhi semua kebutuhan dan permintaan ibunya.

Pada suatu hari, Uwais berbicara kepada ibunya untuk meminta izin agar bisa berjumpa dengan Rasulullah SAW yang pada saat itu sedang berada di Madinah.

Ibunya mengizinkan untuk pergi dan berpesan supaya cepat pulang karena sedang merasa kesakitan.

Setelah sampai di Madinah, ia pun segera menuju rumah Rasulullah SAW. Tapi sayangnya saat itu tidak bisa menemui Rasulullah SAW karena sedang di medan perang.

Ia teringat akan pesan ibunya supaya cepat kembali ke Yaman. Untuk itulah ia terpaksa berpamitan kepada Siti Aisyah RA, yaitu istri dari Rasulullah yang pada saat itu sedang berada di rumah. Ia juga tak lupa menitipkan salam untuk Rasulullah.

Penuhi Keinginan Sang Ibu

Selain itu, terdapat kisah Uwais al-Qarni yang selalu memenuhi keinginan ibunya. Sang ibu yang sudah renta tersebut sangat menginginkan pergi ke tanah suci untuk berhaji. Padahal, saat itu kondisi sang ibu sedang tak ada uang. Jadi Uwais merasa keberatan untuk memenuhi keinginan sang ibu.

Sebab, perjalanan dari Yaman untuk sampai ke Mekah sangatlah jauh. Mereka juga harus melewati padang pasir yang tandus dan panas.

Orang-orang biasanya menggunakan unta untuk membawa banyak perbekalan untuk pergi ke Mekah, tetapi ia pun tak tinggal diam dan terus berpikir untuk mencari jalan keluar supaya Ibunya tetap bisa berangkat ke tanah suci.

Akhirnya ia memutuskan untuk membeli seekor anak lembu dan membuat kandang di puncak bukit.

Berlatih Menggendong Anak Lembu

Dari kisah Uwais Al-Qarni ini, hampir setiap pagi ia berlatih menggendong anak lembu tersebut bolak-balik naik turun bukit. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kekuatan otot supaya dapat mengangkat beban berat.

Walaupun hal itu dianggap banyak orang aneh karena melakukannya selama 8 bulan.

Ketika musim haji tiba, ia menggendong ibunya dari Yaman ke Mekkah untuk menunaikan ibadah wajib tersebut.

Setelah ia dan ibunya sampai di tanah suci, Uwais juga tetap menggendong ibunya wukuf di Arafah dan tawaf di Ka’bah dengan tegap.

Air mata sang ibu tumpah saat di depan Ka’bah. Uwais pun berdoa kepada Allah untuk mengampuni semua dosa ibunya.

Baca juga: Akhlak Kepada Orang Tua Sebagai Bukti Bakti Dalam Ajaran Agama

Penyakit Belang Hilang

Allah SWT kemudian memberikan keajaiban untuk Uwais karena menghilangkan penyakit belang yang ada di tubuhnya, namun hanya tertinggal bulatan putih yang berada di tengkuknya.

Bulatan putih tersebutlah yang menjadi sebuah tanda untuk mengenalinya. Kisah Uwais Al-Qarni ini pernah disampaikan Rasulullah SAW kepada Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib.

Mereka berdua pun akhirnya berhasil menemui pria itu dan menuruti perintah dari Rasulullah agar Umar dan Ali meminta mendoakan supaya mendapatkanampunan Allah SWT.

Setelah beberapa tahun pertemuan bersama Umar dan Ali, Uwais wafat. Masyarakat yang Yaman pada saat itu terheran-heran karena banyak orang yang berebut untuk memandikan, menshalatkan, dan menguburkan jenazahnya.

Banyak yang percaya bahwa orang-orang tersebut adalah para malaikat yang menginginkan untuk mengurus jenazah dan pemakaman Uwais.

Demikianlah kisah Uwais Al-Qarni yang patut ditekuni sebab kesalehannya dalam memuliakan orang tua, khususnya ibu. (Muhafid/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid