Mahasiswa Soroti Genangan Air di Jalan Alun-alun Singaparna Tasikmalaya

Genangan air pada jalan Alun-alun Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat
Genangan air pada jalan Alun-alun Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Foto: Apip/HR

Berita Tasikmalaya (Harapanrakyat.com),- Mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tasikmalaya menyoroti genangan air pada jalan Alun-alun Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Genangan air itu menggenangi hampir sebagian badan jalan setelah hujan. Tapi genangan itu masih ada dan awet meski hujan sudah reda. Kondisi ini sudah terjadi selama beberapa tahun. Penyebabnya karena saluran pembuangan air yang tidak berfungsi dengan baik.

Mahasiswa, Aditya Sujana, aktivis, PMII Tasikmalaya, mengatakan genangan pada jalan Alun-alun Singaparna itu akibat drainase tersumbat sampah.

“Saya ikut memberikan kritik membangun serta saran agar tidak ada lagi terjadinya kasus seperti itu yang akan terulang kembali,” ungkapnya, jumat (15/1/2021).

Menurut Aditya, kondisi ini pun menarik perhatian petugas Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jabar. Mereka membersihkan sampah pada saluran pembuangan itu. Hasilnya banyak tumpukan sampah plastik, botol dan ranting.

“Entah dari mana sampah plastik dan botol itu bisa menyumbat hal itu bisa saja terjadi oleh oknum, warga yang membuang sampah sembarangan,” katanya.

Aditya menyebut perlu ada langkah dari pemerintah setempat agar Jalan Alun-alun Singaparna Tasikmalaya ini tidak lagi tergenang air ‘Cileuncang’. Ia menyarankan pemerintah memberi tindakan tegas dan cepat, salah satunya memperluas saluran pembuangan.

“Pemerintah pun harus memberikan edukasi mengenai hidup bersih sehat dan pengelolaan sampah.  Kan sudah ada sistem yang modern yakni zoro waste, yakni pengelolaan sampah rumah tangga secara terpadu,” ungkapnya.

Salah satu persoalan Jalan Alun-alun Singaparna Tasikmalaya ini karena sampah. Sehingga guna mengurangi volume sampah dengan pengelolaan sampah daur ulang. Masyarakat juga harus ikut berkontribusi membantu pemerintah dalam mengatasi sampah. (Apip/R9/HR-Online)

Editor: Dadang