Makan Halal dan Haram, Penjelasan dan Contohnya Menurut Agama

Makan Halal dan Haram, Penjelasan dan Contohnya Menurut Agama
Ilustrasi Makan Halal dan Haram. Foto: halaltrip.com

Makan halal dan haram dalam agama Islam perlu anda ketahui. Hal ini bertujuan agar anda tidak salah dalam mengkonsumsinya.

Sebab, ada banyak contohnya yang ada dalam ajaran agama Islam. Dengan mengetahuinya, anda bisa memilih mana yang baik dan tidak untuk memperoleh manfaatnya.

Sebab, jika salah konsumsi justru akan memperoleh dosa besar. Semua umat Islam tentu sudah sering mendengar tentang jenis makanan yang baik dan tidak.

Hal ini juga sudah bisa anda temui pada label makanan yang banyak beredar. Bahkan hampir semua makanan Indonesia sudah memiliki label kehalalannya.

Selain itu, anda juga bisa melihatnya dari komposisi produk yang ada dalam kemasan. Namun, sayangnya masih banyak juga makanan yang belum dilengkapi label tersebut.

Maka dari itu, sebaiknya anda mengetahui lebih luas akan makan halal dan haram secara jelas. Selain lebih aman untuk mengkonsumsinya, dengan mengetahuinya akan baik untuk kesehatan.

Agama Islam memang memiliki perhatian yang cukup tinggi dalam segi pola dan gaya hidup umatnya. Salah satunya yang cukup jelas yaitu aturan konsumsi makanan.

Ada yang bisa anda konsumsi atau halal dan ada juga yang tidak boleh dikonsumsi atau haram. Hal ini lebih cenderung terhadap beberapa jenis bahan makanan yang akan dikonsumsi manusia.

Baca juga: Hikmah Shalat Berjamaah, Bukti Ketaatan Kepada Allah SWT

Pengertian Makan Halal dan Haram

Secara spesifik agama Islam memisahkan jenisnya menjadi 3, yaitu makan halal, haram, dan syubhat (meragukan). Hal ini sudah ada penjelasannya sendiri.

Label halal yang ada pada beberapa kemasan makanan memang perlu diperhatikan. Hal tersebut berdasarkan kebersihan, sumber, cara mengolah, hingga pengemasan.

Aturan yang ada tersebut bukanlah anggapan seorang ulama atau tokoh, namun memang sudah ada penjelasannya. Hal ini seperti yang sudah ada pada QS Al-Maidah: 88.

Isi dari ayat tersebut yaitu untuk memakan makanan yang halal lagi baik. Maksudnya yaitu yang Allah berikan rizki kepada umatnya. Oleh karena itu, dari sinilah sudah mulai jelas akan jenis hingga contoh yang boleh atau tidak anda konsumsi dalam ajaran Islam.

Pengertian Halal

Makan halal dan haram memang sudah menjadi satu hal penting dalam agama Islam. Makanan halal itu sendiri merupakan sesuatu yang boleh umat Islam konsumsi.

Namun, kecuali yang sudah masuk dalam larangan Allah SWT dan Rasulullah SAW. Sebagai umat Islam, anjuran makanan baik dan halal menjadi solusi terbaik.

Allah SWT berfirman dalam QS Al Baqarah: 168. Isi dari ayat tersebut yaitu menyuruh umat Islam untuk mengkonsumsi makanan yang halal dan baik.

Pada dasarnya, semua makanan halal, namun perlu memenuhi persyaratan yang ada. Ada beberapa syarat makanan halal, antara lain bebas dari najis, aman dari mudharat, tidak memabukkan, dan masih banyak yang lainnya.

Tidak hanya itu saja, makanan yang boleh anda konsumsi perlu memenuhi 3 kriteria. Kriteria dalam agama Islam tentang makanan halal yaitu halal zatnya, cara memperolehnya, dan cara pengolahannya. 

Baca juga: Resep Sambal Goang Tasik, Citarasa Khas dengan Sensasi Pedas Gurih

Pengertian Haram

Membedakan makan halal dan haram sebenarnya tidak mudah. Sebab, semua itu juga tergantung karena banyak hal seperti yang sudah jelas sebelumnya.

Makanan yang haram merupakan semua yang dilarang oleh syariat Islam untuk mengkonsumsinya. Bahkan jika larangan tersebut anda langgar, justru akan menimbulkan dosa.

Namun, ada yang membebaskannya jika hal tersebut dalam keadaan terpaksa. Selain itu, ada banyak mudharat daripada hikmahnya.

Jenis makanan haram itu sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu dzatnya atau karena suatu sebab. Makanan yang haram karena dzatnya berarti memang sudah haram dan tidak boleh.

Contohnya bangkai, daging babi, darah, anjing, khamar, dan masih banyak yang lainnya. Sedangkan untuk haram karena sebab yang tidak berhubungan dengan dzatnya.

Misalnya makanan halal, namun caranya memperolehnya tidak benar, misal hasil curian. Selain itu, mungkin karena uang sajen atau hasil haram lainnya.

Sebagai umat Islam, anda perlu mengetahui asal-usulnya agar tidak salah. Sebab haramnya makanan juga bisa karena beberapa faktor tertentu.

Makan halal dan haram sudah ada dalam ajaran agama Islam. Hal ini dapat membantu anda memilih mana yang boleh atau tidak. (R10/HR-Online)

Editor: Muhafid