Musda II Golkar Pangandaran, Agun: Tak Ada Keberpihakan

Musda II Golkar Pangandaran, Agun: Tak Ada Keperpihakan
Pengurus DPP Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa. Foto:Entang/HR

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com).- Meski diwarnai aksi kericuhan, Musda II Partai Golkar Pangandaran, Jawa Barat, tetap berjalan dengan lancar, Sabtu (9/1/2021).

Pada Musda tersebut, M Taufik Martin (petahana) kembali terpilih menjadi ketua Golkar untuk 5 tahun kedepan.

Taufik terpilih secara aklamasi setelah semua pengurus kecamatan (PK) memberikan dukungan terhadap dirinya.

Adapun kader Golkar lainnya, Erwin M Thamrin yang ikut pendaftaran calon Ketua DPD Golkar Pangandaran, tidak lolos tim verifikasi karena tidak memenuhi persyaratan.

Sehingga dalam Musda II Golkar Pangandaran tersebut, hanya diikuti calon tunggal.

Calon ketua DPD Golkar Pangandaran yang tak lulus verifikasi, Erwin M Thamrin sempat mengungkapkan kekecewaannya dengan kegiatan musda.

Ia menilai Musda ini tidak dijadikan momentum untuk mengevaluasi kinerja pengurus Golkar Pangandaran 5 tahun kebelakang.

“Musda ini hanya dijadikan tameng untuk melegalkan aktivitas politik untuk mempertahankan kekuasaan,” jelas Erwin.

Sementara itu, Pengurus DPP Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa menegaskan, Musda II Golkar Pangandaran ini tidak ada keberpihakan terhadap salah satu calon.

“Saya sama sekali tidak memihak kepada siapapun, selama itu berpegang teguh pada AD/ART yang ada di partai Golkar dan siapapun boleh maju,” jelas Agun.

Menurutnya, Golkar Jabar sudah membentuk tim verifikasi untuk menjaring calon ketua DPD.

“Ada mekanismenya berdasarkan AD/ART. Forum Musda ini sudah dibuka dan harus dijalankan, apapun itu hasilnya ya itulah hasilnya,” katanya.

Baca Juga: Tak Ada Evaluasi Kepengurusan, Musda II Golkar Pangandaran Disesalkan Kader

Keberatan dengan Hasil Musda II Golkar Pangandaran, Lapor ke Mahkamah Partai

Lanjut Agun, kalau pun ada pihak-pihak yang menilai Musda II Golkar Pangandaran ini inkonstitusional, tidak baik atau cacat, tinggal laporkan saja.

“Kan ada mekanisme AD/ART berikutnya, ada mahkamah partai,” ungkap Agun.

Agun menjelaskan, Musda ini adalah forum tertinggi konsolidasi partai. Oleh karena itu musda ini harus berjalan dengan baik dan menghasilkan.

Hanya saja Agun berpesan kepada ketua terpilih, jika ingin menang pada Pileg 2024 nanti, tentunya harus merangkul semua lapisan mulai dari PK sampai Desa.

“Jangan merasa kuat sendiri kalau mau Golkar menang Pileg 2024,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Golkar Pangandaran  terpilih, M Taufik Martin mengakui jika dirinya terpilih secara aklamasi dalam Musda II ini.

“Saya dipercaya lagi oleh para PK dan pengurus lain untuk memimpin Golkar 5 tahun kedepan,” katanya.

Terkait dengan adanya insiden kerusuhan saat pelaksanaan Musda, Taufik menyebut itu tidak ada kaitannya.

“Mereka bukan kader Golkar, tidak berseragam Golkar tapi ormas,” ucapnya. (Entang/R8/HR Online)

Editor: Jujang