Musim Hujan, Petani Jahe di Pangandaran Merugi

Petani Jahe di Pangandaran
Musim hujan membuat petani jahe di Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat merugi. Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Petani jahe di Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengeluhkan banyaknya tanaman jahe yang busuk di masa perkembangan. Hal itu dipicu karena hujan yang hampir terjadi tiap hari.

Salah seorang petani jahe, Abdul Majid, mengatakan, seringnya terjadi hujan dengan intensitas tinggi diduga menjadi penyebab busuknya tanaman jahe.

“Hampir semua petani jahe mengeluhkan hal yang sama. Seringnya turun hujan dengan intensitas tinggi membuat tanah menjadi lembab sehingga memicu busuknya tanaman jahe,” ucapnya, Jum’at (15/01/2021).

Saat ini tanaman jahe di Langkaplancar rata-rata memasuki usia 4 sampai 5 bulan. Pada usia itu itu tanaman jahe memasuki usia pertumbuhan. Namun karena cuaca yang bisa dibilang ekstrim membuat jahe mati dan membusuk.

“Karena hal itu maka kemungkinan besar di musim tanam tahun depan harga jahe akan sangat mahal. Untuk itu saya sarankan kepada para petani untuk tidak menjual semua hasil panennya agar di masa tanam tidak kesusahan mencari benih,” paparnya.

Meski musim tanam tahun ini para petani jahe diprediksi banyak yang akan rugi karena jahenya busuk, Namun Abdul Majid yakin di musim tanam berikutnya petani jahe di Langkaplancar Pangandaran tidak akan kesulitan benih.

“Asal petani di musim panen nanti menyisakan untuk benih. Jangan sampai hasil panennya dijual semua, biar nanti di musim tanam tidak kelabakan mencari benih,” imbuhnya.

Untuk mengantisipasi agar tanaman jahe tidak busuk semua, ia menyarankan petani memperdalam saluran air di sekitar area tanaman jahe.

“Perdalam saluran airnya, biar air hujan langsung mengalir dan tidak mengendap di sekitar tanaman jahe,” pungkasnya. (Ceng/R7/HR-Online)

Editor: Ndu