Pemprov Jabar Akan Terapkan Budaya Tangguh Bencana kepada Warga

Pemprov Jabar Akan Terapkan Budaya Tangguh Bencana kepada Warga
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. Foto: Istimewa

Berita Jabar (harapanrakyat.com).- Jawa Barat merupakan wilayah rawan bencana. Sebagai antisipasi menghadapi bencana, Pemprov Jabar bakal menerapkan budaya tangguh bencana.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya kini tengah menyiapkan cetak biru sebagai provinsi yang berbudaya tangguh bencana.

“Budaya tangguh bencana ini akan diterapkan seluruh warga Jabar lewat pendidikan sekolah sejak dini dan juga pelatihan,” ujar Emil saat menjadi pembicara dalam kegiatan Indonesia-Japan Environmental Week lewat video konfrence, dari Bandung, Kamis (14/1/2021).

Program tersebut lanjut Emil merupakan budaya yang sudah diterapkan di Jepang.

“Kita saat ini diharuskan siap menghadapi ancaman bencana, makanya budaya tangguh bencana ini harus kita terapkan, termasuk lingkungan pendidikan sekolah,” katanya.

Menurut Emil, kondisi iklim yang menjadi isu global juga memberi dampak bagi lingkungan di Jawa Barat.

Perubahan iklim berpotensi menimbulkan berbagai bencana alam.

“Jabar selatan rawan tsunami termasuk perubahan iklim menimbulkan potensi bencana,” jelas Emil.

Pada kesempatan tersebut, Emil juga mengatakan, pencemaran Sungai Citarum menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang ada di Jawa Barat.

Untuk itu, pihaknya merealiasikan program Citarum Harum. Program tersebut berjalan optimal dan saat ini mengalami perbaikan, dari status tercemar berat menjadi tercemar ringan.

“Penanganan sungai Citarum oleh Pemprov Jabar sudah dari tahun 2018, pusat menargetkan 7 tahun sungai itu harus sudah bersih,” katanya.

Keberhasilan dalam menangani pencemaran sungai Citarum tambah Emil, juga bakal diterapkan ke sungai-sungai tercemar lainnya.

Seperti halnya Sungai Cilamaya, sepanjang daerah aliran sungai terdapat banyak permukiman dan industri di sepanjang sehingga kotor dan tercemar.

“Saya berkomitmen selama kepemimpinan saya, sungai yang ada di Jabar harus bersih, kita harap Jepang bisa membantu,” pungkasnya. (Jujang/R8/HR Online)

Editor: Jujang