Penyebab Penyakit Anosmia dan Cara Tepat Mengobatinya

Penyebab Penyakit Anosmia
Ilustrasi Penyebab Penyakit Anosmia. Foto: Ist/Net

Penyebab penyakit anosmia biasanya terjadi karena bawaan lahir atau bersifat sementara. Anosmia merupakan kondisi seseorang yang tidak dapat mencium bau apapun. 

Penciuman yang terganggu mempengaruhi kualitas hidup seseorang, karena tidak dapat merasakan aroma makanan atau bau-bau apapun. Pengidap anosmia ini mengalami gangguan makan sehingga kekurangan nutrisi.

Akibat dari anosmia ini juga penderita tidak dapat menyadari tanda-tanda bahaya di sekitarnya. Sebagai contoh bau gas yang bocor, bau makanan basi, atau lainnya.

Gejala dan Penyebab Penyakit Anosmia

Anosmia menyebabkan penurunan berat badan dan kekurangan gizi. Selain itu, menyebabkan depresi terhadap penderita karena tidak dapat merasakan perasaan senang seperti orang lain.

Seperti perasaan makan makanan yang enak. Hal ini karena penciuman dan indera pengecap penderita anosmia tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Baca Juga : Jenis Penyakit Menular yang Paling Umum Terjadi, Apa Saja?

Biasanya gangguan anosmia terjadi pada dinding dalam hidung bisa berupa iritasi atau tersumbat. Bisa karena pilek, flu, rhinitis alergi atau non alergi, sinusitis, dan kebiasaan merokok. Dapat juga terjadi penyumbatan rongga hidung seperti kelainan tulang hidung, polip, atau tumor.

Penyebab penyakit anosmia mulanya penderita tidak dapat mencium bau yang ada pada sekitarnya. Kemudian penderita mulai menyadari perubahan hidungnya pada hal yang sebelumnya berbau menyengat, tapi tidak tercium sama sekali.

Penderita mulai tidak nafsu makan karena kekurangannya dalam mencium aroma masakan atau makanan yang ada. Karena ia tidak dapat mencicipi makanan tersebut. 

Proses penciuman pada seseorang normalnya terjadi saat bau masuk ke dalam rongga hidung dan sel-sel saraf menerima bau tersebut.

Kemudian mengirimkan sinyal tersebut ke otak dan mengirimnya kembali sehingga dapat mengidentifikasi bau tersebut.  Penyebab penyakit anosmia menghambat proses tersebut.

Karena para penderita anosmia tidak dapat mengidentifikasi adanya bau. Berbagai hal yang dapat menyebabkan penciuman terganggu dan menyebabkan anosmia sebagai berikut :

Obstruksi

Obstruksi merupakan hambatan penciuman karena peradangan. Hal ini seperti pilek dan lainnya. Karena ada benjolan di lubang hidung. 

Trauma Kepala

Baca Juga : Jenis Penyakit Tidak Menular, Penyebab dan Cara Mencegahnya

Penyebabnya karena cidera kepala yang mengakibatkan trauma. Hal ini terjadi kerusakan pada hidung maupun sinus yang menghambat mekanisme hidung. Trauma kepala biasanya sementara atau bisa saja permanen tergantung dari jenis kerusakan.

Penuaan serta Proses Neurodegeneratif

Faktor penuaan merupakan penyebab penyakit anosmia karena mempengaruhi dalam penurunan kemampuan penciuman. Penyebabnya adalah hilangnya sel pada saraf penciuman. Beberapa penyakit neurodegeneratif seperti parkinson, alzheimer, dan demensia badan.

Penyakit Sejak Lahir

Beberapa kondisi kongenital atau bawaan lahir dapat menyebabkan anosmia yang permanen.

Terapi Radiasi

Bisa saja terjadi karena efek samping dari terapi radiasi pada kanker kepala dan leher.

Diagnosa dan Cara Mengobati Anosmia

Segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter apabila mengalami gejala penyebab penyakit anosmia agar segera mendapatkan penanganan terbaik.

Baca Juga : Gejala Penyakit Epilepsi, Kejang Berulang dan Hilangnya Kesadaran

Sebelum diagnosis, dokter akan menggali informasi beberapa hal mengenai hilangnya kemampuan penciuman. Hal ini seputar sejak kapan terjadi, prosesnya yang perlahan atau tiba-tiba, serta faktor yang mempengaruhi.

Dari informasi ini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta menentukan tanda tersebut merupakan sementara atau perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Apabila hasilnya mengarah pada trauma kepala atau keganasan, maka kemungkinan akan tindakannya adalah CT Scan. Terapi anosmia akan berupa tindakan dengan penetapan penyebab penyakit anosmia. Apabila anosmia terjadi karena virus, maka dapat melakukan tindakan dengan dekongestan agar pernafasan kembali lancar.

Jika anosmia penyebabnya adalah bakteri, maka penanganannya dengan terapi antibiotik. Apabila terjadi karena polip, maka tindakan selanjutnya adalah pengangkatan polip.

Dari beberapa penyebab yang menyebabkan anosmia tersebut, dapat melakukan upaya pencegahan bahaya akibat anosmia yaitu memasang alat pendeteksi kebocoran gas, memasang alarm kebakaran, mengganti kompor gas menjadi listrik, serta menandai tanggal kadaluarsa pada makanan.

Pencegahan agar tidak terjadi anosmia dapat dengan cara menjaga kesehatan dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Sebaiknya anda minum air putih yang cukup, istirahat yang cukup, menghindari hal yang memicu stress, dan berolahraga secara teratur.

Anda harus segera memeriksakan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada penciuman anda apabila merasa ada sesuatu yang berbeda agar segera mendapatkan penanganan.

Biasanya gejala penyebab penyakit anosmia berlangsung sekitar satu atau dua minggu. Oleh karena itu, sebaiknya anda waspadai gejala-gejala anosmia tersebut. (R11/HR-Online)

Editor : Eva Latifah