Penyebab Penyakit Diare, Gejala, Cara Mencegah dan Mengatasinya

Penyebab Penyakit Diare, Gejala, Cara Mencegah dan Mengatasinya
Kenali penyebab penyakit diare dan cara mengatasinya. Foto: Ist/Net

Penyebab penyakit diare umumnya berkaitan dengan makanan yang mengandung bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Selain menyerang anak-anak, tak sedikit orang dewasa yang terkena. Mengenal gejalanya penting untuk pengobatan darurat dengan bahan alami.

Pada pembahasan sebelumnya kita telah mengulas tentang diare pada balita yang tubuhnya memang masih lemah. Makanan tak higienis saja bisa membuat anak-anak mudah mengalami gangguan perut.

Namun bagi orang dewasa yang sistem imunitas tubuhnya sudah kuat juga tak luput dengan gangguan sistem pencernaan ini. Apalagi jika gejala diare berlangsung berkepanjangan tentunya bisa berbahaya. Bahkan bisa menyebabkan kematian.

Diare, menurut Wikipedia, merupakan penyakit yang mudah kita kenali dari perubahan bentuk feses atau tinja yang menjadi cair atau lembek. Frekuensi buang air besar biasanya lebih dari tiga kali dalam sehari.

Penyakit yang dalam bahasa asingnya diarrhea lebih banyak menyerang masyarakat di negara berkembang. Gangguan ini bahkan menjadi penyebab kematian jutaan orang setiap tahunnya di seluruh dunia.

Penyebab Penyakit Diare Terus Menerus

Pada dasarnya diare merupakan kondisi atau gejala dari terjadinya luka atau gangguan pada sistem pencernaan. Selain karena serangan bakteri atau kuman, gangguan ini juga bisa terjadi karena berbagai faktor lainnya.

Selain mengenal penyebab diare, penting juga memilih makanan yang ingin kita konsumsi. Sistem pencernaan akan bekerja optimal jika kita juga mendukungnya dengan makanan sehat. Berikut berbagai penyebab penyakit diare yang wajib Anda tahu.

Bakteri Berbahaya

Faktor yang bisa membuat diare menjadi penyakit berbahaya jika bakteri masuk ke dalam tubuh. Ada beberapa jenis bakteri yang bisa menjadi penyebab diare berkepanjangan, seperti berikut ini.

Bakteri Escherichia Coli (E-coli)

Jenis bakteri yang cukup terkenal ini merupakan penyebab terbanyak kasus diare yang terjadi. Mikroorganisme ini hidup dalam sejumlah tempat, seperti air, tanah, kubangan, maupun pasir atau lumpur.

Bakteri ini bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang kita konsumsi. Baik karena tidak tertutup rapat maupun penggunaan bahannya yang sudah mengalami kontaminasi. Termasuk makanan mentah yang kita konsumsi.

Bakteri Compylobacter Jejui

Untuk jenis bakteri penyebab penyakit diare ini banyak hidup dalam berbagai jenis daging mentah. Baik ikan, ayam, maupun jenis unggas lainnya. Kuman ini juga terdapat dalam susu hasil perahan.

Serangan bakteri ini akan menyebabkan gangguan pencernaan. Gejalanya berupa feses yang berlendir dan kadang bercampur darah. Karena itu penting memasak daging atau susu hingga matang atau mendidih untuk membunuh bakteri yang ada.

Bakteri Salmonella spp

Jenis kuman yang satu ini umumnya terdapat dalam berbagai jenis hewan unggas. Seperti bebek, burung, dan babi. Jika pengolahan daging ini tidak sempurna matangnya atau kita konsumsi dalam bentuk mentah sangat berisiko menyebabkan diare.

Keracunan Makanan

Penyebab penyakit diare lainnya juga bisa karena keracunan makanan. Hal ini terjadi karena makanan yang kita konsumsi mengandung zat beracun yang berbahaya. Termasuk logam berat.

Keracunan makanan juga bisa terlihat dari reaksi tubuh yang mengalami penolakan. Alergi, termasuk dampak mengonsumsi makanan beracun yang menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan.

Minuman Bersoda dan Beralkohol

Untuk Anda yang senang dengan minuman bersoda dan beralkohol sebaiknya hati-hati terhadap pencernaan Anda. Minuman semacam ini bisa mengikat cairan tubuh yang terdapat dalam saluran usus dan lambung.

Tingginya kadar gula dalam minuman bersoda justru bisa membuat parah luka pada organ pencernaan. Kandungan gas minuman ini bisa menjadi penyebab penyakit diare dan menekan dinding lambung yang membuat perut melilit dan nyeri.

Begitu juga dengan konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dapat mengikis usus dalam sistem pencernaan. Minuman beralkohol termasuk berbahaya yang dapat menyebabkan terjadinya diare terus menerus.

Makanan Mengandung Gas

Jenis makanan seperti ini juga tidak baik untuk pencernaan dan bisa memicu diare. Makanan ini bisa mengikat gas dalam usus dan naik ke lambung. Hal ini akan menyebabkan peradangan sehingga memicu diare berkepanjangan.

Makanan Basi

Penyebab penyakit diare dan gangguan pencernaan juga banyak terjadi karena mengonsumsi makanan yang sudah basi. Makanan semacam ini sudah banyak mengandung bakteri maupun zat yang justru berbahaya untuk tubuh.

Bakteri pada makanan basi karena telah mengalami penguraian kuman. Begitu juga dengan makanan atau minuman kemasan juga memiliki masa kadaluarsa yang wajib Anda perhatikan karena sudah mengandung racun.

Makanan atau minuman juga bisa rusak karena mengalami penguapan. Begitu juga makanan yang terkena paparan cahaya matahari dalam waktu lama juga bisa mengalami kerusakan sehingga tidak boleh kita konsumsi.

Konsumsi Obat Tertentu

Obat-obatan tertentu juga bisa menimbulkan efek terhadap pencernaan dan penyebab penyakit diare. Baik berupa timbulnya nyeri atau panas pada perut. Ini terutama terjadi pada orang yang memang sensitif terhadap bahan kimia tertentu.

Beberapa kasus semacam in terutama terjadi setelah mengonsumsi obat khususnya dari jenis antibiotik. Obat seperti Tetrasiklin, Amoksillin, ataupun Klomfekum diketahui sensitif terhadap usus.

Reaksi tubuh terhadap obat semacam ini tak selalu cepat. Namun konsumsi dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko gangguan pencernaan yang lebih parah. Karena itu konsultasikan dengan dokter Anda.

Jenis Penyakit Diare

Diare merupakan jenis gangguan yang terjadi pada organ usus dalam sistem pencernaan. Gejala yang umumnya dan mudah terlihat adalah bentuk feses yang lebih cair serta frekuensi buang air yang lebih meningkat.

Namun jenis penyakit ini tidak bersifat tunggal. Ada beberapa jenis diare yang juga umum terjadi terutama berdasarkan penyebab penyakit diare yang ada. Berikut ini jenis penyakit diare yang sebaiknya Anda tahu untuk menambah wawasan.

Diare Osmotik

Penyakit jenis ini terjadi terutama terjadi karena terlalu banyak air yang terdapat dalam usus. Karena itu gejala diare jenis ini adalah frekuensi buang air besar meningkat, namun keluarnya lebih sering berupa air.

Selain itu umumnya orang yang menderita penyakit ini akan merasakan perut seperti penuh, kembung, kondisi yang tidak nyaman. Keluarnya cairan tubuh saat BAB bisa berbahaya karena akan menyebabkan dehidrasi.

Diare Sekretorik

Untuk jenis diare lebih terutama terjadi karena mengonsumsi obat-obatan tertentu terutama dalam mengatasi serangan infeksi yang menyerang tubuh. Akibatnya usus akan mengeluarkan banyak cairan dari tubuh.

Diare Eksudatif

Untuk diare eksudatif agak berbeda dengan jenis lainnya karena keluarnya darah pada feses. Bahkan penderita yang sudah parah juga akan mengeluarkan feses bercampur nanah. Penyakit ini terutama karena infeksi yang terjadi pada organ pencernaan.

Gejala Penyakit Diare

Selain penting mengenal penyebab penyakit diare, sebaiknya juga ketahui gejala yang ada. Deteksi dini gangguan sistem pencernaan sangat penting untuk mencegah dampaknya yang bisa berbahaya. Berikut ini beberapa gejala penyakit diare yang penting.

Perut Terasa Sakit dan Perih

Gangguan pada sistem pencernaan akan menyebabkan efek berupa sakit dan perit pada perut. Namun gejala diare ini mungkin mirip dengan gangguan maag atau asam lambung. Karena itu penting mengenal tanda lainnya agar tidak salah.

Sering Mual

Tanda lainnya serangan diare adalah perut yang sering mengalami mual atau mulas. Namun gejala ini tak selalu berlanjut dengan buang air besar. Tak jarang rasa mules ini terasa menyiksa yang bisa mengganggu aktivitas.

Perubahan Bentuk Feses

Setelah mengonsumsi makanan penyebab penyakit diare akan menyebabkan bentuk feses menjadi encer dan lembek. Bahkan tak jarang buang air besar hanya berbentuk cairan. Namun jika feses bercampur darah atau nanah segera periksakan ke dokter.

Frekuensi Buang Air Besar Meningkat

Gejala diare yang juga sering terjadi adalah frekuensi buang air besar yang lebih sering dari biasanya. Normalnya BAB hanya berlangsung 2-3 kali dalam sehari, namun saat diare bisa beberapa kali lipat lebih banyak.

Demam

Kondisi tubuh yang demam biasanya terjadi beberapa hari mengalami gangguan BAB. Gejala diare ini memperlihatkan efek yang semakin parah. Karena itu segera periksakan ke dokter atau minum obat sambil beristirahat.

Cara Mencegah dan Mengatasi Penyakit Diare Secara Alami

Penyakit diare sebenarnya merupakan gangguan yang lebih sering terjadi karena pola hidup tidak sehat. Karena itu cara mencegah penyakit ini juga dengan mencegah penyebab penyakit diare dan mengubah gaya hidupnya.

Berikut cara mencegah dan mengatasi penyakit diare secara alami yang bisa Anda lakukan. Namun jika kondisi tubuh semakin parah sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk penanganan yang lebih efektif.

  • Menerapkan protokol kesehatan 3M yang sedang dikampanyekan merupakan pola hidup baru yang efektif untuk mencegah penyakit infeksi, termasuk diare. Salah satunya selalu mencuci tangan dengan sabun saat menyentuh makanan.
  • Selalu memasak makanan secara benar. Hindari makanan mentah atau setengah matang yang rentan mengandung bakteri penyebab diare.
  • Sering mengonsumsi buah atau sayuran yang kaya nutrisi, khususnya vitamin C dan serat untuk menjaga kesehatan pencernaan. Makanan ini juga berguna meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menangkal infeksi.

Itulah berbagai faktor yang menjadi penyebab penyakit diare yang sebaiknya Anda tahu. Mengenal gejala diare juga penting untuk mengatasinya dengan segera. Penanganan cepat berguna untuk mencegah dampaknya yang berbahaya. (R11/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara