Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaBerita TerbaruPenyebab Penyakit Polio, Gejala, dan Cara Pencegahannya

Penyebab Penyakit Polio, Gejala, dan Cara Pencegahannya

Penyebab penyakit polio sudah cukup populer terutama karena serangan virus polio. Virus ini menyerang sistem saraf yang menyebabkan terjadinya kelumpuhan. Penyakit polio banyak terjadi pada anak-anak balita maupun juga menyerang orang dewasa.

Penyakit polio juga populer dengan sebutan poliomielitis. Menurut Wikipedia, ini merupakan jenis penyakit menular yang telah muncul sejak ribuan tahun yang lalu. Namun pengenalan secara ilmiah mulai terkuak pada tahun 1789.

Sedangkan virus penyebab penyakit polio baru ditemukan oleh Karl Landsteiner pada tahun 1908. Ini terutama setelah terjadi wabah polio yang sangat besar di Eropa dan Amerika Serikat pada akhir abad ke 19.

Saat ini polio telah menjadi penyakit anak yang sangat menghawatirkan. Penemuan vaksin polio oleh Jonas Salk pada tahun 1950 menjadi pijakan yang luas untuk pencegahan dan penanganan penyakit yang menyebabkan kelumpuhan saraf ini.

Penyebab Penyakit Polio dan Jenisnya

Seperti sudah banyak orang yang tahu bahwa penyebab penyakit polio adalah virus yang bernama poliovirus (PV). Mikro organisme yang berukuran diameter 30 nm ini menyebar dan masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan hidung.

Anak-anak, khususnya yang berumur antara 1 hingga 15 tahun sangat rentan terkena infeksi virus ini. Virus inilah yang akan menyebabkan terjadinya infeksi pada sistem saraf pusat sehingga menyebabkan kelumpuhan.

Penyakit polio mudah menular terutama melalui kontak langsung dengan penderita. Karena itu biasanya orang yang menderita penyakit ini akan mengalami pengasingan atau isolasi agar tidak menular pada orang lain.

Karakteristik virus Polio terbilang cukup unik. Virus penyebab penyakit polio ini juga mampu bertahan selama beberapa hari dan tidak akan rusak meski dalam suhu 2-8 Celcius yang cukup dingin.

Poliovirusjuga mampu bertahan dalam media atau lingkungan yang cukup asam, dari pH 3 sampai pH 10. Karena itu virus penyebab polio ini tidak mati saat berada dalam asam lambung atau empedu.

Untuk mengenal lebih jauh tentang poliovirus setidaknya ada beberapa jenis yang sudah berhasil dipetakan oleh para ahli. Berikut ini beberapa jenis atau tipe virus penyebab penyakit polio ini.

Baca Juga: Penyebab Penyakit Step Anak, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Tipe I Brunhilde

Jenis virus ini merupakan tipe yang paling sering menyebabkan terjadinya epidemi. Selain sifatnya yang ganas, penyebarannya juga cukup luas.

Tipe lI Lansing

Virus penyebab polio jenis ini juga merupakan tipe yang tak jarang menyebabkan terjadinya kasus yang bersifat sporadis.

Tipe III Leon

Untuk tipe virus satu ini merupakan jenis yang lebih ringan meski juga sering memicu terjadinya epidemi.

Beragam Jenis dan Gejala Polio

Polio termasuk jenis penyakit yang menular dan berbahaya. Namun saat infeksi terjadi tak jarang penderitanya tidak merasakan gejala polio yang jelas. Karena itulah tak sedikit kasus penyakit ini yang terlambat mendapat penanganan.

Setelah mengenal penyebab penyakit polio, berikut ini beberapa jenis polio yang berbeda berdasarkan gejala yang ada. Kenali dan waspadai tanda yang ada agar secepatnya Anda bisa memeriksakannya ke dokter.

Polio non-Paralisis

Seperti tercermin pada namanya, jenis polio ini tidak menyebabkan terjadinya kelumpuhan. Gejala polio jenis ini umumnya berupa demam, kram otot, sakit perut, muntah, dan tubuh yang menjadi sensitif.

Polio Paralisis

Penyakit polio yang pertama ini termasuk jenis yang berbahaya terutama dampaknya yang mampu mengakibatkan terjadinya kelumpuhan. Virus penyebab penyakit polio ini akan menginfeksi saraf tulang belakang dan sel tanduk anterior.

Padahal kedua sistem saraf ini berperan penting dalam mengontrol gerakan otot tungkai maupun anggota tubuh. Karena infeksi virus inilah yang akan menyebabkan gerakan tubuh terganggu hingga menjadi lumpuh.

Baca Juga: Penyebab Penyakit Diare, Gejala, Cara Mencegah dan Mengatasinya

Polio Bulbar

Sedangkan untuk polio jenis ini biasanya menyebabkan kerusakan pada batang otak penderita. Padahal batang otak berguna dalam mengontrol sistem pernafasan sehingga sangat berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Gejala polio jenis ini awalnya tidak jelas terlihat. Namun dalam perkembangannya, penyakit ini akan menyebabkan penderita mengalami kesulitan dalam bernafas dan terjadinya kelumpuhan.

Selain berdasarkan jenisnya, gejala polio juga bisa terlihat dari sejumlah tanda. Berikut ini sejumlah tanda dan gejala penyakit polio yang terjadi karena serangan virus poliomyelitis, seperti:

  1. Massa otot yang menurun menyebabkan tubuh mudah mengalami kelelahan.
  2. Sering timbul rasa nyeri pada otot tubuh.
  3. Demam yang disertai nyeri pada beberapa bagian tubuh tertentu.
  4. Sering mengalami mual dan atau dengan muntah. Bahkan tanda ini bisa serign terjadi dan berulang-ulang.
  5. Timbul pusing dan sakit kepala.
  6. Bagian kaki dan tangan sering terasa sakit yang sangat.
  7. Fungsi refleks tubuh semakin menurun bahkan bisa menghilang.

Cara Pencegahan Penyakit Polio

Setelah mengetahui penyebab penyakit polio tentunya ini menjadi informasi penting untuk mencegah anak-anak dan orang terdekat kita terhindar dari penyakit yang berbahaya ini.

Apalagi polio termasuk jenis penyakit yang sangat mudah menular sehingga penting juga agar dapat terhindar dari penyakit ini. Berikut ini beberapa cara pencegahan penyakit polio yang sebaiknya Anda tahu.

Jangan Dekat dengan Penderita Polio

Karena penyakit polio sangat menular sangat penting untuk menjaga jarak dengan penderitanya. Kontak secara langsung mudah menularkan penyakit yang sangat berbahaya ini.

Penularan juga bisa terjadi dari air ludah penderita, percikan bersin, ataupun melalui udara. Virus ini juga relatif tahan terhadap beberapa kondisi ekstrem sehingga saat melayang di udara bis tahan hingga beberapa jam.

Hindari Menggunakan Pakaian Penderita

Penting juga untuk tidak memakai atau menggunakan berbagai peralatan pribadi milik penderita. Baik peralatan seperti sikat gigi, sabun batang, sisir rambut, alat cukur, atau peralatan kecantikan.

Virus penyebab penyakit polio mudah menyebar melalui berbagai media yang ada. Dengan menghindari peralatan pribadi milik penderita dapat menghindarkan kita dari penularan penyakit ini.

Menjaga Kebersihan Lingkungan

Seperti halnya dengan penularan virus lainnya, menjaga kebersihan juga penting untuk mencegah penyebaran virus polio. Baik kebersihan diri sendiri maupun lingkungannya.

Pandemi virus Covid-19 telah memberikan pengalaman berharga bagaimana mencegah penyebaran maupun penularan penyakit karena virus. Salah satunya dengan sering menerapkan protokol kesehatan 3M.

Dengan selalu mencuci tangan dan menjaga jarak dengan penderita akan bisa mencegah penularan penyakit polio. Begitu juga dengan keberhasilan lingkungan, khususnya kotoran dari penderita yang juga bisa menularkan virus.

Menjaga Imunitas Tubuh

Dalam menangkal serangan penyakit, sistem imunitas tubuh memainkan peran yang sangat penting. Begitu juga untuk mencegah dan melindungi diri terhadap virus penyebab penyakit polio sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh.

Ada banyak cara untuk selalu menjaga kekebalan tubuh. Seperti dengan selalu mengonsumsi makanan yang bernutrisi. Melakukan olahraga secara rutin juga penting untuk melancarkan metabolisme tubuh.

Penting juga untuk selalu minum air putih yang cukup setiap hari. Apalagi tubuh terdiri dari banyak cairan. Yang tak kalah pentingnya adalah menjaga gaya hidup sehat, istirahat yang cukup, dan hindari makanan tak sehat.

Vaksin Polio

Cara pencegahan penyakit polio yang cukup efektif adalah dengan memberikan vaksinnya. Vaksinasi polio telah menjadi bagai penting dari program pemerintah untuk mencegah anak-anak Indonesia dari penyakit berbahaya ini.

Pemberian vaksin penting untuk membantu sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus penyebab penyakit polio. Ada dua jenis vaksin polio, baik vaksin IPV (dengan cara injeksi atau suntik) dan OPV (dengan minum secara oral).

Jenis vaksin IPV berasal dari virus yang telah dimatikan sedangkan vaksin OPV dari virus yang telah dilemahkan.

Vaksin IPV biasanya untuk anak-anak yang telah berumur 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, hingga 18 bulan. Untuk busternya biasanya anak-anak akan mendapatkan vaksin lagi setelah berumur 4 – 6 tahun.

Sedangkan jenis vaksin OPV bisa untuk anak dari baru lahir sampai 59 bulan. Apa pun jenisnya, vaksinasi berguna untuk melindungi anak-anak terhadap serangan poliovirus yang sangat berbahaya.

Hingga saat ini belum ada obat penyakit polio yang efektif. Cara yang lebih efektif adalah dengan melindungi diri melalui vaksinasi yang sudah ada. Vaksin polio juga penting untuk melawan virus yang mencoba menyerang saraf.

Itulah berbagai penyebab penyakit polio yang sebaiknya Anda tahu. Penting juga mengenal gejala polio yang berbahaya dan bisa menyebabkan kelumpuhan agar mudah dalam penanganan dan pencegahannya. Apalagi banyak kasus polio yang terlambat penanganannya. (R10/HR Online)

Editor: Jujang