Penyebab Penyakit Rematik, Tanda-tanda, Gejala dan Pantangannya

penyebab penyakit rematik
Kenali penyebab penyakit rematik. Foto: ist/Net

Penyebab penyakit rematik sering orang mengaitkannya dengan kebiasaan mandi malam. Penting mengenal tanda-tanda maupun gejala penyakit rematik untuk penanganan yang efektif. Termasuk dengan menghindari berbagai makanan pantangannya.

Rematik, menurut Wikipedia, merupakan penyakit yang menyebabkan terjadinya peradangan atau nyeri pada jaringan ikat atau sendi. Namun istilah rematik tidak menunjuk pada jenis penyakit spesifik, namun mencakup lebih dari 200 kondisi yang berlainan.

Jenis rematik yang cukup populer antara lain sindrom nyeri sendi maupun otot. Tak hanya bagian persendian saja yang terjadi pada rematik, namun juga jaringan yang terdapat di sekitarnya, seperti otot, tulang, maupun jaringan lainnya.

Banyak orang yang sering menyamakan gangguan rematik dengan beberapa gejala yang mirip, seperti asam urat. Jika asam urat terjadi karena kadar asamnya dalam tubuh yang terlalu tinggi. Sedangkan penyebab penyakit rematik berbeda.

Baca juga: Dianggap Tanaman Pagar, Manfaat Daun Kalikiria Ampuh Atasi Penyakit Kuning Hingga Rematik

Rematik juga populer dengan sebutan artritis reumatoid (rheumatoid arthritis). Timbulnya nyeri sendi ini terjadi karena terganggunya sistem imunitas akibat adanya penyakit autoimun.

Penyebab Penyakit Rematik dan Faktor Risikonya

Pengenalan terhadap suatu penyakit sangat penting. Baik yang menjadi penyebab rematik, faktor pemicu, maupun gejalanya. Hal ini berguna agar kita bisa menjaga kesehatan untuk mencegahnya. Jika pun terkena kita bisa memberikan penanganan yang cepat.

Penyakit rematik bisa menyerang siapa saja. Namun para atlet maupun orang yang banyak bergerak juga rentan terkena gangguan ini. Sayangnya masih banyak orang yang belum mengenal penyakit ini dengan baik.

Karena itu sangat penting untuk mengenal faktor apa saja yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan ini. Nah, berikut ini berbagai penyebab penyakit rematik dan faktor risikonya yang wajib kita tahu.

Gangguan Auto Imun

Penyakit rematik terutama terjadi karena adanya peradangan pada bagian persendian tubuh. Peradangan ini terjadi karena adanya gangguan autoimun yang kemudian menyerang bagian sendi.

Ada banyak penyakit yang terjadi karena gangguan pada sistem imunitas tubuh ini. Gangguan ini pula yang menyebabkan sel-sel tubuh justru merusak sel imun. Termasuk yang menyerang bagian persendian.

Faktor Genetika

Salah satu penyebab penyakit rematik juga berhubungan dengan faktor genetika. Jika Anda memiliki orang tua yang mempunyai riwayat penyakit rematik, maka risiko Anda terkena gangguan ini juga besar.

Karena itu sangat penting Anda perlu mengenal riwayat penyakit keluarga yang ada. Dengan informasi ini Anda bisa melakukan langkah untuk mencegah penyakit ini maupun menyiapkan langkah penanganannya jika terjadi.

Jenis Kelamin

Penyakit rematik lebih banyak menyerang wanita ketimbang pria. Hal ini karena wanita yang lebih rentan terkena penyakit ini. Risiko ini berkaitan dengan hormon estrogen pada wanita yang justru bisa mengganggu sistem imunitas tubuh.

Obesitas

Orang dengan berat badan berlebihan atau obesitas sangat berisiko terkena rematik. Tubuh yang terlalu gemuk bisa menjadi penyebab penyakit rematik karena menyebabkan tekanan yang besar pada bagian persendian, khususnya pada bagian panggul dan lutut.

Saat berjalan atau melakukan aktivitas, tekanan pada sendi yang berlangsung lama akan bisa menyebabkan terjadinya peradangan. Karena itu rematik biasanya akan terjadi pada sendi sekitar lutut dan panggul.

Merokok

Kebiasaan sering merokok juga bisa menjadi penyebab penyakit rematik. Zat beracun yang terdapat dalam rokok yang terhisap akan mengikat dan mengikis kandungan oksigen dalam darah.

Suplai darah ke seluruh tubuh, termasuk ke persendian, yang kurang oksigen rentan terhadap penyakit. Selain menyebabkan rematik, kebiasaan buruk ini juga bisa memicu berbagai penyakit berbahaya lainnya.

Lingkungan Tak Sehat

Faktor lainnya yang juga bisa meningkatkan risiko atau penyebab penyakit rematik adalah pengaruh lingkungan yang buruk. Pengaruh lingkungan ini akan meningkatkan potensi serangan bakteri atau virus yang menyebabkan terjadinya infeksi sendi.

Baca juga: Manfaat Daun Ungu untuk Kesehatan Ginjal, Wasir hingga Rematik

Sistem imunitas tubuh juga ikut terpengaruh oleh kondisi lingkungannya. Apalagi jika secara genetik Anda memiliki riwayat, sehingga berbagai faktor pengaruh ini akan meningkatkan risiko terjadinya rematik.

Sering Mandi Malam

Kebiasaan mandi pada malam hari juga ikut meningkatkan risiko terserang penyakit ini. Apalagi jika mandi malam menggunakan air dingin. Termasuk mandi malam dengan air dingin setelah melakukan olahraga malam.

Mandi malam sebenarnya tidak akan berpengaruh buruk pada tulang jika menggunakan air hangat. Namun penggunaan air dingin akan menyebabkan terjadinya nyeri pada tulang. Hal inilah yang memicu rematik.

Gaya Hidup Tidak Sehat

Faktor penyebab penyakit rematik lainnya juga bisa karena gaya hidup yang tidak sehat. Rematik tak jarang juga menimpa kalangan muda karena kebiasaan dan gaya hidupnya.

Pola hidup tak sehat yang meningkatkan risiko penyakit ini antara lain kebiasaan minum alkohol maupun konsumsi makanan tinggi purin. Begitu juga kebiasaan bekerja keras atau sering nongkrong malam ikut meningkatkan risiko tersebut.

Ragam Jenis Penyakit Rematik

Seperti telah disebutkan bahwa rematik bukan jenis penyakit spesifik. Bahkan kalangan medis mengenal ada lebih dari 100 jenis rematik. Berikut ini beberapa jenis penyakit rematik yang paling sering terjadi.

Rheumatoid Arthritis

Jenis penyakit rematik yang pertama ini termasuk yang paling umum dan banyak terjadi. Karena seringnya terjadi kadang orang menyebut rematik dengan jenis yang satu ini.

Penyebab penyakit rematik jenis ini terjadi karena penyakit autoimun. Sistem imunitas tubuh justru menyerang jaringan sel yang sehat, khususnya yang ada pada persendian. Sehingga menyebabkan terjadinya rematik.

Osteoartritis

Penyakit sendi ini juga cukup populer dan terjadi pada bagian persendian. Namun gangguan ini juga termasuk jenis penyakit rematik. Serangan ini menyebabkan sendi menjadi kaku atau nyeri untuk bergerak.

Selain sering menyerang persendian punggung atau pinggul, penyakit osteoartritis juga banyak terjadi pada lutut, kaki, maupun sekitar jari. Gangguan ini banyak terjadi pada orang lanjut usia.

Rematik Gout

Jenis rematik yang ini juga sering terjadi pada orang lanjut usia meskipun juga bisa menyerang kaum muda. Banyak orang yang menyebut gangguan ini sebagai asam urat karena kadar asamnya yang memang tinggi.

Namun untuk memastikan penyebab penyakit rematik jenis ini Anda perlu memeriksakan ke dokter. Diagnosis yang tepat akan membuat penanganan dan pengobatannya juga efektif.

Ankylosing Spondylitis

Begitu juga dengan jenis rematik ini mungkin banyak yang jarang mendengarnya. Rematik ini terjadi karena peradangan sendi yang kronis. Yang menarik, kebanyakan orang yang mengalaminya justru kalangan muda.

Sindrom Sjogren

Jenis penyakit rematik ini juga terjadi karena gangguan autoimun yang menyerang jaringan persendian yang sehat. Gangguan ini juga banyak terjadi pada wanita. Sayangnya penyebab penyakit rematik ini belum jelas hingga sekarang.

Gejala Rematik yang Wajib Diwaspadai

Penyakit rematik terjadi pada bagian persendian yang mengalami peradangan. Karena itu gejala rematik yang paling menonjol adalah timbulnya rasa nyeri pada sendi. Namun radang ini bisa terjadi pada berbagai bagian tubuh.

Sangat penting kita mengenal tanda gangguan ini. Hal ini agar kita bisa secepatnya mendapat penanganan yang tepat. Membiarkan rematik bisa menyebabkannya menjadi semakin parah. Berikut ini ciri atau tanda penyakit rematik.

Nyeri Sendi Saat Berjalan

Bagian tubuh yang paling sering mengalami rematik adalah bagian kaki. Hal ini karena beban tubuh berada bagian ini. Apalagi jika Anda mengalami berat badan yang berlebihan atau sedang hamil sehingga kaki rentan meradang.

Jika Anda menderita rematik dan berjalan, akan timbul rasa nyeri khususnya pada bagian tumit. Kondisi ini terjadi karena plantar fasicitis, yaitu jenis gangguan akibat jaringan kaki mengalami pembengkakan.

Sendi Terasa Hangat

Pembengkakan pada persendian akan menyebabkannya terasa hangat. Karena itu gejala rematik juga terlihat dari bagian persendian yang terasa hangat. Anda bisa menyentuhnya untuk memastikan adanya rematik.

Tubuh Kaku

Bagian tubuh yang mengalami rematik biasanya juga terasa nyeri dan kaku. Kondisi in sering tidak berlangsung terus menerus melainkan pada waktu-waktu tertentu. Seperti saat bangun dari tidur.

Mudah Kesemutan

Gejala rematik lainnya adalah seringnya mengalami kesemutan. Kondisi ini juga sering terjadi pada pergelangan kaki dan tangan. Peradangan yang ada menyebabkan terganggunya aliran darah pada daerah yang sakit.

Makanan Pantangan Rematik

Setelah mengetahui berbagai jenis, gejala, maupun penyebab penyakit rematik lantas bagaimana cara mengatasinya? Langkah pertama sebelum mencari pengobatannya, Anda perlu menjauhi berbagai jenis makanan pantangan rematik.

Hal ini penting agar nyeri dan peradangan tidak berkembang semakin parah. Makanan yang mesti Anda jauhi antara lain yang mengandung kadar purin tinggi. Begitu juga makanan tak sehat yang justru akan menurunkan imunitas tubuh.

Beberapa jenis makanan pantangan penyakit rematik antara lain:

  • Sayur yang mengandung purin, seperti bayam, bunga kol, jamur, dan jenis kacang-kacangan (kacang panjang, kacang polong, kacang merah.
  • Makanan dari tepung ragi seperti roti.
  • Daging merah, seperti daging kambing, daging sapi, maupun daging bebek.
  • Bagian jeroan, seperti ampela, hati, usus, atau otak.
  • Makanan laut, seperti udang maupun kepiting.
  • Berbagai jenis ikan laut, seperti ikan tuna, sarden, maupun ikan makarel.
  • Minuman ringan yang mengandung tinggi fruktosa.
  • Minuman beralkohol.

Itulah berbagai penyebab penyakit rematik yang sebaiknya Anda tahu. Banyaknya jenis penyakit ini juga menimbulkan gejala rematik yang berbeda. Pemeriksaan oleh dokter akan memastikannya termasuk pengobatannya. (R11/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara