Penyebab Saraf Terjepit, Gejala dan Cara Pengobatannya

Penyebab Saraf Terjepit, Gejala dan Cara Pengobatannya
Faktor penyebab saraf terjepit. Foto: Ist/Net

Penyebab saraf terjepit ada banyak faktor. Namun gangguan ini terjadi akibat melemahnya otot tulang belakang sehingga memicu rasa nyeri pada punggung dan leher. Mengenal gejala saraf terjepit bisa mencegah kondisi menjadi semakin parah.

Saraf terjepit terkenal dengan beberapa sebutan, seperti hernia nukleus pulposus (HNP), herniated disk, atau slipped disk. Gangguan ini, menurut Wikipedia, terjadi karena saraf dalam tulang belakang tertekan.

Tertekannya saraf ini terjadi akibat tulang rawan yang merupakan bantalan dari ruas tulang belakang mengalami tumbuh atau bergeser. Pergeseran inilah yang membuat saraf tulang belakang mengalami tekanan.

Akibat tertekannya saraf inilah yang kemudian menimbulkan sejumlah gejala saraf terjepit. Seperti nyeri pada bagian punggung, pinggang, atau belakang leher. Bahkan nyeri ini bisa terasa pada jari-jari tangan atau kaki.

Yang menarik, kasus saraf terjepit termasuk sering terjadi, khususnya pada usia 30 hingga 50 tahun. Mungkin hal ini berkaitan dengan faktor penyebab saraf terjepit karena kebiasaan yang salah maupun gaya hidup.

Jumlah kasus penyakit ini setiap tahunnya mencapai 5 hingga 20 kasus dari setiap 1000 orang dewasa. Laki-laki lebih banyak yang terserang gangguan ini ketimbang wanita.

Faktor Penyebab Saraf Terjepit

Tulang belakang atau tulang punggung memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung gerakan tubuh. Selin mudah untuk digerakkan, vertebra tersusun atas 33 tulang punggung dengan karakteristik yang berlainan.

Baca juga: Gaya Hidup Kalangan Muda Picu Derita Saraf Kerjepit, Waspadai!

Meskipun mudah bergerak dan sangat fleksibel, namun struktur umum tulang belakang ini juga memiliki keterbatasan. Nah, berikut ini berbagai faktor penyebab saraf terjepit yang mungkin tak sengaja pernah kita lakukan.

Mengangkat Beban Berat

Tubuh sangat tergantung pada tulang punggung dalam melakukan berbagai aktivitas. Termasuk saat kita membawa atau mengangkat beban. Namun jika beban yang kita angkat terlalu berat bisa menyebabkan gangguan hernia nukleus pulposus.

Beban yang terlalu berat saat kita angkat akan membuat tulang punggung bagian bawah menjadi tegang. Kondisi ini bisa memicu rusaknya cincin pada bantalan dari ruas tulang belakang sehingga menekan sarafnya.

Obesitas

Faktor yang juga bisa menjadi penyebab saraf terjepit adalah obesitas. Berat badan yang berlebihan akan memberikan beban yang berat pada tulang belakang. Kondisi inilah yang banyak terjadi pada orang yang kelebihan berat badan.

Salah satu ciri orang dengan berat badan berlebih adalah kesulitan untuk bergerak dan mudah lelah. Karena itu orang obesitas tidak kan tahan berdiri lama dan lebih sering duduk agar tidak membebani tulang punggungnya.

Gerakan Tubuh Berlebihan

Tubuh memiliki kelenturan yang sangat fleksibel dalam melakukan gerakan. Para atlet senam, akrobatik, maupun lainnya mampu melakukan gerakan yang tidak bisa dilakukan sembarang orang. Latihan akan membuat gerakan terbentuk.

Jika tubuh melakukan gerakan tanpa latihan atau pemanasan juga bisa menyebabkan tulang punggung tertekan. Begitu juga gerakan ekstrem yang mendadak bisa menyebabkan tulang rawan bergeser atau keluar yang menyebabkan saraf terjepit.

Faktor Usia

Bertambahnya usia juga bisa menjadi faktor penyebab saraf terjepit. Hal ini karena tulang punggung akan mengalami kekurangan kandungan air yang melindunginya. Semakin tua akan semakin lemah tulang belakangnya.

Baca juga: Sering Kesemutan Bisa Jadi Indikasi Ada Penyakit Berbahaya, Waspadai!

Kondisi ini pula yang menyebabkan kebanyakan orang lanjut usia akan semakin menurun bentuk tulang belakangnya. Postur tubuh yang membungkuk memperlihatkan semakin lemahnya struktur pada tulang punggung.

Kecelakaan atau Terjatuh

Benturan yang sangat keras pada bagian tulang belakang juga bisa menjadi faktor penyebab saraf terjepit. Seperti saat terjadi kecelakaan, terjatuh dengan posisi punggung berada di bawah ataupun karena terkena pukulan.

Adanya benturan yang keras akan menyebabkan tulang rawan pada bagian punggung mudah bergeser atau luka. Kondisi inilah yang akan menekan saraf tulang belakang sehingga menyebabkan saraf kejepit.

Kurang Olahraga

Orang yang jarang bergerak atau malas berolahraga juga akan lebih mudah terserang gangguan saraf terjepit. Kurang berolahraga akan membuat otot tulang belakang juga menjadi semakin lemah.

Karena itu sangat penting kita sering melakukan olahraga secara teratur. Selain untuk menjaga kebugaran, gerakan semacam ini akan membuat otot tulang juga menjadi lebih kuat dan tidak mudah lemah.

Faktor Genetik

Faktor lainnya yang juga bisa menjadi penyebab saraf terjepit adalah karena faktor keturunan. Jika Anda memiliki orang tua yang mempunyai riwayat gangguan hernia nukleus pulposus sebaiknya waspada.

Faktor genetik ini akan meningkatkan risiko Anda juga bisa terkena gangguan saraf terjepit. Informasi ini penting agar Anda bisa lebih mengontrol gerakan tubuh maupun gaya hidup yang lebih sehat untuk mencegahnya.

Gaya Hidup Tak Sehat

Kekuatan tulang belakang ternyata juga berkaitan dengan gaya hidup yang kita jalankan. Kebiasaan sering merokok, begadang, maupun kurang minum air juga bisa meningkatkan risiko terserang gangguan slipped disk ini.

Gaya hidup yang buruk ini akan membuat tubuh kekurangan oksigen, terutama yang menuju ke diskus. Jika ini berlangsung lama akan membuat tulang belakang menjadi lemah dan mudah terkena berbagai gangguan, khususnya saraf terjepit.

Tanda dan Gejala Saraf Terjepit

Selain mengenal berbagai hal yang bisa menjadi penyebab saraf terjepit, deteksi dini terhadap tanda yang timbul dari gangguan ini juga tak kalah pentingnya. Berikut ini berbagai gejala saraf terjepit yang wajib Anda tahu.

Nyeri pada Lengan atau Kaki

Gejala atau tanda gangguan herniated disk sebenarnya cukup mudah kita kenali. Seperti timbulnya rasa nyeri pada bagian lengan atau kaki. Nyeri ini umumnya berupa sensasi seperti terbakar yang sangat mengganggu.

Namun gejala saraf terjepit ini bisa Anda kenali berdasarkan letak terjadinya gangguan tersebut. Jika slipped disk terjadi pada bungkuk bawah akan menimbulkan rasa nyeri pada sekitar pantat, paha atau betis, hingga kaki.

Namun jika saraf terjepit terjadi pada bagian punggung atas atau sekitar leher maka akan menimbulkan gejala nyeri sekitar lengan atau bahu.

Kesemutan atau Mati Rasa

Selain rasa nyeri, gejala saraf terjepit juga bisa berupa rasa kesemutan. Tanda ini bisa terasa pada bagian jari tangan atau kaki maupun bagian tubuh lainnya. Jika kondisinya semakin parah bahkan bisa menimbulkan mati rasa.

Otot Melemah

Terjadinya hernia nukleus pulposus atau saraf terjepit juga akan menyebabkan otot menjadi lemah. Jika Anda mengalami kesulitan mengangkat beban yang ringan bisa jadi merupakan tanda herniated disk.

Begitu juga saat kita berjalan atau bergerak yang kita lakukan degan sempoyongan atau mudah tersandung juga bisa karena adanya gangguan pada tulang belakang.

Cara Mengatasi Saraf Terjepit

Faktor penyebab saraf terjepit umumnya berkaitan dengan kebiasaan dan gaya hidup. Baik karena kurang bergerak maupun karena berat tubuh yang berlebihan. Karena penting mengenal kondisi ini agar bisa mencegahnya.

Jika Anda merasakan adanya sejumlah gejala saraf terjepit sebaiknya segera memeriksakan ke dokter. Selain untuk mendapatkan pengobatan dengan cepat, hal ini juga penting untuk memastikan kondisi tulang belakang Anda.

Untuk memastikan kondisinya, biasanya dokter akan melakukan diagnosis melalui sejumlah pemeriksaan. Khususnya menyangkut kekuatan otot maupun fungsi sarafnya. Mungkin Anda juga harus menjalani sejumlah tes, seperti dengan sinar X, CTscan, hingga MRI.

Kebanyakan penyebab saraf terjepit atau hernia nukleus pulposus (HNP) penanganannya harus melalui jalan operasi. Namun selain pengobatan medis, Anda juga bisa melakukan penanganannya dengan berbagai cara lainnya.

Baca juga: Hati-hati! Duduk Terlalu Lama Dapat Menyebabkan Depresi

Beberapa cara mengatasi saraf terjepit antara lain dengan terapi fisik maupun pengobatan alternatif lainnya. Seperti dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, khususnya yang mengandung kalsium untuk menguatkan tulang.

Mengubah kebiasaan hidup juga penting Anda lakukan. Seperti dengan minum air yang cukup untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Menjauhi rokok, alkohol, dan minuman kafein juga penting agar tidak membuat otot mudah lemah.

Begitu juga dengan melakukan gerakan fisik yang cukup, seperti olahraga juga penting Anda lakukan. Olahraga akan membuat tulang belakang terlatih dan menjadi kuat. Aktivitas ini juga akan meningkatkan kadar oksigen tubuh.

Itulah berbagai faktor penyebab saraf terjepit yang sebaiknya kita tahu. Mengenal gangguan penyakit ini berguna agar kita bisa mencegahnya. Termasuk cara mengatasinya sejak dini sebelum menimbulkan komplikasi. (R11/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara